Muswil ke-XXIV IPM Jatim Tekankan Pentingnya Adab dan Semangat Belajar bagi Kader

Written by

in

MALANGPOSCOMEDIA, MALANG – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-XXIV. Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE), Kota Malang, Sabtu (4/7).

Musywil ke-XXIV ini diharapkan menjadi momentum bagi IPM Jawa Timur untuk mengukuhkan posisinya sebagai organisasi pelajar yang dinamis, intelektual, dan berperan aktif dalam menciptakan kemajuan bagi masyarakat dan bangsa.

Namun, Pembina IPM sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., juga menekankan pentingnya menjaga adab dan etika dalam berorganisasi. Ia mengingatkan para kader IPM untuk senantiasa mengedepankan sikap santun, misalnya dalam menyampaikan kritik yang bersifat kooperatif, bukan konfrontatif yang dapat menyakiti pihak lain.

“Adab, etika, dan akhlak adalah fondasi utama yang menjaga ilmu. Sebagai kader Muhammadiyah, kita harus bersifat kritis-kooperatif, bukan kontradiktif-konfrontatif,” ujar Sukadiono.

Tidak hanya itu, Sukadiono berpesan agar kader IPM menjadi pribadi yang long-life learner, yang terus memperbarui dan meningkatkan wawasan keilmuan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) kader IPM akan menjadi penentu kemajuan bangsa di masa depan.

“Jangan pernah merasa cukup dengan pendidikan saat ini. Kader IPM harus memiliki visi besar, terus mengupgrade diri, dan memiliki wawasan yang luas,” tegas dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan rasa bangganya terhadap para Ipmawan dan Ipmawati (sebutan kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah, red) yang telah luar biasa menunjukkan tanggung jawab kepada organisasinya dengan menghadiri dan menggelar Musywil ke-XXIV ini.

Ditekankan Emil, dengan mengikuti organisasi pun sebenarnya telah memilih untuk mengasah sebuah rasa tanggung jawab. Ini penting sebagai modal untuk membangun bangsa.

“Kalau kepada organisasi sudah siap bertanggungbjawab, maka saya optimis kepada bangsa dan negara, teman teman sudah siap bertanggung jawab. Setelah IPM ada IMM dan seterusnya. Maka kami sangat mendukung organisasi kepemudaan seperti ini, apalagi saya sudah melihat bagaimana seluruh kiprah organisasi ini yang sangat proaktif,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin berharap Muswil ke-XXIV menjadi salah satu upaya melanjutkan tujuan Muhammadiyah untuk menghasilkan estafet kepemimpinan yang lebih baik.

“Harapannya Musywil ini bisa menghasilkan rumusan musyawarah yang baik, untuk pengkaderan yang lebih baik. Langkah dan gerakan IPM bisa menjadi poros utama gerakan pelajar Muhammadiyah di Indonesia,” pungkasnya. (ian/lim)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *