Ajari Anak Sekolah Dalam Penyelamatan Penyu, BSTC Sebut Kolaborasi Dunia Pendidikan Sangat Krusial

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Aksi nyata Bajulmati Sea Turtel Conservation (BTSC) dan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) dalam melestarikan satwa laut dinilai menjadi angin segar di tengah banyaknya tantangan berat yang dihadapi para aktivis konservasi satwa saat ini. Keterlibatan aktif dunia akademik dinilai mampu memberikan dampak masif untuk menggugah kesadaran masyarakat agar hidup berdampingan dengan alam.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), Sutari, usai melepaskan tukik bersama anak-anak SD Negeri 2 Tambaksari dan juga mahasiswa di Pantai Bajulmati, Kabupaten Malang, Rabu (23/7/2026).

“Ada banyak tantangan dalam melakukan konservasi alam ini. Kami melakukan penyelamatan terhadap penyu mulai 2009. Dari situ mulai banyak kegiatan yang dilakukan. Kita hidup berdampingan dengan alam, maka konservasi ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” ujar Sutari.

Sutari sangat mengapresiasi langkah Unikama yang tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga menggandeng anak-anak usia dini dari SDN 2 Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi konservasi yang luar biasa karena menjadi habitat bagi lima dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia.

“Luar biasa sekali karena dari tujuh jenis atau spesies penyu di dunia, lima jenis diantaranya ada di Kabupaten Malang,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unikama, Prof. Sudi Dul Aji, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk terus bergerak dalam pembangunan negeri, termasuk dalam hal penyelamatan lingkungan. Pengenalan konservasi sejak dini kepada anak-anak sengaja dilakukan agar rasa cinta terhadap alam dapat tertanam kuat sejak masa pertumbuhan mereka.

“Anak-anak harus dikenalkan mengenai konservasi alam sejak dari kecil. Sehingga kecintaan dalam melestarikan alam tertancap sejak dini. Selain itu kegiatan ini juga memang bertepatan dengan agenda memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli,” kata Prof. Sudi

Bukan hanya melakukan pelepasliaran tukik, dalam kesempatan ini anak-anak dan mahasiswa yang terlibat langsung juga diajak mengenal lebih jauh mengenai konservasi melalui kelas alam yang diisi langsung oleh Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC).

Ilmu yang didapatkan dari kelas alam ini ke depan harus ditularkan kepada lingkungan kampus. Sehingga gerakan nyata mencintai alam tidak berhenti dan terus berlanjut sebagai bentuk tanggungjawab bersama.

Sudi berharap kerja sama dengan BSTC tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan terus berlanjut dan ilmunya dapat ditularkan ke lingkungan kampus.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mengikuti kelas alam untuk mengenal jenis-jenis penyu, tetapi juga diajak melakukan aksi nyata berupa penanaman pohon mangrove dan melepasliaran tukik secara langsung ke laut.

Kegiatan ini disambut positif oleh siswa dan siswi serta mahasiswa yang terlibat langsung. Mereka senang karena mengenal lebih jauh tentang berbagai jenis tumbuhan hingga hewan laut yang harus terus dilindungi.

Reno Dafa, salah satu siswa SDN 2 Tambakasri yang ikut serta, mengaku sangat antusias dengan pengalaman baru yang ia dapatkan di pesisir pantai tersebut.

“Senang sekali, karena diajak pelepasan tukik, diajak nanam pohon juga,” ucap Reno gembira. (ntr/nug)

Pilihan Editor