MALANG POSCO MEDIA – Dalam rangka menghadapi Pekan Olahraga, Riset, dan Seni (Porsi Jawara II) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 yang akan digelar pada September mendatang di UIN Pekalongan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Technical Meeting sekaligus seleksi Cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Technical Meeting sekaligus seleksi calon delegasi Cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Jumat (17/7/2026) tersebut dipandu Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H. dan Dr. Abd. Aziz Damanhuri, M.H.I. dengan didampingi PIC dari Kemahasiswaan cabang KTIQ Violina.
Melalui proses seleksi ini akan dipilih delegasi terbaik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang selanjutnya mengikuti pembinaan dan pemusatan latihan (training center/TC) secara intensif sebagai persiapan menghadapi ajang Porsi Jawara II PTKIN 2026 di UIN Pekalongan.
Pada Porsi Jawara II PTKIN 2026, cabang KTIQ mengangkat tema besar “Ekoteologi Al-Qur’an: Reaktualisasi Konsep Khalifah fil Ardh dalam Menghadapi Krisis Iklim dan Kerusakan Lingkungan Global.” Tema tersebut mendorong peserta untuk mengkaji ajaran Al-Qur’an dan merelevansikannya dengan persoalan lingkungan hidup serta tantangan krisis iklim yang dihadapi dunia saat ini.
Dr. H. Miftahul Huda menjelaskan bahwa lomba KTIQ menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kandungan Al-Qur’an secara ilmiah, kemudian mengaitkannya dengan isu-isu aktual sesuai tema yang ditetapkan.
“Lomba menulis Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) bertujuan mengeksplorasi isi kandungan Al-Qur’an yang kemudian direlevansikan dengan isu-isu yang diangkat dalam tema perlombaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hakikat Musabaqah KTIQ adalah proses rewriting atau menulis kembali, membaca kembali, serta merumuskan ulang gagasan besar yang ingin disampaikan peserta berdasarkan kajian Al-Qur’an dan berbagai referensi ilmiah.
Menurutnya, keberhasilan dalam KTIQ sangat ditentukan oleh kesiapan peserta. Oleh karena itu, setiap calon peserta harus melakukan persiapan secara matang, mulai dari penguasaan tema, penguatan argumentasi, hingga pendalaman referensi. Tanpa persiapan yang baik, peserta akan menghadapi kesulitan besar saat proses penulisan berlangsung.
Dr. Miftah juga menjelaskan ketentuan teknis perlombaan. Setiap peserta diperbolehkan membawa referensi yang dibutuhkan, seperti buku, kitab, jurnal, maupun majalah, baik dalam bentuk utuh maupun salinan bagian tertentu. Namun, peserta tidak diperkenankan membawa makalah yang telah disusun sebelumnya, serta dilarang membawa laptop, telepon genggam, maupun flash disk ke dalam ruang lomba.
“Waktu yang diberikan kepada peserta untuk menyelesaikan karya tulis adalah tujuh jam, mulai pukul 08.00 hingga 16.00,” jelasnya.
Sementara itu, penyeleksi kedua, Dr. Abd. Aziz Damanhuri, M.H.I., mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, kesempatan untuk mengikuti seleksi dan menjadi delegasi PORSI JAWARA merupakan peluang berharga yang belum tentu hadir kembali pada tahun-tahun berikutnya.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belum tentu tahun depan kesempatan seperti ini datang kembali. Tata niat untuk belajar, berikhtiar, dan terus berdoa agar Allah SWT memberikan hasil yang terbaik. Semoga kalian yang terpilih dapat mengharumkan nama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada ajang PORSI JAWARA II PTKIN 2026 di UIN Pekalongan,” pesannya.
Selama proses pengarahan cabang lomba KTIQ, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti setiap arahan dari tim dewan seleksi. Mahasiswa dari berbagai fakultas berpartisipasi dalam seleksi Cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) ini dengan tekad memberikan penampilan terbaik. Mereka berharap dapat lolos sebagai delegasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk berlaga pada ajang Porsi Jawara II PTKIN 2026 yang akan diselenggarakan di UIN Pekalongan
Melalui proses seleksi dan pembinaan yang terstruktur, UIN Malang optimistis mampu mengirimkan delegasi terbaik yang siap berprestasi dan mengharumkan nama kampus pada ajang nasional tersebut. (adv/bua)

