Langit Kota Batu Siap Dipenuhi Penerbang Dunia, BISTF 2026 Siap Digelar di Gunung Banyak

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Pesona lanskap Kota Batu dari ketinggian akan segera menjadi panggung utama ajang olahraga berskala internasional. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu bersiap menggelar agenda tahunan bergengsi bertajuk Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 Paragliding Accuracy League yang akan berlangsung mulai 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Berpusat di arena ikonik Gunung Banyak, kejuaraan ketepatan mendarat (paragliding accuracy) ini tak hanya menjadi ajang adu ketangkasan atlet nasional, tetapi juga magnet bagi para penerbang mancanegara.

Untuk menyajikan ajang kelas dunia, Disparta Kota Batu menggandeng sederet asosiasi olahraga dirgantara terkemuka. Seperti Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur, Persatuan Olahraga Dirgantara Gantolle dan Paralayang Indonesia (PGPI) dan Paragliding Accuracy Championship International (IPAC).

Langkah kolaboratif ini menegaskan posisi Kota Batu sebagai destinasi unggulan sport tourism. Mengudara dari ketinggian 1.315 meter di atas permukaan laut (mdpl), para atlet akan disuguhkan panorama hijau dan hamparan Kota Batu yang memukau—sebuah perpaduan sempurna antara kompetisi sengit dan rekreasi alam.

Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto menegaskan bahwa BISTF bukan sekadar panggung olahraga, melainkan mesin penggerak ekonomi warga. Mengaca dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, event ini terbukti mampu memicu lonjakan ekonomi yang signifikan.

“Melalui event ini, kita tidak hanya menyedot perhatian wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi bawah. Pada penyelenggaraan terdahulu, UMKM di sekitar venue mampu meraup omzet hingga Rp 4 juta hanya dalam 4 hari. Sektor perhotelan, moda transportasi, hingga kuliner pun memanen hasil serupa,” ujar Onny kepada Malang Posco Media, Minggu (26/7).

Kehadiran para atlet yang umumnya dibersamai oleh tim dan keluarga selama beberapa hari diperkirakan akan kembali menggenjot tingkat okupansi dan aktivitas ekonomi di Kota Batu. Onny menambahkan, Disparta berkomitmen untuk terus memperbanyak event berbasis sport tourism yang disesuaikan dengan karakteristik alam Kota Batu.

“Fasilitas di Gunung Banyak terus kita lengkapi. Banyak atlet luar negeri yang mengaku jatuh cinta dengan pemandangan Kota Batu dari udara. Kami ingin menjadikan spot ini sebagai lokasi favorit gelaran dirgantara tingkat dunia,” imbuh Mantan Kadiskominfo ini.

Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari Wali Kota Batu Nurochman. Menurut Cak Nur sapaan akrab Wali Kota, sport tourism memiliki kedudukan strategis yang lebih luas dari sekadar arena perebutan medali.

“Sport tourism adalah ruang bertemunya ragam budaya, tempat tumbuhnya kolaborasi, sekaligus peluang emas untuk memamerkan kekayaan lokal kepada dunia,” tegas Cak Nur.

Melalui BISTF 2026, Pemkot Batu makin mantap mengukuhkan identitas daerahnya sebagai kota tujuan sport tourism berkelas dunia yang mengandalkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan warganya.

Ke depan, Pemkot Batu berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan berkelanjutan, mulai dari penguatan infrastruktur olahraga hingga penyiapan SDM atlet dan pelatih lokal agar mampu bersaing di kancah global. (eri/lim)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *