MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Gerakan perempuan di Malang Raya memasuki babak baru. Srikandi Malang Raya resmi bertransformasi menjadi Dewi Pertiwi. Gerakan perempuan dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia) tersebut tidak hanya fokus pada kegiatan kebugaran, tetapi juga memperluas peran dalam pemberdayaan perempuan melalui penguatan UMKM, pendidikan politik, hingga pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Hal itu disampaikan Ketua Srikandi Kota Malang, Kristina Yanuarti, S.S., saat senam Zumba Party yang digelar di McD Arjosari, Minggu (26/7). Kristina mengatakan, senam Zumba Party yang diikuti sekitar 200 peserta dari wilayah Malang Raya tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan Dewi Pertiwi kepada masyarakat secara lebih luas, setelah sebelumnya, kegiatan serupa juga telah digelar untuk internal anggota.
“Ke depannya kami akan lebih luas lagi, bukan cuma senam. Kami akan mewadahi UMKM, pendidikan politik, juga kalau ada permasalahan anak-anak atau kekerasan perempuan, kami akan terjun di situ,” terang Kristina.
Menurut dia, transformasi dari Srikandi menjadi Dewi Pertiwi turut memperluas cakupan kegiatan, khususnya dalam pendidikan politik dan regenerasi perempuan. Perempuan, kata Kristina, tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelengkap dalam pemilu maupun pilkada.
Kristina menegaskan, Dewi Pertiwi terbuka bagi seluruh perempuan. Keanggotaan organisasi tersebut tidak terbatas pada kader atau anggota partai tertentu. Saat ini, jumlah anggota Dewi Pertiwi di Kota Malang telah mencapai sekitar 110 orang.
“Intinya, kami mewadahi perempuan-perempuan ini supaya bisa lebih optimal lagi untuk berkontribusi,” tegas Kristina yang juga merupakan Anggota Komisi B DPRD Kota Malang ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Zumba Party Srikandi Malang Raya, Merlin Debora N. S.Psi, SE., menambahkan, kegiatan olahraga ini dipilih karena kesehatan perempuan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam keluarga dan masyarakat.
“Perempuan harus sehat dulu. Kalau perempuannya sehat, otomatis keluarganya, anak-anaknya pasti akan terpelihara dengan baik,” tuturnya.
Debora menyampaikan, kegiatan Zumba ini akan terus digelar secara rutin. Setiap Sabtu pada pekan ketiga, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor DPD PSI Sawojajar. Sementara Zumba Party di McD Arjosari digelar sebagai bagian dari pengenalan Dewi Pertiwi kepada masyarakat sekaligus hasil kerja sama dengan pihak McD.
Pembina Srikandi Malang Raya, Saila El Azkiya, menilai kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas kebugaran. Zumba Party juga menjadi ruang silaturahmi dan mempererat kebersamaan antarperempuan.
“Tidak hanya aktivitas kebugaran, tapi juga sebagai ajang silaturahmi dan simbol kebersamaan untuk saling mengenal satu dengan yang lain,” katanya.
Saila berharap, transformasi Srikandi menjadi Dewi Pertiwi semakin mendorong perempuan untuk aktif bergerak, berdaya dan berkontribusi dalam perubahan bangsa. “Karena kalau perempuannya berdaya, nanti akan lahir keluarga yang kuat dan masyarakat yang sejahtera pastinya,” tandas istri Wakil Wali Kota Malang tersebut. (ian/aim)

