Kota Batu Diserbu Turis Hongkong hingga Malaysia, Tiga Desa Jadi Favorit Kunjungan Wisatawan

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Siapa bilang Kota Apel cuma jadi incaran pelancong lokal saat libur sekolah? Nyatanya, Kota Batu makin go international! Pesona udara sejuk dan destinasi wisatanya berhasil memikat ribuan wisatawan mancanegara (wisman) untuk healing ke sini.

Uniknya, dari sekian banyak turis asing yang berdatangan, Hongkong dan Malaysia tampil sebagai sang juara pemikat kerumunan. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Batu per Juni 2026, tercatat ada 9.873 wisman dengan total 7.639 perjalanan. Meski angka ini sedikit terkoreksi tipis (-4,8 persen) dibanding Mei lalu yang sempat menyentuh angka 10,3 ribu, ada tren unik yang cukup mencuri perhatian.

“Menariknya turis asing ternyata punya tingkat kehausan eksplorasi yang tinggi! Rasio kunjungan mereka mencapai 1,29 visit per trip. Artinya, para turis tidak cuma berdiam di satu lokasi, melainkan rajin maraton berpindah dari satu objek wisata ke objek wisata lainnya dalam sekali kunjungan,” terang Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto.

Ia memaparkan siapa saja pelancong asing terbanyak yang kepincut Kota Batu. Di antaranya China termasuk Hongkong 1.876 kunjungan, Malaysia 1.660 kunjungan, Singapura 1.377 kunjungan, Belanda 748 kunjungan dan Arab Saudi 256 kunjungan.

“Data ini masih berasal dari satu penyedia layanan. Paspor turis yang datang sebenarnya sangat bervariasi, mulai dari Australia, Timor Leste, Taiwan, hingga Inggris. Jadi, jumlah riilnya bisa lebih besar dari ini,” jelas Onny.

Meski mayoritas wisman mencatatkan durasi Length of Stay (LoS) singkat, yakni di bawah satu hari (day-tripper) mereka punya beberapa wilayah favorit yang wajib dikunjungi. Di antaranya Tulungrejo 513 kunjungan, Bumiaji 423 kunjungan dan Oro-oro Ombo 392 kunjungan.

Melihat fenomena gairah wisata ini, Onny menegaskan pentingnya strategi diversifikasi pasar. Menurutnya, Batu tak boleh lagi hanya mengandalkan wisatawan dari Malang Raya atau Jawa Timur saja.

“Kita harus memperluas segmen pasar. Jangan sampai pariwisata kita cuma bergantung pada satu-dua daerah. Dengan masuknya turis luar pulau dan mancanegara, roda ekonomi pariwisata Batu akan jauh lebih stabil dan tahan banting,” tegas Onny.

Untuk menjaga momentum emas ini, Disparta Kota Batu berharap adanya amunisi pendukung dari pemerintah pusat. Salah satunya lewat kelanjutan stimulus diskon tiket pesawat demi mempermudah aksesibilitas transportasi udara menuju Jawa Timur.

“Bukan cuma turis asing yang bikin Batu makin sibuk, denyut wisatawan nusantara pun tak kalah membara. Terhitung hingga 13 Juli 2026, angka kunjungan turis domestik ke Kota Batu sudah melesat menembus angka 340.600 kunjungan. Sebuah bukti nyata bahwa pesona Kota Batu memang tak pernah pudar,” ungkapnya.(eri/lim)

Pilihan Editor