Tag: rex

  • IB Minta Publik Tak Terburu Menilai Singo Edan

    MALANG POSCO MEDIA – Hasil minor yang diraih Arema FC pada laga perdana Piala Presiden 2026, dinilai belum mencerminkan kekuatan sesungguhnya tim Singo Edan. Manajemen menegaskan turnamen pramusim tersebut memang difokuskan sebagai bagian dari proses pembentukan tim, sebelum menghadapi kompetisi resmi musim 2026/2027.

    CEO Arema FC Iwan Budianto meminta publik tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap performa tim. Menurutnya, Piala Presiden sejak awal diproyeksikan sebagai ajang untuk menyatukan pemain baru, membangun chemistry, sekaligus meningkatkan kondisi fisik para pemain.

    “Ini bukan awal musim, tetapi masih pre-season. Jadi jangan berekspektasi terlalu berlebihan. Sejak awal juga sudah disampaikan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari program penyelarasan tim,” ujarnya kepada awak media, Senin (27/7).

    Sosok yang akrab disapa IB ini menyebut, bahwa keikutsertaan Arema di ajang ini adalah momen pemanasan tim. Selain itu, manajemen juga memberi tim pelatih untuk menyeleraskan gaya permainan dengan para pemain dan bongkar pasang strategi, sebelum perhelatan kompetisi resmi musim 2026/2027.

    “Memang ini sama seperti yang disampaikan Pak Inal (General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi, red), kalau juara tentu menjadi bonus, tetapi yang utama adalah membentuk tim yang siap menghadapi kompetisi,” ujar Iwan.

    “Hampir sebagian besar pemain belum berada pada level fitness yang optimal. Ada yang mungkin baru 40 sampai 50 persen, ada yang 60, 70, atau 80 persen. Itu tergantung kapan mereka mulai latihan dan masa istirahat setelah libur. Kondisi itu pasti memengaruhi performa tim,” lanjutnya.

    Selain faktor kebugaran, Iwan menilai proses adaptasi antarpemain juga masih terus berjalan. Kehadiran sejumlah pemain baru membuat tim pelatih membutuhkan waktu untuk membangun kekompakan serta menyempurnakan skema permainan. (rex/bua)

  • Tampines Rovers vs Arema FC, Singo Edan Wajib Menang!

    MALANG POSCO MEDIA – Arema FC siap merebut poin penuh di laga kedua Grup A Piala Presiden 2026 menghadapi klub asal Singapura, Tampines Rovers di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (28/7) kick off 15.30 WIB. Berangkat dari start kurang mulus saat menghadapi tuan rumah Persib Bandung, Singo Edan wajib menang demi menjaga peluang juara Piala Presiden 2026.

    Skuad anak asuh Marcos Santos saat ini, sedang berusaha kembali ke jalur kemenangan untuk meracik susunan tim terbaik sebelum bergulirnya musim 2026/2027. Sementara, dari sisi Tampines Rovers juga tak ingin menyia-nyiakan kesempatan bisa ikut kompetisi pramusim paling bergengsi di Indonesia ini.

    Kedua tim belum pernah bertemu dalam ajang apapun, khususnya di pertandingan resmi internasional. Pertandingan perdana kedua tim, diprediksi bakal menyajikan laga sengit yang dinamis.

    Dari sisi Singo Edan, klub asal Malang ini menjadi klub yang belum meraih poin di Grup A. Arema harus takluk di tangan Maung Bandung, dengan skor tipis 1-0. Gol yang dicetak oleh Ulliam Barros, menjadi pembeda hingga peluit panjang dibunyikan.

    Hasil ini, memang tentu saja bukan suatu hal yang memuaskan. Namun, prinsip menjadikan ajang ini sebagai turnamen pemanasan sebelum bergulirnya kompetisi resmi, membuat para pemain Arema bisa bermain lebih lepas, meskipun beberapa momen bola belum mengalir sempurna hingga berbuah gol.

    Di sisi lawan, Tampines Rovers menunjukkan kualitasnya sebagai klub yang sering meramaikan kompetisi level Asia. Menghadapi klub tangguh asal Brunei Darussalam, Tampines Rovers tampil terbuka.

    Hasilnya, kedua tim bermaim sama kuat dengan empat gol tercipta. Skor 2-2 bertahan hingga akhir pertandingan. Saat ini Tampines Rovers menduduki posisi tiga, satu tingkat di atas Arema FC yang tertahan di dasar klasemen sementara Grup A Piala Presiden 2026.

    Menghadapi klub asal Singapura ini, Arema menargetkan bisa meraih poin penuh. Meskipun kemenangan menjadi opsi di luar tujuan utama, hal ini bisa menunjukkan ke publik keseriusan Arema membangun tim dan tidak mudah dikalahkan oleh tim lain termasuk dari luar negeri.

    Selain itu, kemenangan menghadapi Tampines Rovers juga akan mengangkat semangat supporter, yang saat ini tengah menghadapi proses rekonsiliasi. Selain itu, kemenangan menjadi modal penting Arema untuk membuka jalan memulangkan gelar ke-5 di ajang Piala Presiden, ini.

    Sementara itu, optimisme Coach Marcos Santos atas para punggawanya, kembali ditunjukkan jelang menghadapi Tampines Rovers. Dirinya menilai bahwa skuad yang dibawa dan bertanding melawa Persib Bandung, telah menunjukkan perkembangan positif. “Saya berpikir dari laga terakhir, bahwa kami telah melihat dan memastikan berbagai kemungkinan, dari analisa hasil pertandingan (Tampines Rovers) kemarin. Dan pertandingan besok (hari ini, red) kami rasa kami bisa membawa tim terbaik kami,” jelasnya. (rex/bua)

  • Oknum Pengajar Pondok di Kota Malang Diserahkan ke Polisi, Dugaan Pencabulan

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Aksi kolaborasi lintas lembaga, berhasil mengungkap aksi bejat seorang berlabel agamis yang menyimpang di kawasan pondok pesantren di Kota Malang. Dimotori oleh Komnas Perlindungan Anak bersama Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Tim Hukum Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya membawa pelaku berinisal GM, untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, Senin (27/7) malam.

    Ketua Tim Hukum Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya Moh. Zakki mengatakan, bahwa aduan awal dari korban masuk ke komnas dan Dinsos. Namun, karena berada di lingkungan pendidikan, ada kesulitan untuk melakukan konfrontasi dan pembuktian.

    “Kami mendatangi kediaman GM ini sekitar pukul 21.00 WIB, dibantu perangkat RT dan RW setempat. Kami datang secara baik-baik, dan berbicara dengan GM ini. Kami memastikan kepada yang bersangkutan, apa benar ada kejadian (pencabulan, red) oleh GM,” ujarnya saat ditemui Malang Posco Media, usai proses pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota, Selasa (28/7) siang.

    Zakki menyebutkan, bahwa sebelum melakukan konfrontir pihaknya bertemu dengan para korban. Dari pertemuan tersebut, ada empat korban yang semuanya laki-laki, bahkan satu di bawah umur, memberikan kuasa kepada Yakuza Maneges.

    “Kami menunjukkan semua bukti yang ada, keterangan korban, hingga korbannya juga turut serta. GM akhirnya tidak bisa menolak, bahkan mengakui perbuatannya, dan sudah dilakukan sekitar 10 tahun lalu,” lanjutnya.

    Setelah proses panjang perbincangan, GM akhirnya dibawa ke Mapolresta Malang Kota oleh tim kolaborasi tersebut, yang mendapat respon cepat dari Unit PPA. Dari hasil pemeriksaan, GM menjelaskan berbagai modus yang dilakukan.

    “Ada yang diiming-imingi pemberian atau hadiah, ada yang dijebak. Korban ini dicabuli, tidak sampai dilakukan persetubuhan. Jadi ada yang dipaksa memegang kemaluan GM, dan korban digrayangi hingga alat vitalnya juga dimainkan,” lanjutnya.

    GM sendiri diketahui bukan menjadi bagian langsung dari pengurus atau pengasuh pondok tersebut. Namun, karena ada relasi kuasa dengan pihak internal pondok, membuatnya mendapat kesempatan untuk mengajar beberapa santri.

    Terlapor juga diketahui mengakui ada penyimpangan orientasi seksual pada dirinya. Di usia yang sudah menginjak 30 tahunan itu, ia belum memiliki pasangan sah, dan lebih tertarik melakukan aksi cabulnya itu.

