Belajar Membangun Kebiasaan Sehat

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat terus meningkat. Namun, kesibukan bekerja hingga minimnya pendampingan membuat banyak orang gagal menjaga konsistensi berolahraga.

Melihat kondisi tersebut, Hanum Sufiyah ikut dan aktif berbagi sebagai coach melalui Women’s Wellness Community yang berawal dari Nutrition Club (NC).  Latihan tidak hanya dilakukan di studio. Peserta juga bisa memilih kelas outdoor maupun berlatih dari rumah sesuai kebutuhan.

Di studio yang dimilikinya, jadwal latihan berlangsung setiap hari dengan dua sesi utama pada pukul 07.00 dan 19.00 WIB.  Peserta juga diarahkan menyusun pola makan sehat tanpa harus menjalani diet ekstrem atau diet ketat atau mengonsumsi obat-obatan.

Sarapan bergizi, konsumsi dua liter air putih, camilan sehat, hingga menghitung kebutuhan kalori menjadi bagian dari pembiasaan sehari-hari.

“Kami tidak melarang makan enak. Yang penting peserta paham kebutuhan tubuhnya dan belajar membangun kebiasaan sehat secara bertahap,” katanya.

Menurut Hanum, perubahan terbesar justru bukan angka di timbangan. Banyak peserta mengaku tubuh terasa lebih ringan, kualitas tidur membaik, suasana hati lebih stabil, hingga lebih percaya diri menjalani aktivitas.

Pesertanya tak hanya dari Kota Malang saja. Beberapa anggota komunitas ini berasal dari beberapa wilayah, mulai dari di Tumpang hingga Lawang Kabupaten Malang, serta dari Pasuruan. Olahraga justru menjadi ruang baru bagi perempuan untuk saling mengenal dan berbagi cerita.

“Banyak yang awalnya datang ingin olahraga. Lama-lama dapat teman, bisa curhat, saling memberi semangat. Akhirnya bukan hanya badan yang sehat, tetapi mentalnya juga ikut bertumbuh,” lanjutnya.

Menurut Hanum, olahraga hanya menjadi satu bagian dari proses hidup sehat. Karena itu, setiap peserta juga memperoleh edukasi mengenai nutrisi, aktivitas harian hingga pola hidup yang seimbang.

Peserta memperoleh pendampingan menyusun meal plan, menghitung kebutuhan kalori, memantau perkembangan melalui timbang body scan atau pengukur komposisi tubuh.

Setelah setelah olahraga, peserta juga didukung dengan nutrisi pengganti atau pendamping sarapan dan makan malam (menyesuaikan kebutuhan tubuh setiap peserta), seperti protein shake, teh pembakar lemak maupun minuman lidah buaya yang disesuaikan dengan kebutuhan program masing-masing.

“Kami ingin peserta paham alasan di balik setiap kebiasaan sehat, bukan sekadar mengikuti instruksi,” katanya.

Program tersebut terbukti mampu meningkatkan konsistensi peserta. Mereka yang sebelumnya sulit menjaga pola hidup sehat kini lebih termotivasi karena perkembangan tubuh selalu dipantau dan diapresiasi.

Setiap pencapaian, sekecil apapun, direkognisi atau mendapat apresiasi seperti applause oleh semua coach, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi sehingga peserta termotivasi untuk mencintai proses mencapai tujuannya alias goals-nya, serta bisa konsultasi langsung dengan personal coach.

Hanum berharap komunitas ini tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang belajar bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Target kami bukan sekadar tubuh ideal. Yang lebih penting adalah perempuan memahami tubuhnya sendiri, menjaga kesehatannya, lalu bisa menginspirasi perempuan lain untuk ikut hidup lebih sehat,” tandasnya. (rex/bua)

Pilihan Editor