Tag: bua

  • Garuda Menang Telak; Indonesia Hajar Kamboja 5-1, Mitchell Baker Hattrick

    MALANG POSCO MEDIA – Era baru Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman diawali dengan hasil meyakinkan. Skuad Garuda berpesta gol saat menaklukkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026, Senin (27/7) malam.

    Kemenangan telak ini bukan hanya menghadirkan tiga poin perdana, tetapi juga menjadi modal penting bagi Indonesia dalam persaingan selisih gol untuk memperebutkan tiket ke babak semifinal.

    Bintang kemenangan Indonesia adalah pemain naturalisasi Mitchell Baker. Penyerang yang menjalani debut bersama Timnas itu langsung mencuri perhatian dengan mencetak hattrick. Penampilan impresifnya menjadi sinyal bahwa lini depan Garuda kini memiliki senjata baru yang mematikan.

    Sejak peluit awal dibunyikan, Herdman menerapkan skema 3-4-3 dengan permainan menyerang dan tekanan tinggi. Strategi tersebut langsung membuahkan hasil ketika Baker membuka keunggulan pada menit kelima.

    Tak butuh waktu lama, Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-14 setelah memanfaatkan umpan Eliano Reijnders. Dominasi Indonesia semakin sempurna saat Sandy Walsh memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-23. Skor itu bertahan hingga turun minum.

    Memasuki babak kedua, Kamboja sempat memperkecil ketertinggalan. Namun respons Indonesia sangat cepat. Thom Haye yang tampil dominan di lini tengah mengirimkan umpan matang yang diselesaikan Baker menjadi gol ketiganya pada menit ke-55.

    Jens Raven kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor melalui penyelesaian akhir yang tenang untuk memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 5-1.

    Selain Baker, Thom Haye juga menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol. Gelandang berpengalaman itu mengendalikan ritme permainan sekaligus menyumbang dua assist yang membuka ruang bagi lini depan Garuda.

    Hasil ini menempatkan Indonesia dalam posisi yang cukup menguntungkan di klasemen sementara Grup A. Tambahan selisih gol menjadi keuntungan tersendiri dalam persaingan menuju fase gugur.

    Meski demikian, perjuangan Timnas Indonesia masih panjang. Pada pertandingan berikutnya, skuad Garuda akan menghadapi Timor Leste sebelum menjalani duel krusial melawan Vietnam dan Singapura. Dua laga tersebut diperkirakan akan menjadi penentu langkah Indonesia menuju babak semifinal.

    Dengan performa meyakinkan pada laga pembuka, Herdman berhasil memberikan awal yang positif bagi perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Kini, konsistensi menjadi kunci agar Garuda mampu menjaga peluang finis sebagai juara grup sekaligus mengamankan tiket ke babak berikutnya. (bua)

  • Piala AFF; Indonesia vs Kamboja, Menang Besar!

    MALANG POSCO MEDIA – Timnas Indonesia mengawali perjuangan di Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 (Piala AFF) dengan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (27/7) malam, Kick-off 20.30 WIB (Live RCTI, Vision+). Di atas kertas, skuad Garuda jauh lebih diunggulkan, bahkan punya peluang menang besar atas Kamboja yang di laga kandangnya ditekuk Singapura 1-2. 

    Namun, Pelatih Kepala Timnas Indonesia John Herdman mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena. Termasuk dengan catatan Sejarah, Indonesia memiliki rekor sangat dominan atas Kamboja. Dari sembilan pertemuan terakhir di berbagai ajang, Garuda selalu keluar sebagai pemenang. Bahkan dalam tiga perjumpaan terakhir Indonesia mampu mencetak sedikitnya empat gol ke gawang Angkor Warriors.

    Herdman menilai statistik tidak akan menentukan hasil pertandingan. Menurutnya, laga pembuka turnamen selalu menghadirkan tekanan tersendiri sehingga fokus dan disiplin menjadi faktor utama.

    “Kami menghormati setiap lawan. Yang terpenting adalah bagaimana pemain menjalankan rencana pertandingan sejak menit pertama,” ujar Herdman.

    Pelatih asal Kanada ini bakal menjadikan pertandingan melawan Kamboja sebagai langkah awal membangun identitas permainan tim nasional yang sedang dirintisnya.

    “Yang paling penting pada tahap ini adalah kami harus fokus pada diri sendiri. Kami harus percaya pada langkah-langkah yang telah kami lakukan,” kata Herdman dalam konferensi pers pralaga di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu.

