Bangunan Kelas di SDN 01 Srigonco Bolong Melompong, Atap SDN 02 Klepu Disangga Bambu
MALANG POSCO MEDIA – Kondisi bangunan dua SDN di Kabupaten Malang memperihatinkan. Yakni SDN 02 Klepu Kecamatan Sumawe, dan SDN 01 Srigonco Kecamatan Bantur.
Kondisi pagar dan sebagian bangunan ruang kelas IV SDN 01 Srigonco dibongkar seiring adanya pelebaran jalan di wilayah setempat.
Sejak dibongkar Januari lalu hingga kini ruang kelas kondisinya memperihatinkan. Tampak dari jalan raya, sebagian bangunan ruang kelas bolong melompong. Pun pagar untuk keamanan siswa tidak ada.
Sekolah yang berada di Malang Selatan itu terdampak pelebaran Jalan Nasional Gondanglegi – Balekambang.
Kepala SDN 01 Srigonco, Kuma’yah, mengungkapkan siswa kelas IV berisi 18 orang. Karena ruang kelas terdampak pelebaran jalan, siswa sempat dipindahkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di musala sebelum akhirnya kini ditempatkan di ruang TIK.
Bangunan kelas IV lebarnya sekitar tujuh meter. Yang terdampak dari pelebaran jalan dua meter. Setelah adanya pembongkaran, pihak sekolah mengusulkan ke dinas terkait, namun masih menunggu anggaran.
“Saya mengusulkan ruangan yang belum ada. Selain pengganti ruang kelas, saya mengusulkan ruangan guru, kepala sekolah, dan ruang UKS karena di sini minim sarpras,” lanjut Kuma’yah.
Terkait pagar sekolah, dulunya ada. Namun kini luput karena terdampak pelebaran Jalan Nasional Gondanglegi – Balekambang.
Lebih lanjut, Kuma’yah mengungkapkan bahwa pihak yang melakukan pelebaran jalan belum memberikan ganti rugi atau kompensasi akibat pelebaran jalan.
“Belum ada sampai sekarang,” ujarnya seraya menjelaskan saat pembongkaran, pihak sekolah diundang, dinas, dan pihak terkait lainnya.
“Kalau membongkarnya pakai bego, nanti rusak semua (bangunan kelas.red). Akhirnya kami kumpulkan wali murid, rapat dulu bersama komite, terus akhirnya kerja bakti,” tambah Kuma’yah.
Tim dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang telah meninjau kondisi sekolah SDN 01 Srigonco, Kamis (23/7) kemarin.
“(oleh Cipta Karya.red) mau dibuatkan pagar dulu sebagai pengaman siswa dan tembok sebelah timur supaya tidak mengkhawatirkan jatuhnya beton yang di atas. Saya mohon secepatnya ada realisasi,” tandas Kuma’yah.
Staf dari DPKPCK Kabupaten Malang datang bersama konsultan melakukan pengukuran bangunan sekolah yang segera ditangani.
“Mudahan tahun ini bisa dilaksanakan perbaikan. Prioritasnya yang jelas (bangunan kelas IV) yang terpotong sama pagar sekolah untuk keamanan anak-anak ,” ujar Novin Suprianto, Staf dari DPKPCK Kabupaten Malang.
Pagar SDN 01 Srigonco nantinya akan dibangun sekitar 30 meter dan ruangan kelas 7×7 meter. Anggarannya sendiri belum diketahui.
Sementara itu, dua atap kelas di SDN 02 Klepu Kecamatan Bantur mengalami kerusakan dan disangga menggunakan bambu. Hal ini karena penyangga plafon telah lapuk akibat dimakan usia. Diketahui, dua ruang kelas IV dan VI berisi 37 siswa melaksanakan KBM di musala.
Dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, mengatakan kondisi SDN 2 Klepu sebenarnya telah ditindaklanjuti.
“Tim Dinas Pendidikan sudah melakukan survei lapangan, dan sekolah tersebut telah masuk dalam usulan prioritas rehabilitasi yang kami sampaikan kepada Bapak Bupati serta dikoordinasikan dengan BBPMP dan Direktorat SD Dikdasmen, urai Bagus.
Untuk menjamin keselamatan peserta didik dan guru, ruang yang kondisinya berisiko tidak digunakan dan kegiatan pembelajaran sementara dialihkan ke tempat yang lebih aman.
“Saat ini kami melakukan verifikasi teknis lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan darurat, sekaligus mengupayakan dukungan anggaran rehabilitasi sesuai ketentuan. Keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas utama kami,” tambah Bagus. (den/van)
Leave a Reply