MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Saniman Wafi’ S.Tr.Par memanfaatkan agenda reses dengan menggelar dialog serap aspirasi. Politisi PKB ini gelar dialog di Gedung Panca Krida Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang, Selasa (7/7).
Dalam kegiatan tersebut, berbagai usulan warga diterimanya sebagai perwakilan rakyat. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hingga dukungan terhadap pelaku seni dan pemuda.
Wafi mengatakan, forum reses kali ini juga menghadirkan para pegiat kesenian, seperti bantengan, jaran kepang, dan Al Banjari. Menurutnya, pelestarian seni budaya menjadi salah satu perhatian yang perlu mendapat dukungan dari pemerintah.
Sebagai bentuk dukungan tersebut, pihaknya telah menyerahkan bantuan sebanyak 28 unit sound system kepada kelompok-kelompok kesenian di wilayah tersebut.
“Bantuan ini kami harapkan bisa menunjang aktivitas para pegiat seni agar terus melestarikan budaya sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda,” ujar wakil rakyat dari Dapil Kedungkandang, tersebut.

Selain sektor kesenian, aspirasi masyarakat juga banyak berkaitan dengan dunia pendidikan. Saniman Wafi mengungkapkan, pihaknya terus mengawal berbagai program bantuan pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP).
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Malang ini menyebut, sebelumnya telah diperjuangkan sekitar 1.000 kuota PIP, dengan sekitar 800 penerima telah memperoleh manfaat dari program tersebut. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan forum diskusi untuk menyampaikan berbagai persoalan di bidang pendidikan.
“Usulan masyarakat masih didominasi persoalan pendidikan, tetapi ada juga aspirasi di luar pendidikan yang akan kami perjuangkan,” katanya.
Di bidang kesehatan, persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan juga menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan warga. Menurut Saniman, berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal.
Ia juga mengajak kalangan pemuda untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan lingkungan. Menurutnya, pembangunan Kota Malang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi masyarakat hingga tingkat RT dan RW.
“Saya berharap teman-teman pemuda ikut memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Malang, dimulai dari lingkungan masing-masing. Program seperti RT Berkelas juga membutuhkan keterlibatan masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” pungkasnya. (rex/van)
Leave a Reply