Pemkot Hitung Kemampuan Anggaran untuk Usulan CPNS Guru 2027

Berita Lainya

Berita Terbaru

​MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat rata-rata sekitar 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) memasuki masa purna tugas atau pensiun setiap tahunnya. Fenomena ini berdampak signifikan pada ketersediaan tenaga pendidik (guru) yang saat ini statusnya dinilai sangat kurang.

​Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu, Santi Restuningsasi, mengungkapkan bahwa untuk tahun 2026 ini saja, jumlah ASN yang pensiun mencapai 116 orang dari berbagai tingkatan jabatan.

​”Batas usia pensiun untuk struktural eselon 3 dan 4 adalah 58 tahun. Sedangkan untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau eselon 2, batas usianya hingga 60 tahun. Dari semua tingkatan itu, tahun ini ada 116 orang yang pensiun,” ujar Santi.

​Santi mengakui, dalam tiga tahun terakhir Pemkot Batu belum melakukan perekrutan guru baru. Sementara itu, berdasarkan hasil diskusi bersama Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), kebutuhan akan tenaga pendidik di Kota Batu sudah dalam kondisi yang sangat mendesak.

​Guna menyiasati kekosongan guru yang terjadi selama ini, Pemkot Batu memaksimalkan potensi tenaga honorer serta mengoptimalkan jam mengajar guru yang ada.

​”Untuk mengisi kekosongan ini, kemarin tenaga honorer diangkat oleh Dindik. Merekalah yang menggantikan tugas selama ini. Selain itu, teman-teman guru yang memiliki ijazah linier dan bisa mengajar, kita berikan tugas tambahan mengajar,” jelasnya.

​Melihat kondisi tersebut, BKPSDM Kota Batu tengah membidik peluang untuk membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2027 mendatang, dengan fokus utama pada formasi guru. Kendati demikian, rencana tersebut harus melalui kalkulasi yang matang terkait kemampuan keuangan daerah.

​”Insya Allah, tahun 2027 kami usulkan untuk CPNS. Namun, kami harus menghitung dulu kapasitas belanja pegawai kita. Jika nanti hitungannya memang cukup dan memungkinkan, kami akan bersurat ke BKN (Badan Kepegawaian Negara) untuk mengusulkan formasi khusus guru,” pungkasnya. (eri/lim)

Pilihan Editor