MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang meningkatkan langkah antisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang selama musim kemarau. Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengatakan, antisipasi perlu dilakukan karena beberapa tahun lalu terbukti pernah terjadi kebakaran di TPA yang ada di Kelurahan Mulyorejo tersebut.
Menurutnya, salah satu upayanya yakni petugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Supit Urang secara rutin melakukan pengurukan tanah pada timbunan sampah. Selain itu, pihaknya juga melakukan penyiraman area TPA agar suhu timbunan sampah tidak terlalu tinggi.
“Kondisinya memang cukup panas, sehingga penyiraman tetap kami lakukan. Pengiriman sampah juga kami atur waktunya sebagai bagian dari antisipasi,” ujar Raymond kepada Malang Posco Media, Minggu (12/7)
Berbeda dengan penyiraman menggunakan air biasa, Raymond menyebut pihaknya memanfaatkan cairan bakteri yang berasal dari limbah susu. Cairan tersebut berfungsi membantu mengurangi produksi gas metana yang menjadi salah satu pemicu kebakaran di TPA.
Sebelumnya, gas metana di TPA Supit Urang sebenarnya sempat dimanfaatkan sebagai sumber energi beberapa waktu lalu. Namun, fasilitas tersebut rusak akibat kebakaran yang terjadi sekitar empat hingga lima tahun lalu. Sehingga hingga kini belum dapat difungsikan kembali secara maksimal.
“Karena pemanfaatan gas metana belum optimal, kami menekan pembentukannya melalui penyiraman menggunakan bakteri dari limbah susu,” tambahnya.
Penyiraman dilakukan dua kali setiap pekan dengan cakupan area sekitar delapan hektare. Langkah tersebut diharapkan mampu menurunkan risiko kebakaran sekaligus menjaga kondisi TPA tetap aman selama musim kemarau. “Kami berharap di TPA Supit Urang tetap kondusif dengan sejumlah upaya yang telah kami lakukan tersebut,” tutup Raymond. (ian/aim)

