Dikelola Lebih Modern Tetap Perhatikan Kelestarian Alam
MALANG POSCO MEDIA– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang mendukung dan mendorong rencana investasi untuk pengembangan kawasan wisata Pantai Ngliyep yang terletak di Kecamatan Donomulyo.
Sementara itu, PD Jasa Yasa selaku pengelola Pantai Ngliyep menjajaki lima investor yang tertarik kemudian mengerucut pada dua investor asal Semarang dan Jakarta.
Nilai investasi pengembangan pantai yang terletak di Malang Selatan tersebut sebesar Rp 100 miliar lebih. Namun demikian, analisis dampak lingkungan (amdal) tetap menjadi pertimbangan.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando H. Matondang, menjelaskan bahwa status lahan di kawasan Pantai Ngliyep sudah menjadi bagian dari aset milik Pemkab Malang, yang dikelola PD Jasa Yasa.
“Berkaitan dengan pengembangan dan perencanaan kami serahkan sepenuhnya kepada PD Jasa Yasa. Dari sisi Disparbud, kami membantu proses perizinan sampai dengan hubungan keperawisataan. Aset itu milik Pemkab Malang sehingga proses perizinan pasti akan mudah. Kami akan mendorong” urai Firmando, Minggu (5/7) kemarin.
Meskipun tahapan kerja sama saat ini masih pada fase pengenalan awal, Firmando menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kelestarian alam dan sejarah dalam kawasan wisata tersebut nantinya.
“Tentunya pariwisata itu akan maju, kuat, dan berkembang bahwa historikalnya itu harus dibawa. Nilai kekuatan alam tetap dipertahankan, agar wisatawan dapat menikmati keindahan anugerah Sang Pencipta,” ucap Firmando.
Selain itu, ia berharap konsep arsitektur fisik bangunan yang akan dikembangkan oleh investor nantinya tetap mengekspresikan nilai seni dan kebudayaan lokal.
Kini, Disparbud masih menunggu detail rancangan desain (masterplan) resmi dari investor dan PD Jasa Yasa. Guna mendukung konektivitas di area wisata, diharapkan Dinas Bina Marga memperhatikan infrastruktur.
“Kami juga mengajukan CSR ke Bank Jatim untuk rencana pembangunan semacam gapura di pintu Jalur Lintas Selatan (JLS),” tandas Firmando.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Jasa Yasa, R. Djoni Sudjatmoko, menyatakan ada lima investor yang melirik pantai Malang Selatan untuk dikembangkan.
“Nanti kami pilih yang lebih bisa memberikan pengembangan yang lebih besar untuk area pantai Malang Selatan secara keseluruhan. Nanti kami akan tinjau dari pengalaman atau bukti nyata dari investor di tempat yang lain. Saat ini sedang proses pengkajian kami,” kata Djoni.
Ia mengaku bahwa Pemkab Malang siap memback-up total perizinan karena demi kemajuan wisata dan pertumbuhan ekonomi di Malang Selatan, terlebih infrasturktur jalan kini sudah dibuka lebar menuju JLS.
“Maka, Pantai Ngliyep yang dalam pengelolaan BUMD tentunya harus mengacu pada pengembangan ekonomi Malang Selatan, karena potensinya di sana luar biasa,” ujar Djoni.
“Pantai Ngliyep bisa menjadi trigger pengelolaan secara lebih profesional dengan melibatkan pendanaan yang besar sehingga menarik wisatawan secara masif,” sambungnya.
Pantai Ngliyep akan dikelola lebih modern dengan tetap memperhatikan kelestarian alam.
“Amdal tetap menjadi pertimbangan utama. Analisanya nantinya komprehensif,” lanjut Djoni seraya menyampaikan investor ini bergerak di bidang wisata yang memang fokus di atraksi alam.
“Ada lima investor yang tertarik, tapi kami mengerucut ada dua yang bagus dari Semarang dan Jakarta,” ujarnya.
Saat ditanya nilai investasi secara khusus pengembangan Pantai Ngliyep, Djoni kemudian mengatakan di kisaran di atas Rp 100 miliar. Skema kerjasamanya sesuai aturan; ada kontribusi tetap dan kontribusi variabel.
“Jadi, jangka panjang nanti mungkin 15 tahun bisa diperpanjang 10 tahun. Kalau memang membawa dampak yang baik bisa diperpanjang,” kata Djoni.
Ia menambahkan, bahwa realisasi kerja sama dengan investor pengembangan Pantai Ngliyep disebut sudah ada penentuan di bulan Juli ini.
“Bulan ini sudah ada penentuan supaya launching di akhir tahun sudah bisa. Minggu depan ini ada pertemuan-pertemuan lagi,” tandas Djoni. (den/van)

