APBD Terbatas, Gandeng Swasta Bangun 3 Proyek Raksasa

Written by

in

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Keterbatasan anggaran daerah tidak membuat Pemerintah Kota Batu kehilangan taji untuk mempercantik wilayahnya. Menghadapi kebijakan efisiensi fiskal, Pemkot Batu resmi membuka pintu lebar-lebar bagi investor swasta untuk merealisasikan tiga proyek fisik strategis lewat skema pembiayaan kreatif atau creative financing.

Langkah berani ini diambil sebagai solusi cerdas agar pembangunan fasilitas publik skala besar tetap melaju tanpa harus membebani APBD. Targetnya, proyek ambisius ini diharapkan sudah mulai groundbreaking pada tahun 2027. Kepala Bappelitbangda Kota Batu Bangun Yulianto menegaskan bahwa pola pemanfaatan aset daerah menjadi kunci utama dalam memikat para pemodal.

“Kemampuan APBD kita sangat terbatas, sementara kebutuhan anggaran untuk proyek-proyek ini mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Karena itu, diperlukan pembiayaan kreatif dengan melibatkan pihak swasta,” ujar Bangun.

Bukan sekadar pembangunan biasa, ketiga proyek yang ditawarkan dirancang untuk mendongkrak sektor pariwisata, olahraga, hingga ekonomi kreatif di Kota Wisata Batu. Tiga proyek tersebut meliputi Sport Center di Kawasan Jalibar diproyeksikan menjadi pusat olahraga modern dan wadah pembinaan atlet lokal, fasilitas ini juga disiapkan untuk mampu menggelar berbagai kejuaraan olahraga tingkat regional maupun nasional.

Kemudian Mall UMKM atau Revitalisasi GOR Ganesha sekitar Alun-Alun. Lokasi yang berada di jantung kota, proyek ini akan menyulap kawasan GOR Ganesha menjadi pusat ekonomi baru yang modern. Mall ini khusus diorientasikan untuk memperluas pasar produk-produk kreatif lokal unggulan.

Selanjutnya Spiritual Botanical Garden yang juga di Kawasan Jalibar akan mengusung konsep healing center. Destinasi baru ini memadukan ruang terbuka hijau (RTH) yang asri dengan aktivitas pemulihan jiwa serta wisata spiritual.

“Untuk target eksekusi 2027 dan kami akan meyakinkan para investor. Pemkot Batu menerapkan skema kerja sama pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Salah satunya melalui pola Bangun Guna Serah (BGS) atau Build-Operate-Transfer (BOT). Melalui skema ini, swasta akan membangun dan mengelola proyek dalam jangka waktu tertentu sebelum nantinya aset tersebut dikembalikan ke pemerintah daerah,” paparnya.

Kabar baiknya, proses ini bukan lagi sekadar wacana di atas kertas. Bangun mengungkapkan bahwa seluruh kajian awal proyek telah rampung. Peluang investasi emas ini juga sudah dipajang secara resmi melalui platform Investment Project Ready to Offer (IPRO) milik DPMPTSP Kota Batu.

“Pembahasan bersama DPRD akan segera kami lakukan begitu konsep kerja sama dan calon investor mulai mengerucut. Target kami, investor kompeten sudah didapatkan sehingga realisasi fisik bisa dimulai pada 2027,” ungkapnya.

Melalui lompatan strategis ini, Pemkot Batu berharap geliat ekonomi kota terus meroket, lapangan kerja baru terbuka luas, dan fasilitas publik berkelas dunia bisa dinikmati warga tanpa harus menguras kantong daerah.(eri/lim)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *