Piala Dunia 2026 akhirnya memasuki fase paling menentukan. Setelah rangkaian laga dramatis di babak perempat final, hanya empat tim terbaik yang masih bertahan dalam perebutan trofi paling bergengsi di dunia: Prancis, Spanyol, Inggris dan Argentina.
Hasil tersebut kembali memperlihatkan dominasi sepak bola Eropa. Tiga dari empat semifinalis berasal dari Benua Biru, sementara Argentina menjadi satu-satunya wakil Amerika Selatan yang masih menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia.
Yang menarik, tidak ada lagi tim kejutan di empat besar. Semua semifinalis merupakan negara dengan tradisi kuat di Piala Dunia dan dihuni pemain-pemain kelas dunia.
Sebenarnya daftar empat tim ini sudah sesuai prediksi, sebelum kick off babak perempat final. Tepatnya usai laga terakhir babak 16 besar, Rabu (8/7) lalu. Lewat obrolan pagi hari di grup WA Malang Posco Media, saya share prediksi 8 tim yang punya peluang memenangkan gelar Piala Dunia.
Prancis 32%, Spanyol 20%, Argentina 18%, Inggris 15%, Norwegia 6%, Belgia 3%, Swiss 3% dan Maroko 3%. Empat tim terakhir dengan prosentase kecil itulah yang akhirnya gugur di babak 8 besar.
Babak perempat final menjadi akhir perjalanan sejumlah tim yang sebenarnya cukup kuat. Swiss kembali mencatat sejarah dengan mencapai delapan besar, tetapi harus mengakui kualitas Argentina. Belgia yang sempat tampil meyakinkan akhirnya dihentikan Spanyol.
Maroko gagal mengulang kisah dongeng 2022 setelah dihentikan Prancis, sedangkan Norwegia harus mengakhiri perjalanan impresifnya usai dikalahkan Inggris. Keempat negara tersebut pulang dengan kepala tegak setelah menghadirkan warna tersendiri sepanjang turnamen.
Argentina datang ke semifinal dengan status juara bertahan. Namun perjalanan Albiceleste jauh dari kata mudah. Setelah melewati fase gugur yang penuh tekanan, kini Lionel Messi dkk harus menghadapi Inggris yang tampil semakin matang sepanjang turnamen.
Laga ini juga menjadi ujian terbesar bagi Messi dalam upayanya mempertahankan mahkota juara dunia. Jika berhasil lolos, Argentina berpeluang mencatat sejarah sebagai negara pertama yang mampu mempertahankan gelar sejak Brasil pada 1962.
Menarik duel Prancis kontra Spanyol layak disebut final yang datang lebih awal. Prancis tampil sebagai tim paling konsisten sejak fase grup. Produktivitas lini depan tetap tinggi, sementara organisasi pertahanan mereka menjadi salah satu yang terbaik sepanjang turnamen.
Sebaliknya, Spanyol menunjukkan wajah baru yang lebih efektif. Penguasaan bola tetap menjadi ciri khas La Roja, tetapi kini dibarengi permainan yang lebih langsung dan efisien saat memasuki sepertiga akhir lapangan. Tak heran jika banyak prediksi menempatkan duel ini sebagai pertandingan dengan kualitas teknis tertinggi di semifinal.
Komposisi semifinal kembali menguatkan fakta bahwa sepak bola Eropa masih menjadi kekuatan utama dunia. Setidaknya dalam lima edisi terakhir Piala Dunia, selalu ada minimal dua wakil Eropa yang mencapai semifinal. Bahkan sejak 2006, negara-negara Eropa mendominasi perebutan gelar dengan melahirkan juara seperti Italia, Spanyol, Jerman, dan Prancis.
Argentina menjadi satu-satunya negara non-Eropa yang mampu memutus dominasi tersebut lewat keberhasilan menjadi juara pada edisi 2022.
Berdasarkan proyeksi berbagai lembaga statistik dan pasar taruhan internasional, Prancis masih berada di posisi teratas sebagai kandidat juara. Kedalaman skuad, pengalaman, serta konsistensi performa membuat Les Bleus menjadi tim yang paling diunggulkan menuju final.
Berikut prediksi prosentase empat tim tersebut untuk raih gelar juara Piala Dunia 2026, sekaligus jadi catatan peluang lolos ke babak final. Prediksi ini setidaknya berdasarkan performa di babak perempat final. Prancis 38%, Spanyol 22%, Inggris 22% dan Argentina 19%.
Namanya prediksi, maka ada peluang Prancis akan bertemu Inggris di babak final. Lalu juaranya adalah Prancis. Semua akan terjawab di dua laga lagi. Ya, penentuan juara Piala Dunia 2026, kurang dua pertandingan.
Dua pertandingan semifinal akan menentukan apakah dunia kembali menyaksikan final sesama tim Eropa, atau justru Argentina mampu mempertahankan supremasi Amerika Selatan di panggung sepak bola dunia. (*)

