Tingkatkan Kualitas Pertanian; Pemkab Gandeng Stichting Agriterra Belanda

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Pemerintah Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pertanian. Salah satunya bekerjasama dengan Stichting Agriterra. Organisasi nirlaba internasional asal Belanda yang berdiri sejak tahun 1997 digandeng Pemerintah Kabupaten Malang untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berdaya saing sekaligus penguatan koperasi pertanian.

Kerja sama antara Pemkab Malang bersama Stichting Agriterra ditandai dengan penandatanganan Rencana Kegiatan Tahunan, Senin (6/7) kemarin.

Wakil Bupati Malang Hj Lathifah Shohib dalam sambutannya mengatakan bahwa penandatanganan kerja sama tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Tapi merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan melalui penguatan kelembagaan petani.

“Hari ini (kemarin, red.) kita tidak sekadar menandatangani sebuah dokumen kerja sama. Lebih dari itu, kita sedang meneguhkan komitmen bersama bahwa pembangunan pertanian tidak cukup hanya berbicara tentang peningkatan hasil panen, tetapi juga bagaimana petani memiliki kelembagaan yang kuat, akses pasar yang lebih luas, kemampuan mengelola usaha secara profesional, serta memperoleh nilai tambah yang sebesar-besarnya dari setiap komoditas yang mereka hasilkan,” kata Lathifah.

Lebih lanjut orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten Malang ini menjelaskan, Kabupaten Malang memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan luas wilayah lebih dari 3.500 kilometer persegi serta didukung kondisi agroklimat yang beragam, Kabupaten Malang menjadi salah satu sentra produksi pangan dan hortikultura di Jawa Timur.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menyebutkan salah satu kawasan unggulan di bidang pertanian adalah Kecamatan Ngantang. Wilayah itu dikenal sebagai sentra bawang merah dengan kualitas yang sangat baik. “Besarnya potensi itu harus diimbangi dengan penguatan kelembagaan petani. Sehingga ke depan petani mampu menghadapi tantangan. Baik itu peningkatan produktivitas, kualitas hasil, efisiensi usaha, hingga daya saing pasar yang terus berkembang,’’ tambahnya.

Terkait dengan kerja sama tersebut, Bu Nyai, begitu Hj Lathifah Shohib akrab dipanggil menyampaikan lima harapan yang menjadi arah bersama dalam pelaksanaan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan Agriterra. Yaitu, memperkuat kelembagaan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan, meningkatkan kapasitas petani melalui penguatan manajemen usaha dan rantai nilai komoditas, mendorong transformasi pertanian yang modern dan inovatif, memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, serta menjadikan kerja sama ini sebagai investasi jangka panjang untuk mendorong regenerasi petani.

“Kerja sama ini juga merupakan investasi bagi masa depan. Kita ingin pertanian menjadi sektor yang modern, menguntungkan, dan membanggakan sehingga mampu menarik minat generasi muda untuk menjadi petani sekaligus wirausahawan yang tangguh. Regenerasi petani menjadi salah satu kunci agar sektor pertanian Kabupaten Malang tetap menjadi penggerak ekonomi daerah di masa mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Country Manager Agriterra, Arsiya Isrina Wenty Octisdah, menyampaikan bahwa Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan koperasi pertanian yang profesional dan berdaya saing. Oleh karena itu, Agriterra berkomitmen untuk terus mendampingi koperasi agar mampu menjadi lembaga ekonomi yang kuat dan memberikan manfaat nyata bagi para petani.

“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen kami bersama Pemerintah Kabupaten Malang untuk memperkuat kapasitas koperasi agar memiliki tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan anggotanya,’’ ujarnya.

‘’Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami ingin koperasi mampu meningkatkan akses pasar, memperkuat manajemen usaha, serta menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian yang dihasilkan para petani,” tambah Arsiya. (ira/udi)

Pilihan Editor