MALANG POSCO MEDIA – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui Program Kampung Lingkar Kampus (KLK) dan Mahasiswa Membangun Mitra (3M), FTAB UB menyerahkan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah plastik kepada warga Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (30/6/2026).
Program pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) FTAB UB, yakni Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku Ketua DPL, bersama Dr. Retno Damayanti, STP., M.P., dan Tunjung Mahatmanto, STP., M.Si., Ph.D. sebagai anggota DPL.

Kegiatan ini menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi antara sivitas akademika FTAB UB dengan masyarakat dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi tepat guna. Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan, serta SDGs 12 terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Kegiatan di Balai RW 3 Kelurahan Ketawanggede itu dihadiri Lurah Ketawanggede Raden Agung Harjaya Buana, S.E., M.S.E., Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede, para Ketua RW dan RT, dosen pembimbing, serta mahasiswa FTAB UB. Sebanyak 40 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.

Acara diawali dengan sambutan Ketua DPL, Nur Lailatul Rahmah. Dalam sambutannya ia menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
“Sampah saat ini tidak lagi dipandang sebelah mata karena sampah masa kini dapat diubah menjadi cuan dengan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Momentum utama kegiatan ditandai dengan penyerahan mesin pencacah plastik dari FTAB UB kepada Pemerintah Kelurahan Ketawanggede. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Lurah Ketawanggede, Raden Agung Harjaya Buana.
Selain menyerahkan mesin, tim mahasiswa juga memberikan modul pembelajaran serta x-banner sebagai media edukasi agar masyarakat lebih mudah memahami pemanfaatan teknologi tersebut.
Tidak berhenti pada penyerahan alat, mahasiswa FTAB UB juga memberikan pelatihan mengenai tata cara pengoperasian mesin, prosedur perawatan, hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Edukasi dilakukan secara interaktif agar masyarakat mampu mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui teknologi tepat guna tersebut, FTAB UB berharap volume sampah plastik di Kelurahan Ketawanggede dapat berkurang sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah plastik melalui proses pencacahan sebagai tahap awal daur ulang. Program ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha berbasis masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Lurah Ketawanggede, Raden Agung Harjaya Buana, mengapresiasi sinergi yang dibangun antara Universitas Brawijaya dan masyarakat. Menurutnya, bantuan teknologi tersebut tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi juga berpotensi memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat kelurahan.
“Kami berharap bantuan teknologi tepat guna ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung dalam menjawab permasalahan lingkungan di Kelurahan Ketawanggede,” ujarnya.
Ketua Tim Mahasiswa FTAB UB, Alvin, menjelaskan bahwa program dirancang tidak sekadar memberikan bantuan alat, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pendampingan secara menyeluruh.
“Teknologi akan memberikan dampak apabila dapat digunakan secara mandiri oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami tidak hanya menyerahkan mesin pencacah plastik, tetapi juga menyediakan modul dan media edukasi agar proses transfer pengetahuan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ungkap Alvin.
Keunggulan program ini terletak pada pendekatan yang komprehensif. Teknologi tepat guna tidak hanya diserahkan kepada masyarakat, tetapi juga disertai pelatihan teknis, pendampingan penggunaan, serta penyediaan media pembelajaran sehingga pemanfaatannya dapat terus berlanjut.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, FTAB UB berharap Program Mahasiswa Membangun Mitra dan Kampung Lingkar Kampus mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Kehadiran teknologi tepat guna diharapkan menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan sampah plastik sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
#UBBerdampak #UniversitasBrawijaya_SDG8 #UniversitasBrawijaya_SDG11 #UniversitasBrawijaya_SDG12 #SDG8:Pekerjaan_Layak_Dan_Pertumbuhan_Ekonomi – Decent Work and Economic Growth #SDG11:Kota_Dan_Permukiman_Yang_Berkelanjutan – Sustainable Cities and Communities #SDG12:Konsumsi_Dan_Produksi_Yang_Bertanggungjawab – Responsible Consumption and Production #KampungLingkarKampus #MahasiswaMembangunMitra. (*/bua)
Leave a Reply