MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Ratusan warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, menggelar kegiatan kirab tasyakuran dalam rangka menyambut Bulan Safar dan kirim doa bagi leluhur, Sabtu (18/7) malam. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan tradisi budaya lokal.
Koordinator kegiatan Malviado Rizzal Pratama menyampaikan, kirab ini melibatkan kurang lebih 150 hingga 200 warga yang terdiri dari perwakilan muda-mudi mulai dari RW 1 hingga RW 4.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerukunan dan keselamatan desa. Harapannya agar desa kita tetap aman, tenteram, dan ayem,” terang Edo, sapaan Malviado kepada Malang Posco Media.
Disaksikan warga setempat di sepanjang jalan raya tersebut, para muda mudi dan warga memulai iring-iringan dengan berjalan kaki dari titik kumpul di Jembatan Kalisari, menuju lokasi utama di Punden Mbah Kabul yang terletak di area New Wisata Wendit.
Edo menyebut, konsep tasyakuran dengan iring-iringan tumpeng dan dilengkapi seni Bantengan ini dipilih karena memiliki nilai budaya. Yakni meneruskan tradisi yang telah dilakukan sejak lama.
“Kami tidak ingin melupakan peninggalan tradisi leluhur. Dengan kirab ini, kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga seni dan budaya agar tidak terlupakan,” tambahnya.

Setelah tiba di lokasi utama, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan kirim doa untuk leluhur yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Edo berharap, kegiatan tahunan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas agar tetap menjaga eksistensi budaya dan kerukunan di tengah perkembangan zaman.
“Pesan kami, jangan lupa untuk melestarikan dan menjaga tradisi nenek moyang. Seni dan budaya harus tetap dijaga,” pungkasnya. (ian/lim)