    Menurut Herdman, laga melawan Kamboja bukan sekadar upaya meraih tiga poin tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas taktik, koneksi antarpemain, serta chemistry yang mulai dibangun sejak pemusatan latihan di Bali.

    Ia mengatakan perkembangan tim menunjukkan arah yang positif meski proses pembentukan permainan masih membutuhkan waktu.

    “Besok adalah pertandingan kedua kami bersama. Fokus kami adalah menjadi lebih kuat bersama dan mengambil langkah pertama. Saya berharap ini menjadi langkah pertama dari banyak langkah berikutnya,” ujarnya.

    Herdman mengaku telah mempelajari permainan Kamboja yang sebelumnya tampil melawan Singapura. Menurut dia, calon lawannya merupakan tim yang terorganisasi dan disiplin sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata.

    “Kamboja adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan menjadi lawan yang sulit. Namun, fokus kami tetap pada timnas Indonesia, identitas permainan kami, koneksi, chemistry, dan semangat tim,” katanya.

    Ia menegaskan pendekatan yang diterapkannya dilakukan secara bertahap, termasuk dalam menjaga kondisi fisik pemain di tengah turnamen yang berlangsung saat masa pramusim.

    “Ini adalah proses, langkah demi langkah. Kami ingin menang, tetapi bukan dengan mengorbankan keamanan dan keselamatan pemain. Kami juga harus menghormati klub yang telah melepas para pemain,” ujarnya.

    Sementara itu, kiper timnas Indonesia Nadeo Argawinata mengatakan seluruh pemain telah menjalani persiapan dengan baik selama pemusatan latihan di Bali dan siap menghadapi laga pembuka.

    “Kami sudah membahas semuanya bersama Coach John. Pertandingan pertama pasti tidak mudah, tetapi kami fokus dengan identitas permainan kami sendiri dan siap 100 persen menghadapi Kamboja,” kata Nadeo.

    Di sisi lain, Kamboja datang dengan optimisme baru. Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan sepak bola negeri itu cukup signifikan melalui program naturalisasi pemain keturunan dan peningkatan kompetisi domestik.

    Pelatih Kamboja menegaskan timnya tidak datang hanya untuk bertahan. Angkor Warriors ingin memberikan perlawanan kepada salah satu kandidat juara meski menyadari kualitas Indonesia masih berada di atas mereka.

    Indonesia juga memiliki modal positif setelah tampil meyakinkan dalam beberapa agenda internasional sepanjang tahun ini. Dukungan puluhan ribu suporter di Stadion Pakansari diperkirakan akan semakin menambah motivasi Garuda untuk membuka turnamen dengan tiga poin.

    Apabila mampu meraih kemenangan, peluang Indonesia melangkah ke semifinal akan semakin terbuka sebelum menghadapi lawan-lawan lain di Grup A. Prediksi Skor: Indonesia 3-0 Kamboja. (ntr/bua)

  • Indonesia Jamu Kamboja di Laga Pertama

    ASEAN Championship 2026

    MALANG POSCO MEDIA – Gelaran ASEAN Championship 2026 atau dulu dikenal sebagai Piala AFF 2026 akan segera bergulir pada Jumat (24/7). Sebanyak sepuluh tim akan berpartisipasi pada ajang ASEAN Championship 2026 yang akan menjadi edisi ke-16 dalam sejarah, 24 Juli hingga 26 Agustus.

    ASEAN Championship 2026 akan dibuka dengan laga dari Grup A Kamboja vs Singapura di Stadion Nasional Morodok Techo, Jumat (24/7/2026) pukul 19.00 WIB. Berselang beberapa saat, duel Timor Leste vs Vietnam di Stadion Chonburi akan dimulai pukul 20.30 WIB.

    Timnas Indonesia yang tergabung di Grup A baru beraksi pada matchday kedua, Senin (27/7/2026). Pasukan John Herdman akan menjamu Kamboja di Stadion Pakansari, Cibinong, mulai pukul 20.30 WIB, live RCTI dan GTV. Setiap tim akan memainkan dua laga kandang dan dua laga tandang. Hanya juara dan runner up grup yang berhak lolos ke semifinal.

    Thailand Masih Favorit di Grup B Tidak ada grup neraka sejauh ini dengan masing-masing grup memiliki kekuatan yang sama kuatnya. Seperti di Grup A, peta persaingan di Grup B juga tak kalah seru dengan keberadaan Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos. (*/bua)

    Jadwal Grup A Piala AFF 2026

    Jumat (24/7/2026)

    19.00 WIB – Kamboja vs Singapura

    20.30 WIB – Timor Leste vs Vietnam

    Senin (27/7/2026)

    19.00 WIB – Singapura vs Timor Leste

    20.30 WIB – Indonesia vs Kamboja

    Jumat (31/7/2026)

    17.00 WIB – Timor Leste vs Indonesia

    20.00 WIB – Vietnam vs Singapura

    Senin (3/8/2026)

    17.30 WIB – Kamboja vs Timor leste

    20.30 WIB – Indonesia vs Vietnam

    Jumat (7/8/2026)

    20.00 WIB – Vietnam vs Kamboja

    20.00 WIB – Singapura vs Indonesia

  • Membaca Sepak Bola

    Spanyol akhirnya menuntaskan misinya. Kemenangan 1-0 atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 menjadi penutup yang sempurna bagi perjalanan La Roja.

    Gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak tambahan waktu bukan sekadar penentu gelar, tetapi menjadi klimaks perjalanan yang dibangun melalui konsistensi, disiplin, dan identitas permainan yang tidak pernah berubah sejak laga pertama.

    Mungkin, hasil ini tidak terlalu mengejutkan. Sebelum partai final digelar, saya menulis “Bukan Keberuntungan” bahwa Spanyol memiliki peluang lebih besar menjadi juara. (https://malangposcomedia.kreasi.web.id/bukan-keberuntungan/)

    Bahkan sebelum putaran final Piala Dunia 2026 dimulai, saya menempatkan Spanyol sebagai kandidat terkuat raih juara. (https://malangposcomedia.kreasi.web.id/spanyol-calon-juara-piala-dunia-2026-2/)

    Ya, bukan karena kebetulan. Bukan pula karena sekadar menebak. Jujur, sepak bola bukan ilmu pasti. Tidak ada komputer, algoritma, atau kecerdasan buatan yang mampu memastikan hasil pertandingan seratus persen benar.

    Selalu ada ruang bagi kejutan. Ada faktor keberuntungan, keputusan wasit, cedera, hingga satu kesalahan kecil yang bisa mengubah arah pertandingan.

    Namun bukan berarti sepak bola tidak bisa diprediksi. Tentu prediksi yang baik lahir dari analisis. Melihat perkembangan sebuah tim, konsistensi permainan, kualitas pelatih, kedalaman skuad, statistik, mental bertanding, hingga bagaimana sebuah tim menyelesaikan pertandingan sulit.

    Semua variabel itu dapat dipelajari dan diukur. Alhamdulillah, dari sebagian besar prediksi skor yang dibuat Malang Posco Media, sebagian benar. Tepat sama angkanya. Meski juga ada yang tidak sama skornya, namun tim yang diprediksi menang, sesuai prediksi.

    Final Piala Dunia 2026 menjadi contoh yang sangat jelas.

    Laga berlangsung ketat. Argentina mampu bertahan dengan disiplin dan beberapa kali mengancam melalui transisi cepat. Messi menjadi pusat permainan, sementara Emiliano Martinez berkali-kali menggagalkan peluang Spanyol.

    Namun perlahan terlihat satu perbedaan mendasar. Spanyol tidak pernah kehilangan identitas permainannya. Mereka tetap sabar menguasai bola, terus membangun serangan dari bawah, memaksa Argentina bertahan semakin dalam, hingga akhirnya menemukan celah melalui Ferran Torres pada babak tambahan waktu.

    Inilah yang sudah terlihat sejak awal turnamen. Spanyol bukan tim yang selalu menang dengan skor besar. Tetapi mereka adalah tim yang paling konsisten.

    Ketika menghadapi Portugal, Belgia, Prancis, hingga Argentina, pola permainannya hampir tidak berubah. Mereka menguasai bola, menekan lawan dengan intensitas tinggi, menjaga organisasi pertahanan, lalu menunggu momentum tepat untuk menghukum lawan.

    Sebaliknya, Argentina banyak mengandalkan pengalaman, efektivitas serangan balik, serta kualitas individu Lionel Messi.

    Strategi itu berhasil membawa Albiceleste hingga final, tetapi menghadapi tim dengan organisasi permainan sebaik Spanyol, ruang-ruang yang biasanya muncul hampir tidak pernah tersedia.

