Konservasi di Pesisir Malang Selatan Curi Perhatian Pegiat Lingkungan Korea

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG –  Potensi wilayah Malang Selatan mendapat ketertarikan dari mancanegara. Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Trash Center Korea Selatan menyambangi beberapa pantai untuk belajar model pendampingan akar rumput dalam hal konservasi.

Delegasi Trash Center Korea Selatan didampingi langsung oleh lembaga konservasi dan pemberdayaan masyarakat independen, Sahabat Alam Indonesia (SALAM) yang berbasis di Malang.  Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/7) lalu itu turut datang para akademisi Unitri, International Cultural Foundation (ICF), Nanjing University of Aeronautics and Astronautics (NUAA) dan Asian Cultural Landscape Association (ACLA).

Pegiat konservasi sekaligus Pendiri Sahabat Alam Indonesia, Andik Syaifudin menjelaskan kedatangan para pihak tersebut menjadi momentum memperkuat kerja sama internasional di bidang pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat pesisir Malang Selatan.

“Keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada perlindungan kawasan, tetapi juga pada penguatan masyarakat yang hidup di sekitarnya. Kami berbagi pengalaman pendampingan bersama Trash Center, ICF, serta akademisi,” urai Andik.

Mereka berkunjung ke Pantai Sendangbiru, meninjau tanggul penahan abrasi yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat serta mengelilingi laut kawasan Cagar Alam Sempu. Rombongan juga mengunjungi  Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur.

“Delegasi dan akademisi berdialog dengan masyarakat nelayan mengenai kondisi sosial dan ekonomi, tantangan pengelolaan sampah, hingga persoalan sampah laut yang semakin kompleks,”  beber Andik.

“Kami juga memperkenalkan berbagai program pendampingan yang mencakup perlindungan kawasan laut dan hutan lindung tersisa di Malang Selatan,” sambungnya.

Delegasi juga melihat masyarakat  dalam mengembangkan kuliner hasil laut sebagai alternatif mata pencaharian.

“Kunjungan delegasi Korea Selatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan konservasi berbasis masyarakat yang dikembangkan di pesisir Malang Selatan mulai mendapat perhatian di tingkat internasional,” pungkas Andik. (den/jon)

Pilihan Editor