Malang Posco Media, Malang- Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja di Lanud Abdulrachman Saleh, Jumat (17/7) siang. Kedatangannya untuk melakukan panen raya dalam rangka TNI mendukung program ketahanan pangan. Presiden didampingi sejumlah menteri, Panglima TNI, dan Kapolri serta pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kedaulatan pangan melalui kolaborasi seluruh komponen bangsa, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas strategis untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional.

Seperti diketahui, program ketahanan pangan TNI melibatkan tiga matra sesuai keunggulan masing-masing. TNI AD mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU fokus pada tebu.
Sesuai data yang dipaparkan pada layer sepanjang Januari–Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras, atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.
Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton, sementara TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional tahun 2026. “Lanud Abdulrachman Saleh Malang menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” kata Presiden.
Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik, dan berbagai produk industri bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi serta memperkuat industri nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengaku bangga dengan kinerja TNI. Dia sangat terharu. Karena tugas berat yang diemban TNI mampu menghasilkan yang luar biasa. Dia berharap Indonesia betul-betul menjadi negara yang dapat memproduksi pangan sendiri, dan tidak bergantung dengan negara lain. (ira/udi)

