MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Jawa Timur dipastikan menjadi daerah kunci dalam upaya mewujudkan swasembada susu nasional. Provinsi ini menyumbang hampir 58 persen dari total produksi susu dalam negeri, sehingga keberhasilan peningkatan produktivitas peternak di Jawa Timur dinilai akan sangat menentukan tercapainya target kemandirian pangan nasional.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq usai memimpin Rapat Koordinasi Strategi Kemandirian Susu Nasional di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, Selasa (21/7). Rakor tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah di Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, koperasi peternak, hingga pelaku industri persusuan, termasuk PT Nestlé Indonesia.
Hanif mengungkapkan, produksi susu dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 8 hingga 20 persen kebutuhan nasional. Kondisi tersebut membuat Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan industri maupun konsumsi masyarakat.
“Hari ini kita bersama-sama di Jawa Timur karena provinsi ini berkontribusi hampir 58 persen terhadap produksi susu nasional. Kita paham produksi susu nasional baru mampu memenuhi sekitar 8 sampai 20 persen kebutuhan nasional. Karena itu, langkah koordinasi secara menyeluruh wajib kita lakukan,” ujarnya.
Menurut Hanif, pemerintah sebenarnya telah memiliki peta jalan (roadmap) swasembada susu yang disusun Kementerian Pertanian. Namun, implementasinya masih perlu disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kami meyakini Menteri Pertanian telah menyusun roadmap secara detail. Namun roadmap itu perlu kami sesuaikan kembali dengan dinamika di lapangan agar program ini bisa berjalan dengan presisi,” katanya.
Ia menegaskan, penguatan sektor persusuan merupakan bagian dari agenda besar ketahanan pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Setelah fokus meningkatkan produksi beras dan jagung, pemerintah kini mulai mengakselerasi pengembangan komoditas strategis lain seperti gula, garam, dan susu.
Hanif menilai, target tersebut tidak mungkin dicapai hanya mengandalkan pemerintah. Sinergi dengan pelaku industri, koperasi, hingga peternak menjadi faktor utama keberhasilan.
“Harus ada keterlibatan pelaku di hilir. Tanpa itu pemerintah tidak akan sanggup bekerja sendirian. Semua instrumen yang ada harus digunakan bersama untuk membangun kemandirian pangan,” tegasnya.
Dalam paparannya, Hanif menyebut Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan dua provinsi penyangga utama produksi susu nasional. Jawa Timur berkontribusi sekitar 57,9 persen, sedangkan Jawa Barat sekitar 10 persen.
Menurutnya, apabila produktivitas dan kualitas susu di dua provinsi tersebut terus meningkat, ketahanan pangan nasional akan semakin kuat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Kalau kualitas dan produksinya di dua provinsi ini bisa terus ditingkatkan, maka ketahanan pangan kita akan jauh lebih kuat,” ujarnya.
Selain peningkatan produksi, Hanif juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan sebagai penyangga sumber air yang menopang sektor pertanian dan peternakan. Ketersediaan air dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas peternakan sapi perah.
Di sisi lain, pemerintah memprioritaskan pembenahan tata kelola sektor persusuan sebagai langkah awal menuju swasembada susu. Menurut Hanif, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang harus diselesaikan, mulai dari sistem tata niaga, ketersediaan pakan ternak (stock feed), hingga pengendalian penyakit hewan.
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki tata kelola. Masih ada sejumlah kesenjangan yang harus diselesaikan. Selain itu, kami juga membahas ketersediaan stock feed untuk ternak serta penanganan berbagai penyakit yang menyerang ternak sebagai fondasi utama peningkatan produksi,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang Hj Lathifah Shohib menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk mendukung program pemerintah pusat dalam meningkatkan produksi susu nasional. Menurutnya, Kabupaten Malang selama ini menjadi salah satu sentra produksi susu terbesar di Indonesia sehingga memiliki peran penting dalam mewujudkan target swasembada.
“Kabupaten Malang mendukung penuh program pemerintah pusat, terutama peningkatan produksi susu. Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah penghasil susu yang cukup diperhitungkan secara nasional,” pungkasnya. (rex/aim)