    “Jadi bukan guru resmi, bukan pengasuh atau pengurus pondok. Tetapi oknum yang memiliki relasi kuasa, dan memanfaatkan kesempatan itu, untuk memenuhi hasrat seksual atau fetish dengan melakukannya dengan sesama jenis,” beber Zakki.

    Dari hasil penelusuran, diperkirakan korban total mencapai sekitar 20 orang. Namun, baru empat korban yang memberikan kuasa kepada Tim Hukum Yakuza Maneges, dan diupayakan setelah diperiksa langsung menjalani visum et repertum (VER) psikiatrikum.

    “Kami melaporkan atas dugaan perbuatan pidana melanggar Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), dengan ancaman pidana penjara hingga 12 Tahun,” pungkasnya.

    Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota Iptu Khusnul Khotimah melalui Kasihumas Ipda Lukman Sobikhin menyebut, proses penyelidikan masih berlangsung. Menurutnya, saat ini penetapan tersangka masih menunggu hasil visum.

    “Sudah diproses oleh petugas kami, saat ini masih dalam proses, dan yang bersangkutan (GM, red) juga sudah kami amankan untuk proses penyelidikan saat ini,” terangnya. (rex/aim)

  • Jayus dan Dwiki Dipinjamkan ke Persiraja

    MALANG POSCO MEDIA – Arema FC mengambil langkah strategis untuk mendukung perkembangan karier dua pemainnya, Jayus Hariono dan Dwiki Mardiyanto. Keduanya dipinjamkan ke Persiraja Banda Aceh untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak pada kompetisi musim 2026/2027.

    Keputusan tersebut diambil setelah melalui pembahasan antara manajemen, tim pelatih, dan kedua pemain. Arema FC menilai kesempatan tampil secara reguler menjadi bekal penting bagi Jayus maupun Dwiki untuk terus meningkatkan kualitas permainan.

    General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan kebijakan ini merupakan bentuk komitmen klub dalam menjaga perkembangan karier setiap pemain.

    “Arema FC memiliki tanggung jawab untuk turut merawat karier setiap pemain. Setelah berdiskusi dengan tim pelatih dan kedua pemain, kami sepakat bahwa ini adalah jalan terbaik agar Jayus dan Dwiki mendapatkan ruang lebih luas untuk mengasah potensi dan tampil di lapangan. Kami ingin mereka terus menjaga ritme dan sentuhan terbaiknya,” ujar Yusrinal.

    “Ini bukanlah perpisahan, melainkan langkah untuk memperkaya pengalaman. Kami akan terus memantau perkembangan mereka dengan penuh kasih. Harapannya, setelah masa ini selesai, mereka akan kembali sebagai pemain yang lebih matang dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga besar Arema FC,” lanjutnya. (rex/bua)

  • Dimulai dari Rasa Penasaran, Usaha Berawal di Halaman Rumah

    Fena Ria Kembangkan Ayam Kampung Unggul hingga Tembus Pasar Luar Pulau

    MALANG POSCO MEDIA – Fena Ria membuktikan keterbatasan lahan bukan penghalang untuk mengembangkan usaha peternakan modern. Fena, sapaan akrab Fena Ria ini terbilang gigih. Ia memulai dari  masa sulit,  saat pandemi Covid-19. Di balik deretan rumah Perumahan Villa Bukit Tidar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, terdengar suara kokok ayam bersahut-sahutan. Siapa sangka, dari lahan seluas sekitar 5×12 meter itu, seorang perempuan muda berhasil membangun usaha peternakan ayam kampung unggul yang kini memasok kebutuhan pasar Malang Raya hingga luar Pulau Jawa.

    Dialah Fena Ria, atau yang akrab disapa Fena. Alumni Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (UB) asal Lampung itu membuktikan, bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk mengembangkan usaha peternakan modern.

    Usaha yang kini dikenal sebagai Fena Farm itu justru lahir dari masa sulit saat pandemi Covid-19. Berawal dari rasa penasaran mencari peluang usaha rumahan, Fena mulai belajar secara otodidak melalui media sosial, berbagai referensi digital, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).

