SD Islam Unggulan Al-Abror Pakisaji; Juara PSAJ 2026, Bukti Sekolah Berbasis Pesantren Mampu Berprestasi

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Prestasi membanggakan diraih SD Islam Unggulan Al-Abror Pakisaji. Sekolah berbasis pesantren tersebut berhasil menjadi peringkat pertama Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Tahun Ajaran 2025/2026 dari 33 sekolah dasar se-Kecamatan Pakisaji.

SD Islam Unggulan Al-Abror juga menembus tiga besar hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), menegaskan kualitas akademik sekaligus pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah tersebut.

Kepala SD Islam Unggulan Al-Abror Mila Kholifah, S.Pd., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh warga sekolah, mulai guru, siswa, yayasan hingga orang tua. Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran yang konsisten dan berorientasi pada pembentukan karakter.

“Prestasi ini membuktikan bahwa sekolah hebat bukan ditentukan oleh megahnya gedung, tetapi oleh niat, kerja keras, dan komitmen dalam mendidik. Kami tidak mengejar popularitas, tetapi berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada setiap anak,” ujarnya, akhir pekan kemarin.

Mila menjelaskan, Pada PSAJ 2026, SD Islam Unggulan Al-Abror mencatat nilai rata-rata 81,94. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi penyumbang nilai tertinggi dengan capaian 90,1. Disusul Bahasa Indonesia 87,66, IPAS 85,84, Bahasa Inggris 85,17, Pendidikan Pancasila 83,77, PJOK 80, Bahasa Jawa 78,44, Seni Budaya 75,06, dan Matematika 70,63.

Sementara itu, hasil TKA juga menunjukkan capaian yang membanggakan. Seluruh siswa memperoleh kategori baik. Zania Aisyah Azzahra mencatat nilai 93,33 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Muhammad Altaufajri Sobah meraih nilai 83,33 pada Bahasa Indonesia dan Matematika. Nilai serupa juga diraih Ahmad Hasan Ilah dan Muhammad Alvaro Dinero pada Bahasa Indonesia.

“Keberhasilan tersebut ditopang penerapan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning yang mendorong siswa memahami materi secara mendalam. Program tahfidz Alquran, pembinaan karakter, serta kewirausahaan juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran,” imbuh Mila.

Selain itu, peningkatan kompetensi guru terus dilakukan agar mampu memberikan pendampingan sesuai karakter dan kebutuhan setiap peserta didik. Dukungan Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tijaniyah Al-Abror serta sinergi yang kuat dengan orang tua turut menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. “Predikat juara ini bukan akhir perjalanan, melainkan amanah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Kami ingin melahirkan generasi yang unggul dalam akademik, kuat dalam akhlak, mandiri, dan memiliki bekal keislaman yang kokoh,” pungkas Mila.(hud/lim)

Pilihan Editor