Hadir di Harlah PKB Jakarta Nurochman Siapkan Eco Gen untuk Aksi Iklim di Kota Batu

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, JAKARTA – Hadir langsung dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke 28 Tahun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Ketua DPC PKB Kota Batu Nurochman membawa misi besar untuk arah baru politik di Kota Batu. Tidak sekadar seremoni ulang tahun, ajang nasional ini dimanfaatkan PKB Kota Batu untuk menegaskan komitmennya dalam memperkuat identitas sebagai Green Party (Partai Hijau) yang adaptif dan inklusif.

Menjawab tantangan krisis iklim yang kian nyata, DPC PKB Kota Batu bersiap melakukan aksi konkret di daerah dengan meluncurkan gerakan kepemudaan berbasis lingkungan.

“Untuk merespons kondisi terkini terkait krisis iklim dengan langkah nyata, kami akan mendeklarasikan Eco Gen sebagai upaya aksi bersama melestarikan lingkungan,” ujar Nurochman kepada Malang Posco Media, Kamis (23/7).

Langkah pembentukan Eco Gen sejalan dengan komitmen PKB Kota Batu untuk beradaptasi dengan peta demografi yang kini didominasi oleh generasi muda. Memasuki periode kepengurusan baru 2026–2031, DPC PKB Kota Batu secara terbuka mengajak Gen Z untuk masuk dan berkolaborasi dalam struktur partai.

Menurut Nurochman, politik hari ini harus tampil dengan wajah yang humanis, terbuka, dan riang gembira. Menariknya PKB Kota Batu memadukan matangnya pengalaman politisi senior dengan energi serta gaya komunikasi politik Gen Z yang kritis dan dinamis.

“Selain itu, PKB Kota Batu terbuka bagi seluruh elemen masyarakat mulai dari seniman, budayawan, petani, pedagang, pengusaha, hingga praktisi profesional untuk menghadirkan komitmen dan kecerdasan demi kebaikan wong mBatu,” tegas Cak Nur sapaan akrabnya.

Tak hanya merangkul di dalam struktur, PKB Kota Batu juga menaruh perhatian besar pada pendidikan politik generasi muda yang merupakan pemilih dominan dan rasional. Untuk menjembatani hal tersebut, PKB akan menggandeng lembaga-lembaga pendidikan melalui program Executive – Parliament Visit.

Program ini dirancang agar tidak ada kesenjangan komunikasi dan interaksi antara anak muda dengan para pemangku kebijakan. Langkah adaptif ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi internal atas kinerja praktisi politik selama ini.

“Politik tidak boleh hanya pragmatis, tetapi harus memiliki komitmen berkelanjutan. Kita harus membaca pergeseran sikap serta daya kritis masyarakat agar wajah politik kita semakin baik ke depan,” tegas Cak Nur menutup wawancara. (eri/lim)

Pilihan Editor