MALANG POSCO MEDIA, KOTA MALANG – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Pemerintah Kota Malang kembali menggelar Malang City Expo VII di Malang City Point pada 23–26 Juli 2026. Pameran tahunan ini menjadi ajang promosi produk unggulan UMKM dan Koperasi Merah Putih sekaligus ditargetkan mampu mencatatkan transaksi hingga Rp1 miliar selama pelaksanaan.
Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi, Fiter Baresman Silaen, mengatakan Malang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki pasar yang potensial dengan daya beli masyarakat yang cukup tinggi. Kondisi tersebut diharapkan mampu mendongkrak penjualan para pelaku usaha yang mengikuti pameran.
Tidak hanya diikuti pelaku UMKM dari Malang Raya, pameran ini juga menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Ciamis. Menurut Fiter, ajang seperti Malang City Expo menjadi kesempatan penting bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produknya kepada konsumen baru.
“Dengan momen seperti ini, orang semakin mengetahui produk mereka. Setelah mencoba dan merasakan kualitasnya, mereka akan kembali mencari produk tersebut,” ujarnya saat ditemui di lokasi pameran, Kamis (23/7).
Selain mendorong promosi, Kemenkop juga menjadikan pameran ini sebagai sarana mempercepat transformasi digital UMKM. Seluruh peserta didorong menggunakan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS.
Menurut Fiter, digitalisasi transaksi menjadi langkah penting karena dapat membangun rekam jejak keuangan pelaku usaha. Catatan transaksi digital tersebut nantinya memudahkan UMKM maupun koperasi saat mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan.
“Kami berharap pertumbuhan UMKM terus meningkat. Pasar di Malang sebenarnya sangat besar, hanya saja banyak produk lokal yang belum terinformasi dengan baik kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menilai penyelenggaraan Malang City Expo akan memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi daerah.
“Setiap event yang digelar di Kota Malang pasti berdampak terhadap transaksi ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Apalagi kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM Kota Malang maupun Malang Raya,” ujarnya.
Dalam pameran tersebut, Pemkot Malang juga menghadirkan dua Koperasi Kelurahan Merah Putih, yakni Arjowinangun dan Bandungrejosari. Selain itu, sejumlah koperasi desa dari Malang Raya turut memamerkan berbagai produk unggulan hasil produksi anggotanya.
Eko berharap kehadiran koperasi-koperasi tersebut dapat memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan dan desa.
Meski jumlah pengunjung pada hari pertama masih relatif terbatas karena bertepatan dengan hari kerja, pihaknya optimistis kunjungan akan meningkat signifikan saat akhir pekan.
“Kami berharap omzet selama penyelenggaraan pameran ini bisa mencapai sekitar Rp1 miliar,” pungkasnya. (fir/aim)

