MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus mematangkan persiapan program angkutan kota (angkot) khusus pelajar. Untuk menjamin keamanan dan ketepatan operasional, Dishub akan menerapkan sistem pemantauan digital yang akan terpasang di setiap armada yang terlibat.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjelaskan, sistem ini dirancang untuk memantau pergerakan armada secara real-time. Dengan sistem tersebut, pengelola koperasi angkot dapat memantau jarak tempuh, waktu operasional, serta jumlah siswa yang diangkut.
“Ini adalah upaya kami untuk memastikan layanan angkutan pelajar berjalan optimal dan tepat sasaran. Setiap armada yang bekerja sama wajib dilengkapi dengan alat pemantau agar setiap pergerakan dapat terlacak dengan akurat,” ujar Jaya, sapaannya, Rabu (1/7) kemarin.
Sistem pemantauan itu nantinya menggunakan aplikasi khusus yang dibuat oleh koperasi angkot. Di dalam aplikasi itu, selain terpantau secara real-time pergerakannya, juga tercatat secara transparan berapa kilometer yang ditempuh. Sehingga dengan dasar itu, Dishub bisa memberi subsidi untuk program angkot.
“Termasuk nanti ada laporannya, berapa kendaraan, berapa pelajar yang diangkut, dan sebagainya. Karena kan kami membeli (jasa) per kilometernya,” jelas Jaya.
Untuk program tersebut, Jaya juga menegaskan adanya Standar Operasi Prosedur (SOP) seperti yang telah disepakati sebelumnya. Selain wajib menggunakan seragam kepada para pengemudi, aturan ketat juga diberlakukan, seperti larangan merokok, mengoperasikan HP sembarangan selama masa operasional berlangsung, dan beberapa lagi lainnya. Ia menekankan, kepatuhan terhadap SOP menjadi syarat mutlak bagi koperasi angkot yang berpartisipasi.
“Progresnya tinggal sedikit lagi kok. Dari Biro Hukum Provinsi Jatim sudah selesai, sudah dikembalikan ke Bagian Hukum Pemkot Malang, jadi bisa segera diundangkan Perwalnya. Lalu tinggal menunggu sistem monitoring selesai. Target kami, bisa beroperasi maksimal Juli ini,” pungkasnya. (ian/van)
Leave a Reply