MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Siswa baru SMK PGRI 2 Malang merasakan nyaman dan percaya diri setelah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 Tahun Ajaran 2026/2027. Mengusung tema Sail Your Future, sebanyak 325 siswa baru diberikan prinsip bahwa setiap siswa adalah nahkoda yang menentukan arah masa depannya sendiri, layaknya perahu yang berlayar mengarungi samudra kehidupan hingga mencapai tujuan.
Kepala SMK PGRI 2 Malang Titik Apriana Dewi, S.Pd, menjelaskan, pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada konsep MPLS Ramah yang dicanangkan pemerintah. Ia juga menjelaskan, bahwa budaya 5S, yakni senyum, salam, sapa, sopan, dan santun sebagai fondasi pembentukan karakter siswa sejak hari pertama.
“Pendekatan yang kami lakukan lebih mengedepankan kasih sayang. Tidak ada kekerasan, tetapi kedisiplinan tetap ditanamkan dengan cara yang positif,” ujarnya, Jumat, (17/7).
Ia juga berharap, MPLS Ramah 2026 di SMK PGRI 2 Malang siswa baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, serta siap mengembangkan potensi untuk meraih masa depan yang dicita-citakan. “Harapan kami para siswa nanti mampu cepat beradaptasi. Sehingga siap menyambut ajaran baru sesuai dengan potensi mereka,” ujarnya.

Sementara itu, guru sekaligus pemateri MPLS, Fara Eldina Fajadianti, S.Pd, mengatakan penguatan karakter menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan era digital. Karena itu, siswa dibekali materi tentang penggunaan media sosial secara bijak.
Ia menambahkan, pembinaan karakter tidak hanya dilakukan melalui guru BK, tetapi juga melibatkan wali kelas, seluruh guru, serta didukung sistem pembinaan yang mendorong perilaku positif siswa. “Karakter sangat penting. Selain pengetahuan dan keterampilan, aspek sikap juga menjadi perhatian kami. Anak-anak harus mampu membedakan mana yang baik dan tidak, termasuk saat bermedia sosial,” katanya.
Ketua Panitia MPLS Ramah 2026 Rizki Adi Nugroho, mengungkapkan jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan menjadi 325 siswa, dibandingkan sekitar 220 siswa pada tahun lalu. Selama sepekan, siswa memperoleh berbagai materi dari guru maupun narasumber eksternal, seperti Puskesmas, BNN, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
“Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah outbound di Ledok Ombo, Poncokusumo, sebagai sarana membangun kekompakan dan kebersamaan,” ujaranya.

Pelaksanaan MPLS Ramah juga meninggalkan kesan positif bagi para siswa baru. Faris Sauza, lulusan SMPN 29 Malang. Ia mengaku sempat takut karena belum memiliki teman. “Setelah ikut MPLS, pandangan saya berubah. Kakak OSIS dan guru-gurunya ramah. Saya jadi punya banyak teman dan merasa nyaman sekolah di sini,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Hera Wahyu Oktavia, siswi baru jurusan Akuntansi yang berasal dari SMP Islam Al-Qudwah, Jawa Barat. Baginya, kegiatan outbound menjadi pengalaman paling berkesan selama MPLS. “Seru sekali karena kami bisa bermain bersama, semakin akrab dengan teman-teman baru, dan kakak-kakak OSIS juga baik,” ujaranya. (hud/adv/lim).