    “Awalnya hanya ingin mencoba sesuatu yang bisa dikerjakan dari rumah. Saya belajar sendiri pelan-pelan, mulai dari membaca, melihat media sosial, sampai mencari berbagai referensi,” katanya.

    Modal awalnya pun sangat sederhana. Ia hanya memelihara enam ekor ayam betina dan seekor ayam jantan di pekarangan rumah. Selama hampir satu tahun, Fena fokus mempelajari karakter ayam kampung sekaligus teknik pemeliharaan sebelum akhirnya mengembangkan populasi ternaknya.

    Kini, kandangnya dihuni sekitar 140 ekor ayam kampung unggul yang didominasi varietas Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), disandingkan dengan ayam Pancamurti.

    Menurutnya, ayam KUB memiliki banyak keunggulan dibanding ayam kampung biasa. Selain dapat dimanfaatkan sebagai ayam petelur sekaligus pedaging, produktivitas telurnya jauh lebih tinggi.

    “Dalam setahun satu ekor ayam KUB bisa menghasilkan sekitar 160 sampai 180 butir telur. Kalau ayam kampung biasa rata-rata hanya sekitar 80 sampai 100 butir,” jelas perempuan kelahiran 1996 itu.

    Dengan tingkat produksi harian mencapai sekitar 70 persen, dari 100 ayam produktif mampu dihasilkan sekitar 60 hingga 70 butir telur setiap hari.

    Menariknya, produktivitas tersebut tidak dicapai melalui sistem kandang intensif. Fena justru membiarkan ayam-ayamnya tetap bergerak bebas sehingga naluri alaminya tetap terjaga.

    “Kalau ayam tidak stres, produksi telurnya lebih stabil. Mereka tetap bisa mengais tanah, bermain, dan bergerak bebas sehingga sifat alaminya tidak hilang,” katanya.

    Selain itu, kandang miliknya yang dibuat di atas tanah langsung juga tak menghasilkan aroma tak sedap. Bermodalkan sekam padi, dan ketekutan membersihkan setiap hari,  peternakan miliknya tetap higienis dan produktif.

    “Ini bisa tidak bau, karena pola pembibitan sederhana, hanya ditambah sekam dan rutin dibersihkan. Ayam lebih sehat dan kandang juga tidak bau,” terangnya.

    Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap telur ayam kampung, Fena mengakui masih ada tantangan besar yang harus dihadapi. Yakni persoalan kepercayaan konsumen.

    Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang ragu terhadap keaslian telur ayam kampung yang beredar di pasaran. Karena itu, ia memilih melakukan edukasi secara langsung kepada pembeli.

    “Saya biasanya langsung membuka telurnya di depan pembeli supaya mereka bisa melihat sendiri kualitasnya. Dari rasa juga lebih gurih dan kandungan nutrisinya lebih tinggi,” ungkapnya.

    Harga telur ayam kampung di Fena Farm dipasarkan sekitar Rp 2.500 per butir. Meski lebih tinggi dibanding telur ayam ras, permintaannya relatif stabil karena memiliki segmen pasar tersendiri. Terutama masyarakat yang mengonsumsinya untuk menjaga kesehatan maupun sebagai bahan campuran jamu tradisional.

    Tak hanya menjual telur konsumsi, Fena juga mengembangkan lini pembibitan berupa telur fertil siap tetas serta DOC (day old chick) atau anak ayam umur satu hingga dua hari.

    Jika telur konsumsi dan daging masih didominasi pasar Malang Raya, pembibitan justru telah menjangkau berbagai daerah di luar Pulau Jawa, seperti Sumatera hingga Sulawesi.

    “Permintaan bibit terus bertambah karena banyak peternak yang ingin mengembangkan ayam KUB di daerahnya masing-masing,” tuturnya.

    Melihat tingginya potensi tersebut, Fena berharap semakin banyak masyarakat mulai melirik budidaya ayam kampung unggul sebagai peluang usaha. Baginya, usaha peternakan bukan hanya soal menghasilkan telur atau daging, tetapi juga membangun kepercayaan melalui kualitas dan edukasi kepada konsumen.

