Dinas Ketahanan Pangan Luncurkan Aplikasi Si Berani; Sarana Hubungkan ASN dengan Poktan dan Gapoktan

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan mengenalkan aplikasi Si Berani (Sistem Belanja ASN Terintegrasi). Aplikasi tersebut merupakan sarana menghubungkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan kelompok tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai produsen beras lokal melalui sistem pemesanan terintegrasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mahila Surya Dewi, mengatakan Aplikasi Si Berani diluncurkan sebagai upaya meningkatkan konsumsi beras lokal oleh para ASN. “Melalui aplikasi ini harapan kami dapat meningkatkan konsumsi beras lokal secara terstruktur, kemudian serapan gabah petani meningkat karena menyerap secara langsung,’’ katanya.

Selain itu, dengan aplikasi tersebut diharapkan kesejahteraan petani meningkat dan dapat memperkuat ketahanan pangan. “Bagi ASN yang ingin membeli beras, cukup masuk di platform digital yaitu beras,malangkab.go.id. Halaman pertama terlampir Sistem Penjualan Beras, dan katalog produk beras,’’ tambahnya.

Dia menyebutkan, ASN dapat memilih kategori beras di katalog produk. Baik beras medium maupun beras ekonomis. “Platform digital ini sudah mulai kami kenalkan. Bahkan, pada Rabu (8/7) lalu saat sosialisasi Perilaku ASN Sehat di Ruang Gerha Bakti Praja BKPSDM juga kami kenalkan. Prinsipya kami ingin ASN Kabupaten Malang menggunakan beras lokal produk Kabupaten Malang untuk dikonsumsi,’’ ujarnya.

Terkait dengan sosialisasi perilaku ASN Sehat, Mahila mengatakan kegiatan itu dimanfaatkan untuk launching inovasi Tahes Komes (Ketahanan Pangan, Bebas Stunting, Ekonomi Produktif Berkelanjutan, Masyarakat Sehat). Inovasi itu juga terus diperkuat implementasinya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. Salah satunya melalui Sosialisasi Perilaku ASN Sehat beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan yang diikuti Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian perangkat daerah se-Kabupaten Malang, diharapkan mampu menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen ASN dalam menerapkan budaya hidup sehat yang selaras dengan implementasi. “ASN memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan publik secara cepat, tepat, terbuka, adil, dan tidak diskriminatif. Untuk itu, aparatur dituntut memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul, profesional, serta didukung kondisi fisik dan mental yang sehat,’’ tambahnya.

Lebih lanjut Mahila menyampaikan bahwa kesehatan ASN merupakan fondasi utama dalam menjaga produktivitas pelayanan publik. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Malang terus menguatkan implementasi Core Values BerAKHLAK melalui berbagai program yang mendorong ASN menjadi pribadi yang sehat, kreatif, inovatif, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Kegiatan sosialisasi ini digelar oleh BKPSDM Kabupaten Malang. Sedangkan kami mendukung didalamnya dengan membawakan materi platform digital seperti yang saya jelaskan,’’ pungkasnya. (ira/udi)

Pilihan Editor