Libur Sekolah 2026
MALANG POSCO MEDIA-Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat pergerakan positif kunjungan wisatawan selama periode libur sekolah tahun 2026. Berdasarkan data rekapitulasi sementara hingga Sabtu (4/7) malam, total kunjungan wisatawan ke Kota Batu telah menyentuh angka 226.278 kunjungan. (baca grafis)
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, mengungkapkan lonjakan ini dipicu oleh tingginya antusiasme masyarakat luar daerah untuk menghabiskan masa libur sekolah anak-anak di Kota Batu. Angka tersebut diperoleh dari hasil pemantauan kolektif terhadap 90 usaha akomodasi/hotel serta 49 Daya Tarik Wisata (DTW) yang tersebar di Kota Batu sejak 22 Juni lalu.
“Hingga Sabtu malam pukul 18.55 WIB, data masuk yang tercatat baru sekitar 22,18 persen. Namun, pergerakan wisatawan sudah sangat luar biasa, mencapai 226.278 kunjungan secara grand total sementara,” ujar Onny Ardianto kepada Malang Posco Media, Minggu (5/7) kemarin.
Dari total data yang dihimpun, sektor akomodasi mencatat performa yang sangat impresif. Pada akhir pekan kemarin, tingkat okupansi (keterisian kamar) hotel harian di Kota Batu sukses menyentuh angka 81,46 persen dengan catatan 536 kunjungan baru dalam sehari.
Secara akumulatif sejak awal periode libur sekolah (22 Juni 2026), total wisatawan yang menginap di jaringan hotel Kota Batu telah mencapai 21.478 wisatawan, dengan rata-rata persentase akumulasi okupansi sebesar 67,42 persen.
Sementara itu, sektor Daya Tarik Wisata (DTW) tetap menjadi penyumbang angka terbesar bagi pariwisata Kota Batu. Akumulasi kunjungan ke berbagai destinasi wisata, mulai dari wisata alam hingga theme park, telah menembus 203.201 wisatawan.
“Untuk kunjungan harian di DTW per Sabtu kemarin tercatat ada 715 wisatawan, atau secara persentase harian berada di angka 22,45 persen,” imbuh Onny.
Meski angka yang tercatat sudah cukup fantastis, Onny menjelaskan bahwa jumlah riil pergerakan wisatawan di lapangan dipastikan jauh lebih besar daripada data yang dilaporkan saat ini.
Hal ini dikarenakan data yang masuk belum mencakup seluruh pelaku usaha pariwisata secara menyeluruh. Ada beberapa sektor yang memang dikecualikan dalam pelaporan periodik ini.
“Sektor yang dikecualikan seperti wisatawan yang berkunjung ke jasa usaha kuliner (restoran, kafe, rumah makan). Kemudian data wisatawan yang menginap di fasilitas homestay atau vila, karena pihak paguyuban belum melaporkan datanya secara kolektif,” ungkapnya.
Pihak Disparta Kota Batu memprediksi tren positif ini akan terus bertahan bahkan meningkat, mengingat periode pemantauan libur sekolah ini masih akan berlangsung hingga 13 Juli 2026 mendatang.
Pemkot Batu pun terus mengimbau para pelaku usaha jasa wisata untuk menjaga kualitas pelayanan demi kenyamanan dan keamanan para pelancong.
Di sisi lain, Disparta Kota Batu juga merilis data akumulasi kunjungan wisatawan secara umum sepanjang tahun 2026 (Januari hingga Mei). Hingga akhir Juni ini, total rekapitulasi kunjungan wisatawan ke Kota Batu telah menembus angka 4.435.717 kunjungan.
Berdasarkan data bulanan, puncak kunjungan tertinggi terjadi pada bulan Mei lalu yang sukses menembus angka 1.139.948 wisatawan. Disusul bulan Januari sebanyak 982.893 kunjungan, April sebesar 889.632 kunjungan, Maret sebanyak 824.374 kunjungan, dan Februari sebanyak 598.870 kunjungan. Untuk data total bulan Juni sendiri saat ini masih dalam proses penghimpunan.
Onny menambahkan, total capaian 4,4 juta wisatawan dalam lima bulan pertama ini baru mengacu pada posisi prosentase data masuk sebesar 36,95 persen dari target tahunan.
”Melihat performa di paruh pertama tahun ini, ditambah peak season libur sekolah yang sedang berjalan, kami optimis target kunjungan wisatawan Kota Batu hingga akhir Desember nanti dapat tercapai secara maksimal,” pungkasnya. (eri/van)