    Messi dibuat bekerja jauh dari kotak penalti, sementara lini tengah Argentina lebih banyak mengejar bola daripada mengatur permainan. Bahkan hingga babak tambahan waktu, Spanyol tetap menjadi tim yang lebih dominan dalam mengendalikan tempo pertandingan.

    Piala Dunia 2026 memberikan pelajaran menarik. Bahwa analisis tidak selalu benar, tetapi analisis yang dibangun di atas data, performa, konsistensi, dan karakter permainan memiliki peluang jauh lebih besar untuk menjadi kenyataan.

    So, prediksi bukanlah ramalan. Prediksi adalah membaca sepak bola. Membaca arah permainan. Dan sepanjang Piala Dunia 2026, arah itu terus mengarah ke satu tim.

    Namanya Spanyol. Mereka tidak menjadi juara karena keberuntungan. Mereka menjadi juara karena memang menjadi tim terbaik sepanjang turnamen. Selamat Spanyol. (*)

  • Spanyol Catat Rekor Tak Terkalahkan Terpanjang; Raih Bintang Kedua

    MALANG POSCO MEDIA – Tim nasional Spanyol berhak menyandang bintang kedua sebagai ornamen tambahan di atas emblem seragam mereka setelah menjuarai Piala Dunia 2026. Spanyol sukses mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam partai final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7) pagi.

    Gol semata wayang Ferran Torres pada babak tambahan waktu kedua menjadi penentu kemenangan Spanyol atas Argentina yang harus bermain dengan 10 pemain lantaran Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua di pengujung waktu normal.

    Prestasi itu membuat Spanyol kini mengoleksi dua trofi Piala Dunia setelah juga menjuarai edisi 2010 di Afrika Selatan. Spanyol kini setara dengan Uruguay dan Prancis yang juga dua kali menjuarai Piala Dunia, masing-masing pada 1930 dan 1950 serta 1998 dan 2018.

    Hebatnya, Spanyol juga mencatat rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional putra seusai menekuk Argentina. Berdasarkan laporan FIFA dalam laman resminya, Spanyol tidak terkalahkan dalam 38 pertandingan dengan 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang sejak 2024 hingga Piala Dunia 2026.

    Dalam kurun waktu itu, Spanyol mampu mempertahankan identitas permainan berbasis penguasaan bola, umpan-umpan pendek, dan tekanan tinggi yang membuat mereka sulit dikalahkan oleh lawan mana pun.

    Spanyol tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan yang dilakoni sepanjang Piala Dunia 2026. Tim berjuluk La Roja itu ditahan imbang Tanjung Verde dengan skor 0-0 pada laga pembuka fase grup.

    Hasil imbang tersebut menjadi satu-satunya pertandingan di Piala Dunia 2026 ketika Spanyol gagal meraih kemenangan. Setelah itu, tim asuhan Luis de la Fuente bangkit dengan menyapu bersih delapan laga berikutnya, termasuk menaklukkan Argentina dengan skor 1-0 pada laga final. (ntr/bua)

  • Tuchel Beri Pujian, Deschamps Akui Kesalahan

    MALANG POSCO MEDIA – Pelatih Inggris Thomas Tuchel memberikan pujian setinggi-tingginya untuk mentalitas timnya yang mampu bangkit meraih kemenangan 6-4 atas Prancis pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 setelah kekalahan menyakitkan di semifinal dari Argentina dengan skor 1-2.

    Kemenangan Inggris yang dihiasi hujan gol di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu (19/7), dibintangi oleh Bukayo Saka yang mencetak hattrick atau trigol.

    “Saya memberikan pujian setinggi-tingginya kepada mentalitas para pemain yang mampu bangkit setelah menghadapi situasi sulit,” kata Tuchel, dikutip dari laman resmi timnas Inggris, Minggu.

    Sebelum laga, Tuchel mengakui sejak awal dirinya khawatir dengan kondisi fisik para pemain saat menghadapi Prancis, tim yang mendapatkan keuntungan karena memiliki waktu istirahat lebih banyak daripada Inggris.

    “Mereka memiliki jadwal yang lebih menguntungkan karena mendapat waktu istirahat satu hari lebih lama setelah semifinal, ditambah perjalanan mereka jauh lebih pendek dibanding kami,” kata Tuchel.

