MALANG POSCO MEDIA, MALANG –Pengembangan kawasan Wisata Gantangan Malang Satu Titik di Lowokdoro Kota Malang belum dapat dilakukan secara maksimal. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 20 miliar untuk menyelesaikan pembangunan sesuai grand design yang telah disusun.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menyampaikan, dari total Rencana Anggaran Biaya (RAB) grand desain awal gantangan tersebut sekitar Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar. Namun sampai saat ini anggaran hanya sejumlah Rp 6 miliar saja.
“Karena efisiensi belanja, kami belum bisa lagi menyentuh ke sana dan tahun depan juga belum ada. Tapi tidak mangkrak, gantangan itu masih aktif, bahkan ada kegiatan rutin,” ujar Baihaqi kepada Malang Posco Media, Rabu (22/7)
Dengan anggaran yang ada, Baihaqi menyampaikan pihaknya memilih untuk memfokuskan alokasi dana pada perbaikan dan penataan lahan. Beberapa prioritas perbaikan tersebut nanti meliputi pemerataan kontur tanah, pengaspalan atau pavingisasi area parkir, penambahan pagar, serta pembangunan fasilitas pendukung seperti paddock, tempat istirahat burung sementara, dan penambahan pohon penghijauan.
Meski pembangunan fisik belum optimal, Baihaqi menyebutkan bahwa aktivitas di Gantangan Lowokdoro tetap berjalan. Agenda rutin lomba burung telah tersaji secara berkala di hari tertentu.
“Hari Senin biasanya itu untuk latihan-latihan. Lalu ada rutin di hari Rabu, Jumat dan Sabtu. Jadi tiap Senin, Rabu, Jumat, Sabtu itu sudah ada agenda rutin. Kejuaraan-kejuaraan lomba burung juga di sana,” sebut Baihaqi.
Terkait adanya pembuangan sampah liar oleh oknum masyarakat di sekitar lokasi hingga kembali viral di media sosial, Baihaqi memastikan telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk melakukan penanganan serta pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Termasuk, pihaknya juga telah memantau dan mengantongi identitas terduga oknum yang sering membuang sampah di lokasi tersebut.
“Alhamdulillah ini dalam proses dan kami sudah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Ada upaya-upaya untuk menanggulangi jangan sampai ada pembuangan sampah di sana,” pungkas Baihaqi. (ian/aim)

