MBG SDN Kauman 1 Dihentikan, DPRD Desak Evaluasi Total Dapur SPPG

Written by

in

,

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kauman 1 Kota Malang dihentikan sementara setelah puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan berupa mual, sakit perut hingga muntah dan diare yang diduga akibat keracunan makanan. Penghentian dilakukan menyusul keluarnya hasil uji laboratorium yang menemukan adanya kontaminasi bakteri pada salah satu menu MBG. Yakni telur.

Sejumlah orang tua siswa menyambut baik dipublikasikannya hasil pemeriksaan laboratorium. Mereka berharap kasus serupa tidak kembali terulang dan anak-anak dapat kembali fokus mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Fafa (bukan nama sebenarnya), salah satu wali murid SDN Kauman 1, mengaku sempat khawatir hasil uji laboratorium tidak akan diumumkan kepada publik. Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut menjadi pelajaran penting bagi orang tua agar lebih waspada.

“Karena memang kami sempat mengira hasil uji lab ini sepertinya tidak akan dipublikasikan. Tapi dengan begini kami bisa lebih waspada. Ke depannya saya juga akan mengingatkan anak untuk mengecek makanan sebelum dimakan. Sudah beberapa hari ini MBG juga tidak dikirim setelah kejadian itu,” ujarnya, Selasa (28/7).

Sejak distribusi MBG dihentikan, Fafa memilih membekali anaknya dengan makanan dari rumah. Meski harus menyiapkan bekal setiap hari, ia mengaku lebih tenang karena mengetahui kualitas dan kebersihan makanan yang dikonsumsi anaknya.

“Mungkin tidak sevariatif menu MBG, tapi saya lebih tenang karena yang memasak saya sendiri. Saya juga tahu makanan yang disukai anak sehingga tidak banyak tersisa,” katanya.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo mendesak Pemerintah Kota Malang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyedia MBG.

Menurutnya, seluruh dapur SPPG harus dipastikan menjalankan standar operasional dan standar keamanan pangan sesuai ketentuan pemerintah pusat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Dengan adanya kejadian ini tentu kami sangat menyesalkan. Padahal sebelumnya Badan Gizi Nasional sudah melakukan evaluasi dan menegaskan seluruh dapur SPPG harus bekerja sesuai standar operasional dan baku mutu yang telah ditetapkan. Namun kenyataannya masih muncul dugaan keracunan makanan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” tegasnya.

Komisi D DPRD Kota Malang berharap hasil evaluasi tidak hanya berhenti pada penanganan kasus di SDN Kauman 1, tetapi juga menjadi dasar penguatan sistem pengawasan kualitas makanan pada seluruh dapur penyedia MBG di Kota Malang demi menjamin keamanan pangan bagi para siswa. (ian/aim)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *