MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Langkah pemulihan hubungan hidup dan penghidupan bagi masyarakat setelah menjalani hukuman di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) terus diperkuat di Malang. Salah satunya melalui Griya Abhipraya Mandiri Tumpang di Jalan Pahlawan Barat, Desa Kebonsari, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Pada Kamis (9/7) pagi, terlihat sekitar delapan warga binaan atau klien pemasyarakatan tengah menjalani pembimbingan oleh petugas Griya Abhipraya Mandiri Tumpang. “Griya Abhipraya Mandiri, Bapas Kelas I Malang ini rumah harapan bagi warga binaan atau klien yang sementara menjalani integrasi,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, saat ditemui di Griya Abhipraya Mandiri Tumpang, Kamis (9/7).
Selain sebagai tempat pembimbingan, Griya Abhipraya Mandiri juga sebagai tempat lapor diri bagi para warga binaan yang tengah menjalani integrasi sosial. “Kemudian fungsi Griya Abhipraya sebagai tempat lapor. Karena seorang warga binaan yang menjalani pembebasan bersyarat (PB) atau reintegrasi sosial, mereka masih wajib lapor,” imbuh Kusnali.
Kehadiran Griya Abhipraya Mandiri Tumpang ini menjadi solusi di tengah luasnya cakupan wilayah kerja Bapas Kelas I Malang, yang mengampu sebanyak 3.729 klien pemasyarakatan. “Biasanya wajib lapor itu harus datang langsung ke kantor Bapas Malang. Kalau domisili mereka lebih dekat ke Bapas Malang, ya berarti langsung ke Malang. Tapi bagi yang domisilinya di sekitar Griya Abhipraya Tumpang ini, ya mereka lapornya ke sini saja biar tidak repot dan lebih efisien,” urai Kusnali.
Sementara itu, Manajer Program Griya Abhipraya Mandiri Tumpang, Makruf Rijohan mengatakan, saat ini klien pemasyarakatan khusus daerah Tumpang dan sekitarnya berjumlah sekitar 30 orang. “Di sini ada bimbingan kemandirian, seperti pelatihan budidaya ikan lele. Harapan kami, klien yang sudah kami bimbing dan awasi bisa kembali ke masyarakat dengan baik dan tidak ada pengulangan tindak pidana kembali,” pungkasnya. (den/udi)

