Kukuhkan Dewan Pendidikan Kota Malang, Fokus Jaga Mutu Pendidikan dan Cegah Bullying

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, resmi mengukuhkan jajaran pengurus Dewan Pendidikan Kota Malang di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), Kamis (23/7). Dalam pengukuhan tersebut, Wahyu menekankan pentingnya peran strategis Dewan Pendidikan sebagai mitra pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Malang.

Ia menjelaskan, pengurusan Dewan Pendidikan periode kali ini diisi oleh wajah-wajah baru dari beragam latar belakang, mulai dari perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta, pemerhati pendidikan, hingga para pelaku pendidikan, dengan hanya menyisihkan satu orang pengurus dari periode sebelumnya.

MPM-DANA

“Kami berharap pengurus baru ini dapat meneruskan kolaborasi, kemitraan, pendampingan, serta pergerakan pendidikan yang sudah berjalan baik sebelumnya,” ujar Wahyu, usai prosesi pengukuhan.

Ia menambahkan, keberadaan Dewan Pendidikan yang heterogen ini diharapkan mampu memberikan masukan konstruktif bagi Pemerintah Kota Malang. Sehingga turut berkontribusi dalam mempertahankan predikat Kota Malang sebagai Kota Pendidikan yang menjadi rujukan nasional.

Apalagi, Wahyu menyebut Kota Malang ini didukung oleh demografi yang kondusif, fasilitas yang lengkap, serta institusi pendidikan berkualitas dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, baik umum maupun berbasis keagamaan. Untuk prioritas kerja kedepan, Wahyu menyoroti pentingnya untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah ada.

Dari aspek akademik, selama ini Kota Malang sebenarnya telah berada pada posisi unggul. Hal ini seperti ditunjukkan dalam berbagai indikator seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan capaian nilai TKA (Tes Kemampuan Akademik) tertinggi di Jawa Timur beberapa waktu kemarin. Namun, peran Dewan Pendidikan sangat dibutuhkan untuk peningkatan kualitasnya.

“Walaupun sebenarnya prestasi siswa dan mahasiswa di Kota Malang ini secara umum sudah baik, tapi masukan dari pakar pendidik dari Dewan Pendidikan ini penting bagi kami. Sehingga kualitas pendidikan di Kota Malang kedepannya akan makin baik,” tutur Wahyu.

Termasuk, yang tidak boleh ketinggalan untuk menjadi perhatian khusus Dewan Pendidikan adalah adanya kasus kekerasan anak yang notabene justru terjadi di lingkungan sekolah. Berdasarkan data dari Kementerian PPA, 71 persen kasus kekerasan anak, kebanyakan terjadi di lingkungan yang bernafas pendidikan. Sehingga harus ada upaya pencegahan kekerasan dengan kerjasama dan sinergi lintas sektor.

“Kami berharap nanti kita saling berjalan, juga bisa menekan, terkait perundungan anak, bullying dan hal-hal yang lain yang akhirnya mempengaruhi terkait dengan tempat pendidikan yang ada di Kota Malang,” tutupnya. (ian/aim)

Anggota Dewan Pendidikan Kota Malang Periode 2026-2030

1. Tri Oky Rudianto Prastijo, S.E., M.Si.;

2. Dr. Ir. Aladin Eko Purkuncoro, S.T., M.T.;

3. Wahyu Widodo, S.H., M. Hum, Ph.D.;

4. Muchammad Fahazza, S.T.;

5. Ir. Maria Anisa, S.T., M.M., C.SS.C.Pst., C.PS., C.CL;

6. Arif Subekti, S.Pd., M.A.;

7. Khalikussabir, S.E., M.M.;

8. Dodik Teguh Pribadi, M.Pd;

9. Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, MA;

10. Drs. Syamsul Arifin, M.Ed.;

11. Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, S.T., M.T., Ph.D., IPM, ASEAN Eng.

Pilihan Editor