Lapas Kelas I Malang Dorong Penguatan Layanan dan Pembinaan Warga Binaan

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI, Asep Kurnia, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, (17/7). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan pemasyarakatan dan program pembinaan warga binaan berjalan sesuai standar serta memberikan manfaat nyata.

Peninjauan diawali di Kantin Primkopasindo Lapas Malang. Asep memastikan penerapan kebijakan satu harga yang mengacu pada ketentuan Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo). Ia mengecek langsung daftar harga kebutuhan pokok, sistem pelayanan, hingga berdialog dengan warga binaan mengenai akses terhadap kebutuhan sehari-hari.

“Pelayanan dasar seperti kantin harus menjunjung prinsip keadilan dan transparansi. Pastikan harga yang diterapkan sesuai ketentuan, tidak memberatkan warga binaan, serta benar-benar menjadi bentuk pelayanan yang humanis,” tegas Asep.

Menurutnya, pengawasan secara langsung penting dilakukan agar hak-hak warga binaan tetap terpenuhi tanpa adanya praktik yang menyimpang.

Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke ruang pembinaan kemandirian Batik Tulis Lowokwaroe, salah satu program unggulan Lapas Kelas I Malang. Asep mengapresiasi kualitas batik yang dihasilkan warga binaan, mulai dari proses perancangan motif secara digital hingga teknik membatik secara manual.

Dalam dialog dengan salah seorang warga binaan, Asep mengetahui bahwa keterampilan membatik diperoleh selama mengikuti program pembinaan di dalam lapas. Ia juga memastikan hak warga binaan yang terlibat dalam kegiatan produksi terpenuhi melalui pemberian premi atas hasil karya mereka.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, menjelaskan seluruh warga binaan yang bekerja dalam program pembinaan kemandirian memperoleh premi yang dikelola secara akuntabel melalui buku tabungan.

“Premi tersebut merupakan bentuk penghargaan atas produktivitas warga binaan sekaligus menjadi bekal awal ketika mereka kembali ke masyarakat,” jelas Christo.

Dalam arahannya, Asep mendorong agar sistem pengelolaan premi terus dikembangkan melalui kerja sama dengan lembaga perbankan sehingga setiap warga binaan nantinya memiliki rekening pribadi.

“Ke depan, pengelolaan premi perlu ditingkatkan melalui sistem perbankan. Selain lebih aman dan akuntabel, dana tersebut dapat langsung dimanfaatkan warga binaan setelah bebas sebagai modal awal membangun kehidupan yang mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Christo menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut sebagai bagian dari penguatan program pembinaan di Lapas Kelas I Malang.

“Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan kerja, tetapi juga mempersiapkan aspek ekonomi, karakter, dan kemandirian agar proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.

Dalam kunjungan itu, Asep didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali. Keduanya disambut Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, beserta jajaran. (rex/aim)

Pilihan Editor