MALANG POSCO MEDIA – FIFA akan mengevaluasi kebijakan hydration break atau cooling break yang diterapkan wajib sepanjang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Meski menuai pro dan kontra, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wenger menilai jeda hidrasi tidak memengaruhi hasil pertandingan.
Pernyataan itu disampaikan Wenger menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7) waktu setempat. Menurutnya, evaluasi akan dilakukan setelah turnamen berakhir dengan mempertimbangkan aspek medis, kualitas pertandingan, hingga kenyamanan penonton.
“Kami akan melakukan analisis setelah Piala Dunia mengenai dampaknya,” ujar Wenger, dikutip dari Reuters.
Selama Piala Dunia 2026, FIFA mewajibkan jeda hidrasi selama tiga menit pada pertengahan babak pertama dan kedua di seluruh pertandingan. Kebijakan itu diambil untuk melindungi kondisi fisik pemain karena sebagian laga berlangsung dalam suhu yang sangat panas.
Namun, aturan tersebut memunculkan perdebatan. Sebagian pihak menilai cooling break mengganggu ritme permainan, bahkan dianggap membuat pertandingan terasa seperti terbagi menjadi empat kuarter sekaligus memberi ruang tambahan bagi siaran iklan. Meski demikian, Wenger menegaskan berdasarkan pengamatannya, jeda tersebut tidak mengubah jalannya kompetisi.
“Menurut saya, jeda hidrasi itu tidak mengubah hasil kompetisi. Namun kami ada di sini untuk melayani orang-orang yang menonton sepak bola,” katanya.
FIFA memilih menerapkan aturan yang sama di seluruh laga agar tidak terjadi perbedaan perlakuan, meski kondisi cuaca di setiap kota tuan rumah sangat bervariasi, mulai dari suhu ekstrem di Amerika Serikat dan Meksiko hingga cuaca sejuk di Kanada atau pertandingan yang digelar di stadion beratap.
Sejumlah pelatih dan pemain mendukung aturan tersebut saat laga berlangsung dalam cuaca panas. Namun, pelatih Spanyol Luis de la Fuente, kapten Belanda Virgil van Dijk, hingga pelatih Inggris Thomas Tuchel mempertanyakan penerapannya pada pertandingan di stadion tertutup atau wilayah bersuhu rendah. Sementara pelatih Uruguay Marcelo Bielsa menjadi salah satu sosok yang paling keras mengkritik aturan itu.
Hingga kini FIFA belum memutuskan apakah cooling break akan tetap diberlakukan pada turnamen mendatang. Keputusan akhir akan diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap manfaat medis, kualitas pertandingan, dan pengalaman para penonton. (*/bua)

