MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang mencatat lima kejadian kebakaran beruntun yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Malang dalam kurun waktu dua hari, Jumat hingga Sabtu (25/7). Rentetan insiden kebakaran tersebut terjadi di lima kecamatan berbeda, yakni Lawang, Singosari, Karangploso, Pagelaran, dan Wagir.
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (24/7) pukul 10.00 WIB di sebuah pabrik pengolahan kayu pelet di Jalan Anjasmoro, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang. Api bersumber dari sisa pembakaran sampah yang ditinggalkan, lalu merembet ke tumpukan kayu akibat cuaca panas dan angin kencang.
Masih di hari yang sama pukul 13.40 WIB, api membakar rumpun bambu (barongan) di dekat pemukiman warga Gang Tulip, Tanjungtirto, Kecamatan Singosari. Insiden yang memicu penanganan secara manual oleh tiga personel. Kebakaran juga disebabkan oleh pembakaran sampah yang merembet ke ranting kering.
Memasuki sore hari pukul 16.00 WIB, kebakaran melanda tempat pembuangan akhir (TPA) non-aktif seluas 1.000 meter persegi di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso. Api yang bersumber dari reaksi alami gas metan baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 21.00 WIB oleh tim gabungan Damkar dan staf kecamatan.
Rentetan kebakaran berlanjut hingga Sabtu (25/7) dini hari pukul 01.15 WIB, tempat usaha pemotongan kayu milik Nur Kholis, 52, di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, terbakar diindikasikan akibat puntung rokok. Kebakaran ini mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Tak berselang lama, sekitar pukul 02.45 WIB, pabrik pengolahan kayu pelet seluas 15 x 25 meter milik Rio di Dusun Jaten, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, juga hangus terbakar. Diduga api berasal dari mesin pemotong kayu yang menimbulkan percikan hingga membesar diterpa angin kencang.
Komandan Pleton (Danton) Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang, Andik Minarko, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian kejadian tersebut berhasil ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa.
“Kebakaran paling sering terjadi karena kelalaian kecil,” beber Andik.
Ia mengimbau agar masyarakat membersihkan tumpukan sampah kering di sekitar rumah, terutama saat musim kemarau.
Terkait aktivitas di dapur, petugas pemadam mengingatkan kepada masyarakat agar tidak meninggalkan kompor menyala saat memasak. Bila harus pergi, kompor dipastikan benar-benar mati terlebih dahulu.
Selain itu, agar mengecek selang dan regulator gas secara rutin. Diimbau untuk mengganti selang minimal dua tahun sekali.
“Kemudian dalam kebiasaan sehari-hari, kami mengimbau kepada masyarakat agar mematikan lilin dan obat nyamuk bakar sebelum tidur atau keluar rumah,” lanjut Andik seraya meminta agar puntung rokok dibuang di asbak dan dipastikan benar-benar padam total.
Ia menambahkan untuk mencegah kebakaran dengan mencabut colokan jika tidak dipakai, terutama setrika, mejikom, kipas angin, dan charger HP.
“Kami juga mengimbau agar kompor dijauhkan dari hal yang mudah terbakar seperti kain, tisu, plastik, dan minyak. Guna antisipasi, masyarakat menyediakan karung goni basah atau APAR ringan di dapur,” pungkasnya. (den/jon)