    “Kami harus bermain di cuaca panas, dataran tinggi, dan berbagai kondisi lainnya sepanjang turnamen. Saya memang cemas secara fisik, dan Anda bisa melihat sendiri para pemain mengalami kram dan kelelahan pada babak kedua,” tambah dia.

    Kemenangan ini adalah pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir setelah menjadi juara pada 1966. Sebelum menjadi tim peringkat ketiga, pencapaian terbaik The Three Lions adalah menempati peringkat keempat pada 1990 dan 2018.

    Pelatih asal Jerman itu juga menegaskan kemenangan atas Prancis merupakan langkah awal bagi Inggris untuk mengejar negara-negara elite dunia.

    Selain itu, kata dia, kemenangan ini juga memberinya kembali semangat setelah kekalahan dari Argentina dimana taktiknya dihujani banyak kritikan.

    “Rasa lelah mungkin baru akan benar-benar terasa setelah turnamen selesai. Besok kami masih akan merasakan sakit karena gagal mencapai final, dan perasaan itu akan bertahan cukup lama. Namun secara keseluruhan, pertandingan ini memberi saya lebih banyak energi daripada mengurasnya,” tutup dia.

    Sementara itu, pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps mengakui dirinya membuat kesalahan saat timnya menelan kekalahan 4-6 dari tim nasional Inggris. Kesalahan yang dilakukan Deschamps adalah ketika Prancis tertinggal empat gol di babak pertama.

    Setelah itu, ia melakukan perubahan cepat di babak kedua dengan memasukkan empat pemain sekaligus, yaitu Lucas Digne, Dayot Upamecano, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola.

    “Ini adalah kesalahan saya. Saya tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan pada babak pertama,” kata Deschamps, dikutip dari laman resmi FIFA, Minggu.

    “Setidaknya, pada babak kedua kami menunjukkan sesuatu, meski kekalahan ini tetap menyakitkan. Tentu saja akan jauh lebih baik jika kami bisa finis di peringkat ketiga,” tambah dia.

    Empat gol dari Inggris di babak pertama dicetak oleh Declan Rice (3′), Ezri Konsa (18′), dan Bukayo Saka (37′, 45+7′). Prancis kemudian membalas tiga gol dalam 20 menit untuk memperkecil kedudukan menjadi 3-4 lewat Kylian Mbappe (48′, 66′) dan Bradley Barcola (54′).

    The Three Lions kembali menjauh saat Saka mencetak hattrick lewat penalti (87′). Les Bleus membalas lagi melalui aksi Ousmane Dembele (90+6′), sebelum kemudian Jude Bellingham mengunci kemenangan negaranya pada detik-detik terakhir (90+8′).

    Kekalahan ini sekaligus menutup periode kepelatihan Deschamps bersama Prancis selama 14 tahun, dimana pelatih 57 tahun itu mengantarkan negaranya memenangkan Piala Dunia 2018, lalu menjadi runner-up Piala Dunia 2022, dan terakhir menjadi tim peringkat keempat Piala Dunia 2026.

    Selain itu, bersama Deschamps, Prancis juga melaju ke laga final Piala Eropa 2016 dan memenangkan Nations League 2021.

    “Secara pribadi, perjalanan bersama mereka sungguh luar biasa. Kami menghabiskan delapan pekan bersama sejak awal persiapan, dan itu merupakan pengalaman yang indah. Kekecewaan ini hanya terkait hasil di lapangan. Namun, kami juga berhasil menghadirkan emosi bagi jutaan rakyat Prancis. Inilah Piala Dunia, dan tidak ada yang lebih indah daripada itu,” tutup dia. (ntr/bua)

  • Aturan Cooling Break Dievaluasi

    MALANG POSCO MEDIA – FIFA akan mengevaluasi kebijakan hydration break atau cooling break yang diterapkan wajib sepanjang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Meski menuai pro dan kontra, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wenger menilai jeda hidrasi tidak memengaruhi hasil pertandingan.

    Pernyataan itu disampaikan Wenger menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7) waktu setempat. Menurutnya, evaluasi akan dilakukan setelah turnamen berakhir dengan mempertimbangkan aspek medis, kualitas pertandingan, hingga kenyamanan penonton.

    “Kami akan melakukan analisis setelah Piala Dunia mengenai dampaknya,” ujar Wenger, dikutip dari Reuters.

