Gunung Semeru Tampak Bertopi Awan

Malang Posco Media, Malang – Pemandangan tidak biasa terlihat di puncak Gunung Semeru, Selasa (21/7) sore kemarin. Di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa ini dikelilingi kabut awan sehingga dari kejauhan Gunung Semeru tampak tertutup topi.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Endrip Wahyutama P mengatakan adanya topi di atas puncak Gunung Semeru merupakan fenomena biasa. Topi yang mengelilingi puncak gunung itu dipastikan Endrip merupakan kumpulan awan.

“Sejak sore sampai dengan malam ini kami belum mendapatkan laporan terjadinya aktivitas vulkanologi dari PVMBG Gunung Semeru,’’ kata Endrip saat dihubungi Malang Posco Media, tadi malam.

Dia mengatakan bahwa PVMBG Gunung Semeru akan selalu merilis data terbaru terkait aktivitas Gunung Semeru. “Karena tidak ada rilis, maka bisa dipastikan bahwa yang mengelilingi puncak Semeru bukan kabut asap. Namun kumpulan awan. Dan itu normal di atas puncak gunung berapi,’’ urainya.

Endrip  menyebutkan laporan PVMBG Gunung Semeru  terjadi  15 kali letusan di Gunung Semeru di hari Selasa (21/7) sejak pukul 00.00-06.00. Dari 15 kali itu guguran awan hanya terjadi 4 kali, dan 1 kali terhembus angin.  “Saat ini status Gunung Semeru di level III (Siaga),’’ ucapnya.

Endrip juga mengatakan PVMBG Gunung Semeru mengeluarkan rekomendasi  seriing dengan status tersebut. Yaitu pertama agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,’’ katanya.

Selain itu masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Dan terakhir  masyarakat harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung  Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Ucapan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Purwoto. Dia mengatakan bahwa fenomena  kabut menyelimuti puncak Gunung Semeru merupakan hal yang wajar. Dia menyebutkan bahwa kabut tersebut merupakan kumpulan awan. “Itu sepertinya kumpulan awan. Belum ada laporan dari PVMBG terkait adanya letusan di Gunung Semeru sejak sore tadi,’’ pungkasnya.(ira/jon)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *