Ramai-Ramai Siapkan Karnaval Agustusan, Wajib Taat Aturan

Berita Lainya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA– Agustus bulan depan Malang Raya bakal diramaikan karnaval. Warga diimbau taat aturan kala menggelar karnaval. Tujuannya agar karnaval bisa dinikmati, lalu lintas pun lancar. (baca grafis koran Malang Posco Media edisi 22 juli 2026)

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengimbau panitia penyelenggara karnaval agar tidak menutup ruas jalan selama pelaksanaan kegiatan. Imbauan tersebut disampaikan mengingat mulai memasuki musim penyelenggaraan karnaval di berbagai wilayah Kota Malang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, setiap penyelenggaraan karnaval wajib melalui mekanisme perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses pengajuan izin diawali dari tingkat kelurahan sebelum diteruskan ke kepolisian.

“Izin harus dimulai dari tingkat kelurahan dan atas persetujuan Polsek, kemudian dilanjutkan ke Polresta Malang Kota apabila menggunakan badan jalan kota, serta mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Widjaja menegaskan, penggunaan badan jalan untuk kegiatan masyarakat tetap harus memperhatikan kelancaran arus lalu lintas. Karena itu, pihaknya mengimbau agar pelaksanaan karnaval sebisa mungkin tidak sampai menutup akses jalan.

“Kami mengimbau dan mengajak, agar kegiatan karnaval ini menghindari adanya penutupan jalan, sehingga arus lalu lintas bisa tetap berjalan,” tegasnya.

Hingga saat ini, Dishub Kota Malang mencatat baru menerima satu permohonan izin penyelenggaraan karnaval. “Yang sudah masuk ada dari Kelurahan Dinoyo,” sebut Widjaja.

Dishub memastikan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan pemerintah wilayah setempat dalam proses pemberian rekomendasi agar setiap kegiatan masyarakat dapat berjalan aman tanpa mengganggu mobilitas pengguna jalan.

“Kami juga sudah membuka pintu, bagi masyarakat yang ingin berkoordinasi dengan kami sebelum melaksanakan kegiatan. Kami juga menyiapkan personel, untuk menjaga agar kegiatan dan aktivitas masyarakat, bisa terlaksana secara optimal,” katanya.

Sementara itu sejumlah acara kirab budaya atau karnaval di wilayah Kabupaten Malang akan berlangsung pada Agustus mendatang. Setiap panitia penyelenggara kini mematangkan proses persiapan, termasuk mengenai pengalihan arus lalu lintas.

Informasi yang dihimpun Malang Posco Media (MPM) terdapat puluhan acara karnaval yang akan terlaksana tersebar di wilayah Kabupaten Malang, termasuk di Kecamatan Bantur dan Kecamatan Dau.

Perangkat Kecamatan Dau, Heri Karyawanto, menjelaskan dalam waktu dekat ini karnaval di Desa Sumbersekar pada Sabtu (25/7). Sedangkan di Desa Gadingkulon dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus mendatang. Sementara di Desa Mulyoagung belum ada jadwal tanggal pasti Agustusan.

“Di Desa Sumbersekar nanti menggunakan jalan utama sekitar dua kilometer. Sedangkan di Desa Gadingkulon menggunakan jalan desa sebagai titik keberangkatan lalu tembus jalan kabupaten,” urai Heri kepada Malang Posco Media, Selasa (21/7).

Nantinya karnaval di sana juga dimeriahkan dengan kehadiran sound horeg. Terkait lalu lintas dan keamanan sebagian desa sudah dilakukan koordinasi hingga tingkat RT RW.

“Yang di Desa Sumbersekar sudah koordinasi panitia dengan RT RW setempat. Sedangkan di Desa Gadingkulon masih belum,” imbuh Heri, Kasi Trantib Kecamatan Dau ini.

Sementara itu karnaval di wilayah Malang Selatan juga menghadirkan sound horeg di Kecamatan Bantur. Yang sudah terjadwal akan melaksanakan yakni Desa Wonokerto pada 22 Agustus mendatang.

Di sana, karnaval nantinya menggunakan rute jalan utama ke arah Pantai Balekambang. Namun belum diketahui pasti berapa kilometer jalan yang digunakan.

“Informasinya begitu (menggunakan jalan utama arah Pantai Balekambang.red). Masih belum rapat teknis dengan muspika,” ujar Camat Bantur, Bayu Jatmiko.

Ia menambahkan bulan berikutnya di Kecamatan Bantur, karnaval akan dilaksanakan di Desa Karangsari pada 19 September dan Desa Bantur pada 28 September mendatang.

Untuk mencegah kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang menekankan harus ada jalan alternatif bila terdapat penutupan jalan yang digunakan karnaval.

Dishub Kabupaten Malang juga  menyiagakan petugas guna melakukan rekayasa lalu lintas dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Dengan adanya karnaval akan ada pusat keramaian, pasti akan menimbulkan peningkatan lalu lintas (kemacetan.red),” ujar Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Malang Willy Deni Permana.

“Hal tersebut kami mitigasinya dengan siapkan petugas, kolaborasi  dishub dengan kepolisian, “sambungnya.

Dishub Kabupaten Malang megimbau panitia penyelenggara karnaval maupun acara semacamnya agar mengajukan surat rekomendasi 14 hari sebelum pelaksanaan.

Adapun syarat pengajuan rekomendasi meliputi surat permohonan yang memuat tujuan kegiatan secara jelas, rute, denah, lokasi acara, penanggung jawab kegiatan, dan durasi atau waktu pelaksanaan acara.

“Penyelenggara kegiatan untuk menyiapkan jalur alternatif, rambu, banner, ataupun papan imbauan lainya kalau memang itu menutup jalan,” tambah Willy.

Sementara itu, kemeriahan Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Kota Batu tahun ini dipastikan bakal berlangsung membahana. Dua desa di Kota Batu, yakni Desa Junrejo dan Desa Beji, dijadwalkan menggelar parade karnaval sound horeg secara serentak pada Agustus.

Ajang yang selalu dinantikan masyarakat dan pecinta musik bervolume tinggi ini diprediksi akan menyedot ribuan penonton, baik dari warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Batu.

“Untuk rute parade Desa Junrejo yang dilaksanakan pada 9 Agustus akan menyusuri Kawasan Pemukiman hingga Kantor Desa. Sehingga tidak melalui jalan utama atau jalan provinsi Ir Soekarno,” ujar Kades Junrejo, Faisal.

Secara rinci wilayah Desa Junrejo, rombongan peserta sound horeg beserta parade kebudayaan akan mengambil titik start dari area Perumahan Wastu Asri.

Peserta kemudian akan bergerak menyusuri rute menurun dan berakhir di Kantor Desa Junrejo. Kontur jalan yang melandai diperkirakan bakal membuat dentuman musik dan atraksi para peserta terasa makin menggema di sepanjang rute.

Tidak kalah meriah, Desa Beji juga menyiapkan lintasan seru bagi para peserta karnaval pada 8 Agustus. Pemberangkatan parade akan dimulai dari kawasan ikonik Kampung Wayang.  

Dari titik start tersebut, arak-arakan rombongan sound horeg akan mengular menuju garis finish di kawasan Puri Indah / Pokopek. Rute ini diprediksi menjadi salah satu titik kumpul massa terpadat karena melintasi pemukiman warga yang cukup padat.

Mengingat gelaran karnaval di kedua desa ini hampir bersamaan,   potensi kemacetan di beberapa titik penghubung di Kota Batu cukup tinggi.

Oleh karena itu bagi pengguna jalan maupun wisatawan yang hendak melintas di sekitar kawasan Junrejo pada 9 Agustus dan Beji pada 8 Agustus, diimbau untuk mengantisipasi rekayasa lalu lintas atau menggunakan jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan. (rex/den/eri/van)

Pilihan Editor