    Selama Piala Dunia 2026, FIFA mewajibkan jeda hidrasi selama tiga menit pada pertengahan babak pertama dan kedua di seluruh pertandingan. Kebijakan itu diambil untuk melindungi kondisi fisik pemain karena sebagian laga berlangsung dalam suhu yang sangat panas.

    Namun, aturan tersebut memunculkan perdebatan. Sebagian pihak menilai cooling break mengganggu ritme permainan, bahkan dianggap membuat pertandingan terasa seperti terbagi menjadi empat kuarter sekaligus memberi ruang tambahan bagi siaran iklan. Meski demikian, Wenger menegaskan berdasarkan pengamatannya, jeda tersebut tidak mengubah jalannya kompetisi.

    “Menurut saya, jeda hidrasi itu tidak mengubah hasil kompetisi. Namun kami ada di sini untuk melayani orang-orang yang menonton sepak bola,” katanya.

    FIFA memilih menerapkan aturan yang sama di seluruh laga agar tidak terjadi perbedaan perlakuan, meski kondisi cuaca di setiap kota tuan rumah sangat bervariasi, mulai dari suhu ekstrem di Amerika Serikat dan Meksiko hingga cuaca sejuk di Kanada atau pertandingan yang digelar di stadion beratap.

    Sejumlah pelatih dan pemain mendukung aturan tersebut saat laga berlangsung dalam cuaca panas. Namun, pelatih Spanyol Luis de la Fuente, kapten Belanda Virgil van Dijk, hingga pelatih Inggris Thomas Tuchel mempertanyakan penerapannya pada pertandingan di stadion tertutup atau wilayah bersuhu rendah. Sementara pelatih Uruguay Marcelo Bielsa menjadi salah satu sosok yang paling keras mengkritik aturan itu.

    Hingga kini FIFA belum memutuskan apakah cooling break akan tetap diberlakukan pada turnamen mendatang. Keputusan akhir akan diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap manfaat medis, kualitas pertandingan, dan pengalaman para penonton. (*/bua)

  • Perebutan Tuan Rumah Final Piala Dunia 2030; Maroko Tantang Dominasi Spanyol

    MALANG POSCO MEDIA – Persaingan menuju partai puncak Piala Dunia 2030 mulai memanas. Bukan di lapangan hijau, melainkan dalam perebutan status sebagai tuan rumah laga final. Maroko dan Spanyol kini sama-sama mengajukan stadion terbaiknya untuk menggelar pertandingan paling bergengsi di dunia tersebut.

    Piala Dunia 2030 akan digelar bersama oleh Maroko, Spanyol, dan Portugal. Namun hingga kini FIFA belum menetapkan stadion yang akan menjadi venue final. Situasi itu memicu persaingan sengit di antara negara tuan rumah.

    Maroko tampil percaya diri dengan proyek megastadion Hassan II di kawasan dekat Casablanca. Stadion berkapasitas 115 ribu penonton itu diproyeksikan menjadi stadion sepak bola terbesar di dunia dengan nilai pembangunan sekitar USD 12 miliar atau setara Rp215 triliun. Pembangunannya ditargetkan selesai pada akhir 2027 sebagai modal utama menjadi tuan rumah final.

    Di sisi lain, Spanyol mengandalkan dua stadion ikonik. Santiago Bernabeu di Madrid yang telah selesai direnovasi dan berkapasitas sekitar 83 ribu penonton menjadi kandidat utama. Alternatif lainnya adalah Camp Nou di Barcelona yang setelah renovasi ditargetkan mampu menampung sekitar 105 ribu penonton.

    Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Rafael Louzan, optimistis laga final layak digelar di negaranya. “Kami memiliki kapasitas organisasi yang telah terbukti selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, Spanyol akan menjadi negara yang memimpin Piala Dunia 2030 dan tempat final turnamen ini akan dimainkan,” ujarnya.

    Sementara itu, Presiden Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF), Fouzi Lekjaa, memilih bersikap tenang. Ia menegaskan hingga kini belum ada keputusan mengenai pembagian pertandingan karena seluruh proses masih dibahas bersama FIFA dan tiga negara penyelenggara.

    Apabila Stadion Hassan II terpilih, Casablanca akan mencatat sejarah sebagai kota Afrika kedua yang menggelar final Piala Dunia setelah Johannesburg pada 2010. Hingga saat ini, FIFA masih menggodok keputusan yang diperkirakan menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam persiapan Piala Dunia 2030. (*/bua)

  • FIFA Raup Rp 269 Triliun, Rekor Baru Sepanjang Sejarah

    MALANG POSCO MEDIA – Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga mencetak sejarah dari sisi bisnis. FIFA memastikan meraih pendapatan tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen empat tahunan itu dengan total pemasukan mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 269 triliun.