    “Dengan lahan terbatas pun sebenarnya tetap bisa berkembang. Yang terpenting konsisten belajar, menjaga kualitas, dan berani mengedukasi pasar,” tandasnya. (rex/van)

  • Rumah di Dinoyo Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah tinggal di Jalan MT Haryono 6C, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (27/7) dini hari. Api diduga berasal dari korsleting listrik di area televisi. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut, meski kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta.

    Kepala UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, laporan kebakaran diterima dari pemilik rumah, Karnadi, sekitar pukul 00.46 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, empat unit mobil pemadam beserta 11 personel langsung diterjunkan ke lokasi.

    Petugas tiba sekitar pukul 01.00 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman. Strategi awal yang diterapkan adalah melakukan pembasahan pada sisi kanan dan kiri bangunan agar kobaran api tidak merembet ke rumah di sekitarnya.

    “Langkah pertama yang kami lakukan adalah membasahi sisi kanan dan kiri bangunan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain. Setelah itu baru dilakukan pemadaman pada titik utama kebakaran,” ujar Pandu.

    Proses pemadaman sekaligus pendinginan berlangsung sekitar 50 menit. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 01.51 WIB.

    Akibat kebakaran tersebut, rumah dengan luas terdampak sekitar 120 meter persegi mengalami kerusakan cukup parah. Selain bangunan rumah, satu unit sepeda motor Yamaha Mio juga ikut terbakar.

    “Dari hasil asesmen tim di lapangan, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” jelasnya.

    Dalam penanganan kebakaran, UPT PMK Kota Malang mengerahkan empat armada yang didukung sejumlah relawan serta unsur instansi terkait untuk mempercepat proses pemadaman dan pengamanan lokasi.

    Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di area televisi, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.

    “Penyebab pasti kebakaran masih akan didalami lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Dugaan sementara berasal dari korsleting listrik di area televisi,” pungkas Pandu. (rex/aim)

  • Evaluasi Kekalahan, Laga Pembuka Beri Pelajaran Singo Edan

    MALANG POSCO MEDIA – Arema FC mengawali kiprah di Grup A Piala Presiden 2026 dengan hasil kurang memuaskan. Singo Edan harus mengakui keunggulan Persib Bandung 0-1 pada laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026) malam.

    Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih Arema FC, terutama dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir dan memperkuat chemistry antarpemain agar lebih siap menghadapi laga-laga berikutnya di fase Grup A Piala Presiden 2026

    Pelatih Arema FC Marcos Santos mengakui timnya kalah kualitas pada 45 menit pertama sebelum menunjukkan peningkatan performa di babak kedua.

    “Performa lawan bagus. Di babak pertama Persib Bandung lebih baik dari Arema, mereka dapat banyak kesempatan dan beberapa peluang,” kata pelatih Arema FC, Marcos Santos.

    Menurutnya, perubahan permainan setelah jeda menjadi modal positif yang harus dipertahankan untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

    “Di babak kedua Arema lebih baik dan permainan kita meningkat. Kita lebih baik saat memegang bola di babak kedua dan Persib bermain dengan transisi cepat,” tuturnya.

    Marcos menilai laga pembuka ini memberikan banyak pelajaran bagi timnya yang masih dalam proses pembentukan.

    “Arema menunjukkan ada kesempatan untuk melakukan yang lebih baik untuk laga berikutnya,” ucap Marcos Santos. (rex/bua)

  • Honda Brio Tabrak Pohon lalu Ditabrak Truk Fuso di Jalan Panglima Sudirman Malang, Tiga Orang Luka

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Manuver berisiko saat mendahului kendaraan dari lajur kiri berujung kecelakaan lalu lintas di Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang. Sebuah mobil Honda Brio menghantam pohon sebelum terpental ke badan jalan dan ditabrak truk Mitsubishi Fuso di dekat simpang empat Rampal, Sabtu (25/7) malam.

    Akibat kecelakaan sekitar pukul 20.30 WIB tersebut, pengemudi Honda Brio bersama dua penumpangnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

    Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Eko Prasetyo menjelaskan, kecelakaan bermula saat Honda Brio kuning bernopol N-1623-FF yang dikemudikan Fahriyanto (59) melaju dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan cukup tinggi.

