MALANG POSCO MEDIA – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di ruas Jalan Tol Malang Pandaan, Rabu (22/7) kemarin petang. Kali ini lokasi kejadiannya di KM 76+600 Kabupaten Malang.
Informasi yang dihimpun Malang Posco Media (MPM), laka lantas tersebut melibatkan minibus Hiace nopol B 7463 WDA dengan truk Hino nopol DA 8984 CH sekitar pukul 18.09 WIB.
Di dalam kendaraan Hiace terdapat sembilan orang terdiri dari delapan penumpang dan satu driver. Para penumpang yang menjadi korban rata-rata berasal dari Makassar.
Dalam insiden itu tiga penumpang kendaraan Hiace tewas dan sejumlah lainnya terluka. Korban dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Selain itu adapula yang dilarikan ke RS Lawang Medika.
“Tiga orang meninggal dunia. Ada juga luka berat,” ujar Panit PJR Jatim 4, Iptu Wahyudi, saat dikonfirmasi Malang Posco Media.
Penumpang Hiace meninggal dunia yakni Burhanudin asal Makassar, Oktavia Tristanto asal Gowa Sulawesi Selatan, satu korban meninggal dunia lainnya belum diketahui identitasnya (masih penelusuran). Ketiga jenazah dibawa ke RSSA Kota Malang.
Sedangkan penumpang yang mengalami luka-luka Erniawati, 40 tahun, Putri, 28, Yusdalifa, 42, Bilgis Nur Fara, 8, dan M Yusuf S. 2 tahun. Seluruh korban luka ini berasal dari Makassar.
Sedangkan pengemudi kendaraan Hiace, Awang Darmawan asal Adyna Resident, Tasikmadu Malang dalam kondisi sehat. Sedangkan pengemudi truk Hino, Adolfus Gelu asal Kalimantan Barat dalam kondisi sehat.
Hingga pukul 20.17 WIB tadi malam, petugas kepolisian masih melakukan penanganan; evakuasi kendaraan, olah tempat kejadian perkara (TKP), maupun pendataan para korban.
‘’Kendaraan Hiace dari Surabaya mengarah ke Malang. Sesampainya di TKP KM 76+600 hendak mendahului truk Hino di depannya, namun driver Hiace kurang konsentrasi hingga menabrak truk Hino,” jelas Wahyudi.
Kendati demikian, pihaknya bersama Satlantas Polres Malang terus melakukan pendalaman penyebab pasti laka lantas tersebut.
Akibat kejadian tersebut, bagian bodi depan hingga tenggah kendaraan Hiace mengalami ringsek parah.
“Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan, ” tandas Iptu Wahyudi. (den/van)

