MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Rencana besar Pemerintah Kota Batu untuk merealisasikan tiga megaproyek strategis meliputi Spiritual Botanical Garden, Sport Center, dan Mall UMKM SAE terus dimatangkan. Setelah sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu memaparkan penjajakan skema pembiayaan inovatif, kini Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa saat ini tiga megaproyek tersebut masih tahun sosialisasi.
Wali Kota Batu Nurochman menjelaskan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh menjadi peredam inovasi pembangunan di Kota Batu. Keterlibatan Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur (PDPII) menjadi kunci utama agar ketiga proyek ini tidak mangkrak di tengah jalan.
“Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Kota Batu. Mengingat skalanya yang masif, pembangunannya memang dirancang secara multi-tahun dan kemungkinan baru berjalan tahun 2028,” ujar Cak Nur sapaan akrab Wali Kota kepada Malang Posco Media.
Ia menjelaska anggaran bisa menggunakan APBD atau dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Opsi kedua tersebut bisa diambil agar postur APBD kita tetap aman untuk kebutuhan pelayanan dasar masyarakat lainnya.
Cak Nur menambahkan, saat ini jajaran dinas teknis seperti Bappelitbangda, Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan Diskumindag sedang dikebut untuk menyelesaikan kelengkapan dokumen feasibility study (studi kelayakan) dan outline business case (OBC).
Validitas data dan proyeksi ekonomi dalam dokumen tersebut sangat krusial untuk menarik minat investor kakap. Spiritual Botanical Garden merupakan pusat konservasi alam yang dipadukan dengan wisata religi dan edukasi, dirancang untuk memecah kepadatan wisatawan di pusat kota sekaligus menjaga ekologi sumber mata air.
Kemudian Sport Center Kota Batu merupakan kompleks olahraga terpadu yang didesain untuk menyokong industri sport tourism (wisata olahraga) sekaligus memfasilitasi pembinaan atlet lokal secara profesional. Dan Mall UMKM SAE jadi sentra inkubasi bisnis modern dan pemasaran terpusat bagi produk-produk unggulan lokal agar mampu menembus pasar internasional.
Wali Kota menekankan bahwa tahun 2028 akan menjadi momentum krusial yang diharapkan tiga proyek mulai bisa dilaksanakan. Sehingga setidaknya tahun 2029 dampak ekonomi dari ketiga proyek ini harus sudah mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami tidak ingin terburu-buru tanpa perencanaan yang matang. Arahan dari Kemenkeu kami patuhi betul agar mekanismenya akuntabel dan transparan. Target multi-tahun hingga 2028 ini adalah estimasi realistis agar saat proyek ini rampung, ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Batu benar-benar melompat ke level yang lebih tinggi,” pungkas Nurochman.(eri/lim)