    Saat melintas di Jalan Panglima Sudirman, pengemudi diduga berusaha mendahului kendaraan lain melalui lajur kiri. Namun ruang yang tersedia tidak mencukupi sehingga mobil kehilangan kendali dan menabrak pohon di tepi jalan.

    “Diduga tidak cukup ruang, sehingga mobil Brio membentur sebuah pohon yang berada di sebelah kiri jalan raya,” ujar Eko, Minggu (26/7).

    Benturan keras membuat mobil Honda Brio terpental ke badan jalan. Pada saat bersamaan, truk Mitsubishi Fuso bernopol KT-8769-DG yang dikemudikan Agus Subagiyo (44), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, melaju searah di lajur kanan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

    “Setelah menabrak pohon, bagian belakang Brio terpental dan ditabrak truk yang sedang melaju di lajur kanan,” jelasnya.

    Petugas Satlantas Polresta Malang Kota segera melakukan evakuasi terhadap kedua kendaraan untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Akibat insiden tersebut, selain pengemudi, dua penumpang Honda Brio yakni Munawaroh (53) dan Fahmi Firdaus (31) mengalami luka-luka. Ketiganya langsung dievakuasi ke IGD RSSA Malang untuk menjalani penanganan medis.

    Sementara itu, pengemudi truk Fuso dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.

    Polisi mengimbau para pengendara agar tidak melakukan manuver berisiko, terutama saat mendahului kendaraan dari sisi kiri yang dapat meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. (ian/aim)

  • Wisudawan Poltekad Pamer Karya Inovasi Alutsista, Modernisasi Benteng Pertahanan Adaptif Kemajuan Teknologi Informasi

    MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Prosesi wisuda 113 mahasiswa Diploma IV Angkatan VII Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) di Lapangan Viyata Bhakti Kota Batu, Sabtu (25/7) lalu tak hanya menjadi seremoni kelulusan. Momen tersebut juga menjadi ajang unjuk inovasi teknologi karya para prajurit TNI Angkatan Darat melalui peluncuran aplikasi Netra-QR, yang dirancang untuk mendeteksi potensi kejahatan siber berbasis kode QR.

    Aplikasi tersebut dikembangkan mahasiswa Program Studi Rekayasa Keamanan Siber (Rekamsiber). Netra-QR mampu memindai kode QR untuk mengidentifikasi indikasi penipuan digital, penyebaran hoaks, hingga berbagai ancaman siber yang kini semakin marak terjadi di ruang digital.

    Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Dankodiklat) TNI AD Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, SH, MH, mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, karya para wisudawan membuktikan kesiapan prajurit TNI AD menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.

    Ia menjelaskan, ancaman terhadap negara saat ini tidak lagi hanya berbentuk peperangan konvensional. Perkembangan teknologi membuat perang informasi, perang siber, hingga perang kognitif menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi.

    “Lahirnya inovasi Netra-QR ini mempertegas komitmen Poltekad Kodiklatad TNI AD sebagai lembaga pendidikan vokasi militer yang berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan modern,” ujarnya.

    Menurut Hasan, penguasaan teknologi menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki para lulusan Poltekad. Selain dibekali kemampuan teknis sesuai bidang studi seperti Elektronika Sistem Persenjataan (Elkasista), Telekomunikasi Militer (Telkommil), Otomotif Kendaraan Tempur (Otoranpur), Teknik Persenjataan (Terasenmil), dan Rekayasa Keamanan Siber (Rekamsiber), lulusan juga dituntut mampu menghadapi ancaman di ruang siber.

    Inovasi Netra-QR turut menjadi gambaran arah pengembangan pendidikan di Poltekad yang kini semakin menitikberatkan pada penguasaan teknologi pertahanan modern. Hal itu sejalan dengan upaya modernisasi sistem pertahanan nasional yang membutuhkan sumber daya manusia adaptif dan inovatif.

    Pada kesempatan yang sama, Poltekad juga memberikan penghargaan lulusan terbaik Wikan Cakti Pratama kepada Serka Achmad Saiful Rohman, S.Tr.T., atas prestasi akademik dan nonakademik selama menempuh pendidikan.

    Prosesi wisuda dihadiri Danpoltekad Brigjen TNI Dr. Indarto Kusnohadi beserta jajaran, pejabat Kodiklatad, Pemerintah Kota Batu, Pemerintah Kabupaten Malang, para rektor perguruan tinggi se-Malang Raya, serta keluarga wisudawan.

