Malang Posco Media-Setelah empat hari menikmati keindahan Kota Guangzhou di Tiongkok, wartawan Malang Posco Media Jon Soeparijono bersama keluarga menuju ke Kota Bangkok, Thailand, Senin (6/7). Pukul 00.10 kami terbang dari Bandara Baiyun menuju Bandar Udara Internasional Don Mueang dengan mengunakan maskapai penerbangan Air Asia.
Perjalanan ditempuh sekitar dua jam lebih dan mendarat sekitar pukul 02.30 waktu setempat. Tujuan utama kami langsung menuju Hotel Siam Best Inn di 37 Soi Somprasong 3, Thanon Phayathai, Pratunam, Ratchathewi, Bangkok. Namun karena masih pagi, bus yang menuju ke Pratunam baru ada sekitar pukul 06.20 dan kami memilih istirahat di bandara.
Dari bandara ke hotel dengan menggunakan bus. Selama perjalanan, kemacetan mulai terasa karena padatnya kendaraan di Ibu Kota Thailand itu. Apalagi di jalan poros di Bangkok sedang ada pembangunan besar-besaran di tengah jalan. Selama dua hari pertama, tujuan wisata dari mal ke mal.
Di Kota Bangkok, sudah banyak ditemui resto atau rumah makan halal. Bahkan di mal-mal ada foodcourt khusus halal. Seperti di Platinum Fashion Mall terdapat Sawasdee Foodie Hun yang merupakan area food court halal berada di Zone 3, lantai 5. Di tempat ini ada beragam menu seperti phad tai, tom yum dengan harga terjangkau. Di tempat ini, banyak warga Indonesia maupun dari Timur Tengah yang makan sambil menghabiskan waktu untuk istirahat usai jalan-jalan.

Begitu juga di Platinum Night Market, PHENIX Pratunam lantai 2, Pratunam Night Market serta PKL-PKL juga sudah banyak yang berjualan dengan tulisan halal. Termasuk di warung Muslim Food di Pasar Pratunam. Selain itu kami juga ke MBK Mall Center explore anime merchandise Assassination Classroom Pop-Up Store JAM SPACE, MBK CENTER FL. 4 Zone A.
Sedangkan tempat wisata yang kami kunjungi selama empat hari di Bangkok hanya dua yakni The Ancient City atau Muang Boran dan Wat Arum. Tidak banyak tempat wisata yang kami kunjungi karena sepuluh tahun lalu, kami sudah ke berbagai wisata baik di Bangkok maupun luar kota.
The Ancient City yang kami kunjungi pertama merupakan museum terbuka dan terbesar di dunia yang berlokasi di Samut Prakan. Lokasi ini berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Bangkok. Tiket masuk standar untuk wisatawan sekitar 700 Baht.
Di lahan seluas sekitar 200 hektare terdapat lebih dari 100 replika dan rekonstruksi dari situs bersejarah Thailand. Karena areanya sangat luas, pengunjung di antar menggunakan kereta mirip odong-odong atau menyewa sepeda.
Sebelum balik ke tanah air, kami terlebih dahulu mengunjungi Wat Arun, disebut juga sebagai Kuil Fajar di 158 Thanon Wang Doem, Wat Arun, Bangkok Yai, Bangkok. Tempat ini merupakan salah satu landmark paling ikonik di Thailand dan wajib dikunjungi para wisatawan. Lokasinya terletak di tepi barat Sungai Chao Phraya.
Tampat ini memiliki daya tarik karena ada menara setinggi 80 meter yang dihiasi ribuan pecahan porselen Tiongkok yang memukau. Kami menuju ke Wat Arum naik taksi.
Hampir semua pengunjung yang baru turun dari taksi, sudah banyak orang yang menawarkan jasa sewa pakaian tradisional Thailand serta foto. Pengunjung bisa menyewa fotografer di lokasi dengan biaya mulai sekitar 500 THB atau sekitar Rp250.000 untuk sesi singkat, atau memesan paket lengkap berupa baju, makeup, dan fotografer dengan harga mulai dari 700 – 2000 THB atau sekitar Rp330.000 – Rp950.000, tergantung durasi waktunya.
Setiap pengunjung yang telah membeli tiket mendapatkan satu botol minum kemasan.
Usai berfoto ria dan naik ke Wat Arum, kami membeli oleh-oleh kaus yang harganya lebih murah daripada di pusat Kota Bangkok. Jika di rupiahkan sekitar Rp 50 ribuan.
Usai belanja oleh-oleh, tiba saatnya kembali ke tanah air. Harusnya kami tiba di Juanda Surabaya, Kamis (9/7) malam. Namun karena delay cukup lama, akhirnya baru tiba di rumah Jumat, (10/7) sekitar pukul 07.00 WIB.(jon)

