Ada Motif Singa Bertindik Simbol Persatuan dan Kebangkitan
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Arema FC resmi meluncurkan jersey terbaru yang akan dikenakan untuk musim 2026/2027, yang dimulai dari ajang Piala Presiden 2026. Peluncuran tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan Singo Edan, menyambut kompetisi musim ini, yang memadukan identitas baru yang memadukan sejarah, karakter klub, dan semangat baru.
Chief Business & Commercial Officer (CBO) Arema FC Irma Prianti mengatakan, jersey terbaru bukan sekadar perlengkapan bertanding. Ia mengatakam, bahwa jersey ini juga menjadi simbol kebanggaan dan identitas klub, yang ingin terus dijaga.

“Jersey bagi Arema FC bukan sekadar perlengkapan pertandingan. Jersey adalah representasi identitas, kebanggaan, sejarah, sekaligus semangat baru yang ingin kami bawa dalam menyambut musim kompetisi,” bebernya dalam konferensi pers di Kandang Singa, Sabtu (25/7) sore.
Irma menjelaskan, tampilan jersey ini merefleksi saat momen kebangkitan sebagi klub mandiri, di tahun 2008 lalu. “Momentum Piala Presiden menjadi awal yang tepat untuk memperkenalkan wajah baru Arema FC kepada seluruh Aremania,” ujarnya.
Untuk jersey kandang, Arema FC tetap mempertahankan warna biru sebagai identitas utama klub. Namun kali ini, warna tersebut dihadirkan dalam nuansa biru navy sebagai bentuk penghormatan terhadap jersey Arema, saat musim 2008, yang cukup membuka memori ingatan Aremania.
Bersama manajer operasional Arema FC Sudarmaji dan Official Store Manager Tjiptadi Purnomo, Irma mengatakan, bahwa pemilihan warna navy tidak hanya menghadirkan nuansa nostalgia. Akan tetapi juga mencerminkan karakter yang lebih kuat, elegan, dan berwibawa.
“Kami tetap mempertahankan biru sebagai identitas utama Arema FC. Kali ini kami menghadirkannya dalam nuansa navy yang lebih kuat dan elegan. Filosofinya adalah bagaimana Arema FC terus tumbuh menjadi klub yang semakin matang tanpa pernah meninggalkan sejarahnya,” katanya.
Sementara itu, jersey tandang menggunakan warna putih tulang (off white). Warna tersebut dipilih sebagai penyegaran dari identitas jersey tandang Arema yang selama ini identik dengan warna putih.

Irma menjelaskan, warna putih tulang melambangkan kesederhanaan, ketenangan, serta semangat untuk selalu kembali pada nilai-nilai dasar sepak bola, yakni sportivitas, kerja keras, dan kebersamaan.
“Selain memberikan tampilan yang lebih elegan, warna ini juga menjadi pembeda dibandingkan jersey-jersey Arema FC pada musim-musim sebelumnya,” imbuhnya.
Untuk penjaga gawang, Arema FC memperkenalkan dua pilihan warna, yakni biru muda dan merah. Biru muda melambangkan ketenangan, fokus, dan kepercayaan diri sebagai benteng terakhir pertahanan tim, sedangkan merah merepresentasikan keberanian, determinasi, dan semangat pantang menyerah.
Salah satu pembeda utama jersey Arema FC musim ini terletak pada penggunaan motif jacquard bermotif bunga lotus atau teratai yang menghiasi seluruh permukaan kain. Motif tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap Kota Malang sekaligus menggambarkan filosofi ketangguhan.
“Motif Lotus menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas Kota Malang. Kami ingin jersey ini tidak hanya membawa nama Arema FC, tetapi juga memperkenalkan simbol dan kebanggaan daerah kepada masyarakat sepak bola Indonesia,” tuturnya.
Melalui peluncuran jersey tersebut, manajemen berharap identitas baru yang diusung mampu memperkuat ikatan emosional antara klub dan Aremania, sekaligus menjadi simbol semangat baru menghadapi Piala Presiden 2026 dan Super League 2026/2027. (rex/jon)