    Melalui kelulusan Angkatan VII tersebut, TNI Angkatan Darat memperoleh tambahan 113 personel yang diproyeksikan mengisi berbagai satuan teknis dengan kemampuan di bidang teknologi, persenjataan, hingga keamanan siber.

    “Kami berharap, kompetensi yang dimiliki para lulusan mampu menjadi fondasi kuat dalam mendukung modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), sekaligus memperkuat ketahanan digital Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi,” pungkasnya. (rex/eri/lim)

  • Bos IB Turun Langsung Dampingi Arema FC Hadapi Persib di Piala Presiden 2026, Berikut Susunan Pemain Singo Edan

    MALANG POSCO MEDIA, BANDUNG – Arema FC resmi mengumumkan susunan pemain yang akan diturunkan menghadapi Persib Bandung pada laga pembuka Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7) malam. Selain dari sisi pemain, yang menarik adalah hadirnya sosok Iwan Budianto (IB) yang akan menemani punggawa Singo Edan langsung dari bench.

    Di laga Opening Ceremony Piala Presiden 2026 ini, pelatih Arema FC Marcos Vinicius Santos Goncalves langsung mempercayakan sejumlah rekrutan anyar untuk tampil sejak menit pertama.

    Di bawah mistar gawang, Adi Satryo dipercaya sebagai starter, oleh Coach Marcos Santos. Lini belakang diisi Diego Luiz Landis, Walisson Moreira Farias Maia, Achmad Maulana Syarif, serta Johan Ahmad Farizi yang juga mengenakan ban kapten.

    Sektor tengah menjadi perhatian karena diisi kombinasi pemain asing dan pemain anyar. Matheus Blade, Betinho dan Julian Guevara akan menjadi jangkar permainan Singo Edan.

    Sementara itu, lini serang dipercayakan kepada Gabriel Silva Costa (Gabi) dan Gustavo Franca sebagai penyuplai bola untuk ujung tombak Joel Vinicius. Penyerang asal Brasil tersebut kembali menjadi andalan setelah tampil tajam pada paruh kedua Super League musim lalu.

    Marcos Santos juga memiliki sejumlah opsi di bangku cadangan. Kiper Syahrul Trisna Fadillah disiapkan sebagai pelapis Adi Satryo. Di sektor pertahanan terdapat Hansamu Yama Pranata, Alfeandra Dewangga Santosa, Robi Darwis, dan Leo Guntara.

    TURUN LANGSUNG: General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi mendampingi petinggi klub Iwan Budianto (IB) yang akan mendukung langsung Singo Edan di laga perdana Piala Presiden 2026, Sabtu (25/7) petang. MPM – DOKUMEN AREMA FC

    Untuk lini tengah hingga depan, Arema FC masih menyimpan kekuatan seperti Arkhan Fikri, Dendi Santoso, Hamzah Titofani Rivaldy, Marcos Vinicius, Careca, Salim Akbar Tuharea, hingga striker baru Gustavo Henrique Rodrigues.

    Komposisi tersebut menunjukkan Marcos Santos langsung memadukan pemain lama dengan rekrutan anyar pada pertandingan pertama musim ini. Laga melawan Persib sekaligus menjadi kesempatan bagi Singo Edan menguji kekompakan tim sebelum mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. (rex/jon)

    Susunan pemain Arema FC:

    Starter: Adi Satryo; Diego Luiz Landis, Walisson Moreira Farias Maia, Achmad Maulana Syarif, Johan Ahmad Farizi (C); Matheus da Conceicao Nascimento (M. Blade), Roberto Pimenta Vinagre Filho (Betinho F.), Julian Guevara; Gabriel Silva Costa (Gabi), Gustavo Franca; Joel Vinicius Silva dos Anjos.

    Cadangan: Syahrul Trisna Fadillah, Alfeandra Dewangga Santosa, Hansamu Yama Pranata, Robi Darwis, Leo Guntara, Arkhan Fikri, Dendi Santoso, Hamzah Titofani Rivaldy, Marcos Vinicius, Careca, Salim Akbar Tuharea, Gustavo Henrique Rodrigues.