    Jumlah tersebut jauh melampaui proyeksi awal yang diperkirakan hanya sekitar 11 miliar dolar AS. Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan capaian itu kepada seluruh asosiasi anggota FIFA, Sabtu (19/7).

    Lonjakan pendapatan terutama berasal dari penjualan tiket dan paket hospitality, termasuk transaksi di pasar penjualan kembali (secondary market). Dalam skema tersebut, FIFA disebut memperoleh komisi masing-masing 15 persen dari pembeli dan penjual tiket, sehingga menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar sepanjang turnamen berlangsung.

    Rekor finansial ini diperkirakan akan membawa keuntungan bagi federasi-federasi anggota FIFA melalui peningkatan dana distribusi, meski hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai besaran yang akan diterima masing-masing asosiasi.

    Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi Gianni Infantino di tengah berbagai kritik dan kontroversi yang mewarnai penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Bahkan, lebih dari 200 asosiasi anggota dikabarkan telah menyatakan dukungan terhadap pencalonannya kembali sebagai Presiden FIFA pada pemilihan 2027.

    Di sisi lain, FIFA juga masih memburu pemasukan hingga laga puncak. Menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB, paket VIP dan hospitality tetap dipasarkan. Paket premium Trophy Lounge bahkan dibanderol mencapai 34.500 dolar AS atau sekitar Rp619 juta per orang.

    Kesuksesan finansial Piala Dunia 2026 pun diyakini semakin mengukuhkan turnamen ini sebagai ajang olahraga paling bernilai di dunia, sekaligus membuka peluang Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia pada edisi 2038. (*/bua)

  • Inggris Tutup Piala Dunia 2026 dengan Manis; Akhiri Penantian 60 Tahun

    MALANG POSTCO MEDIA – Timnas Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan manis. The Three Lions memastikan finis di peringkat ketiga usai menaklukkan Prancis 6-4 dalam laga perebutan tempat ketiga di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) pagi WIB.

    Laga berlangsung spektakuler dengan total 10 gol tercipta. Inggris langsung tancap gas melalui gol cepat Declan Rice pada menit ketiga, disusul Ezri Konsa (18′). Bukayo Saka kemudian menjadi bintang kemenangan lewat hattrick, termasuk dua gol di babak pertama yang membawa Inggris unggul telak 4-0 saat turun minum.

    Prancis sempat bangkit pada babak kedua. Kylian Mbappe mencetak dua gol, sementara Bradley Barcola dan Ousmane Dembele masing-masing menyumbang satu gol sehingga Les Bleus sempat memangkas ketertinggalan menjadi 5-4.

    Namun, Inggris tetap tampil tenang. Penalti Saka pada menit ke-87 memastikan hattrick sang winger Arsenal, sebelum Jude Bellingham menutup pesta gol melalui aksi solo run pada masa injury time untuk mengunci kemenangan 6-4.

    Hasil ini menjadi pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir. Setelah terakhir kali menjadi juara dunia pada 1966, The Three Lions akhirnya kembali membawa pulang medali Piala Dunia, meski hanya perunggu.

    Pelatih Thomas Tuchel mengakui medali perunggu memang belum mampu menghapus kekecewaan karena gagal melaju ke final. Namun, ia menilai anak asuhnya layak berbangga atas respons luar biasa setelah tersingkir secara menyakitkan di semifinal.

    “Pertandingan ini akan membantu kami. Ini adalah medali Piala Dunia pertama Inggris dalam 60 tahun. Saya berharap para pemain suatu hari nanti benar-benar bangga dengan pencapaian ini,” ujar Tuchel.

    Sementara itu, Bukayo Saka mengaku kekalahan dari Argentina di semifinal masih membekas. Meski demikian, ia puas bisa membantu Inggris menutup turnamen dengan hasil positif.

    “Kami kecewa gagal ke final, tetapi yang terpenting adalah mengakhiri turnamen dengan performa terbaik dan memberikan pencapaian terbaik bagi Inggris di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir,” kata Saka.

    Kemenangan dramatis ini menjadi penutup manis perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 sekaligus modal berharga untuk menatap turnamen besar berikutnya. (*/bua)