Pantau Hari Ketiga MPLS, Cak Nur Pastikan Siswa Baru Bebas dari Bullying

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Memasuki hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Wali Kota Batu Nurochman melakukan peninjauan langsung ke sejumlah satuan pendidikan di Kota Batu pada, Rabu (15/7). Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rangkaian orientasi bagi siswa baru berjalan dengan aman, kondusif, serta sepenuhnya bersih dari tindakan perundungan (bullying) maupun kekerasan.

Dalam agenda turun lapangan tersebut, pria yang akrab disapa Cak Nur ini mengunjungi tiga sekolah, yaitu MI Baiturrohmah, SMP Darush Sholihin, dan SMPN 01 Kota Batu. Didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M Nur Adhim, Cak Nur menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dan menyapa para pelajar yang tengah mengikuti aktivitas pengenalan sekolah.

“Kami turun langsung untuk memantau jalannya MPLS yang sudah berjalan tiga hari ini. Fokus utama kami adalah memastikan ekosistem sekolah mendukung proses adaptasi anak-anak, sehingga mereka merasa enjoy dan nyaman dengan lingkungan serta teman-teman barunya,” ungkap Cak Nur.

Lebih lanjut, fase MPLS adalah jembatan krusial bagi siswa untuk bertransisi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, orientasi tidak boleh hanya sekadar formalitas mengenalkan ruang kelas atau aturan sekolah, melainkan harus menyentuh kesiapan mental dan adaptasi lingkungan secara menyeluruh.

Saat meninjau ruang-ruang kelas, Cak Nur mengamati dengan seksama bagaimana dinamika interaksi yang terbangun antara siswa baru, teman sebaya, hingga para guru yang mendampingi. “Melalui MPLS kami harap menjadi pengenalan fasilitas fisik. Sehingga siswa baru diharapkan tahu persis tata letak fasilitas penting seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang guru, perpustakaan, hingga sarana sanitasi (kamar mandi),” bebernya.

Hal-hal mendasar ini juga dinilai sangat membantu mempercepat proses adaptasi anak. Kemudian pembentukan karakter mandiri, selain kenyamanan fasilitas, kebersihan lingkungan sekolah juga menjadi sorotan. Cak Nur mendorong agar budaya piket kelas tetap dihidupkan demi melatih kemandirian dan membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan.

“Ruang belajar yang bersih adalah kunci kenyamanan. Jika suasananya bersih, siswa akan lebih fokus belajar dan guru pun bisa mengajar dengan optimal,” imbuhnya.

Di sisi lain, Cak Nur memberikan instruksi khusus kepada Dinas Pendidikan Kota Batu agar terus mengawal dan membangun komunikasi intensif dengan pihak sekolah selama sisa masa orientasi. Ia menegaskan tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi tindakan intimidasi atau tekanan, baik psikis maupun fisik.

“Saya tegaskan, tidak boleh ada praktik bullying ataupun kekerasan dalam bentuk apa pun di sekolah-sekolah Kota Batu. MPLS harus menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi anak-anak kita,” pungkasnya.(eri/lim)

Pilihan Editor