MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Bupati Malang HM Sanusi kembali meninjau lokasi kebakaran Pasar Sayur Turen, Selasa (14/7) pagi. Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Malang ini didampingi sejumlah kepala dinas. Di antaranya kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, kepala Dinas PU Bina Marga, kepala Dinas Lingkungan Hidup, kepala Dinas Perhubungan dan Sekretaris Daerah. Selain itu sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang juga ikut dalam peninjauan tersebut.
Selama peninjauan Sanusi melihat secara keseluruhan bangunan pasar sayur dan kondisi plengsengan. Ada rencana Pemerintah Kabupaten Malang melakukan renovasi pasar sayur, dan memindahkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berdekatan dengan lapak pedagang, juga membangun plengsengan.
“Bekas timbunan sampah ini dibersihin dulu. Pembersihannya menggunakan alat berat. Setelah itu diurug tanah biasa, supaya tidak ada timbunan sampah di sini, terus plengsengan yang di bawah dinaikkan, sehingga masyarakat aman, bambu ini nanti dibersihin supaya nanti lingkungannya bersih,’’ kata Sanusi.
Dia mengatakan usai kejadian ini Pemkab Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang mulai melakukan pendataan dan penataan kembali. Dia mengakui jika kondisi secara keseluruhan pasar sayur memprihatinkan, dan meminta dinas terkait untuk segera melakukan renovasi.
“Nanti hanggarnya diperbesar. Hanggar nanti menampung pedagang. Sedangkan TPS yang ada disini (lokasi kejadian) nanti dipindahkan ke atas, dekat dengan jalan raya sehingga memudahkan saat pengambilan sampah. Sekaligus agar tidak terjadi penumpukan sampah di belakang,’’ tambahnya.
Pembangunan atau renovasi secara keseluruhan rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang. Sementara untuk tahun ini, hanya memperbaiki area yang rusak akibat kebakaran.
“Untuk anggaran disiapkan senilai Rp 6 Miliar. Itu untuk penataan lapak. Jadi nanti bagus semua,’’ ujarnya.
Disinggung dengan penyebab kebakaran, Sanusi memilih menyerahkan semuanya kepada polisi untuk melakukan penyelidikan.
“Itu polisi nanti yang memberikan keterangan. Kalau dari keterangan warga, apinya datang sendiri, entah siapa yang membakar,’’ ucapnya.
Dia juga meminta masyarakat tidak menduga-duga terkait sebab kebakaran dan tetap menyerahkan seluruh proses penyidikan kepada pihak yang berwajib. Termasuk saat ditanya apakah sengaja dibakar? Sanusi meminta masyarakat tidak menduga-duga, dan menghormati proses penyelidikan.
Kebakaran ini dikatakan Sanusi hanya berdampak pada satu kios yang terbakar. Yaitu milik Misbakhul. Kios tersebut menjual sembako.
“Kios yang terbakar nanti akan dibenahi. Kami juga akan memberikan bantuan kepada pemilik kios,’’ ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang Astri Lutfiatunnisa mengatakan kerugian akibat kebakaran yang terjadi Senin (13/7) sore lalu diperkirakan kerugian Rp 10 juta. Dia mengatakan jika saat kebakaran kios di yang terbakar kondisinya tutup. “Umumnya disini kiosnya buka mulai pukul 03.00-11.00,’’ katanya.
Disinggung adanya unsur sengaja dibakar? Astri dengan tegas mengatakan tidak ada. Menurut dia kebakaran yang terjadi murni karena kecekalakaan.
“Tapi untuk jelasnya kami serahkan kepada pihak yang berwajib,’’ katanya.
Sementara untuk rencana renovasi, Astri membenarkan. Bahkan pihaknya sudah mmembuat perencanaan, termasuk anggaran.
“Total anggarannya Rp 6 Miliar untuk pembangunan Pasar Turen, ini termasuk yang di belakang,’’ ungkapnya.
Untuk pelaksana pembangunannya dikatakan Astri adalah Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.
“Sedangkan untuk plengsengan nanti pembangunannya dikerjakan Dinas PU Bina Marga dan pemindahan TPS nanti Dinas Lingkungan Hidup,’’ pungkasnya.(ira/jon)

