Edukasi Ceria Saat MPLS, Si Saprol, Boneka Satpol PP Sukses Ajak Siswa SD ‘Stop Bullying’

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Ada pemandangan yang tak biasa sekaligus menggemaskan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 2 Sumberejo Kecamatan Batu. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu berhasil mencuri perhatian ratusan siswa lewat sebuah pendekatan yang sangat inovatif dan jauh dari kesan kaku.

Alih-alih memberikan penyuluhan yang formal dan membosankan, mereka menghadirkan sosok boneka puppet jenaka bernama Si Saprol. Kehadiran boneka ini sukses menyulap suasana sosialisasi anti perundungan atau “Stop Bullying” menjadi momen yang seru, penuh tawa, dan dinantikan oleh anak-anak pada, Kamis (16/7).

Aktor intelektual di balik aksi menggemaskan ini adalah Edy Prayitno (36), seorang anggota Satpol PP Kota Batu asal Bumiaji. Edy sengaja merancang boneka Si Saprol dengan atribut yang sangat mirip dengan dirinya: lengkap dengan seragam Satpol PP, baret cokelat, hingga ikat pinggang khas petugas lapangan.

Saat tampil, Edy dan Si Saprol tampak seperti sepasang sahabat atau rekan kerja yang kompak. Lewat suara perut dan interaksi jenaka Si Saprol, stigma bahwa petugas Satpol PP itu galak dan menakutkan seketika sirna di mata anak-anak.

“Melalui boneka puppet yang mulutnya bisa bergerak layaknya manusia berbicara ini, kami bisa membangun interaksi yang cair dan jenaka dengan anak-anak. Pesan untuk saling menyayangi dan tidak melakukan perundungan jadi lebih mudah masuk dan mengena di hati mereka,” ungkap Edy penuh semangat.

Materi edukasi yang biasanya terdengar berat sengaja dibalut dengan humor segar khas anak-anak. Hasilnya? Gelak tawa renyah terus terdengar di sepanjang acara. Metode ini membuktikan bahwa ajakan untuk menghentikan bullying tidak harus disampaikan secara menegangkan, melainkan bisa diterima dengan tangan terbuka jika dikemas secara menyenangkan.

Melalui komunikasi dua arah yang interaktif, Edy mengajak para siswa untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman, nyaman, dan ramah bagi sesama pelajar. Meski harus menguras energi demi menghibur anak-anak, raut wajah lelah sama sekali tidak tampak pada pria ramah ini. Senyum lebar dan candaan segar terus mengalir dari bibirnya.

Menjadi seorang puppeteer (pemain boneka) kini telah menjadi rutinitas baru bagi Edy di samping tugas utamanya. Ia kerap menggunakan media ini untuk mengenalkan peraturan-peraturan dasar di masyarakat kepada anak-anak. Meski demikian, Edy menegaskan komitmennya untuk tetap profesional dan tidak melalaikan tanggung jawab utamanya sebagai penegak perda.

Menariknya, nama Saprol yang awalnya hanya merupakan pelesetan kreatif dari kata “Satpol”, kini telah memiliki kepanjangan resmi yang keren, yaitu Saluran Informasi Satuan Polisi Pamong Praja.

Bagi Edy pribadi, inovasi ini bukan sekadar tugas kedinasan, melainkan wadah untuk kembali menyalurkan jiwa senimannya. “Saya merasa bisa kembali menikmati proses berkesenian, menyampaikan pesan dengan cara yang nyaman, dan membuktikan bahwa tidak ada keahlian atau ilmu yang sia-sia,” pungkasnya.(eri/lim)

Pilihan Editor