MALANGPOSCOMEDIA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jumlah korban meninggal akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 796 orang.
“Sejauh ini telah dilaporkan 2.073 kasus dengan 796 kematian,” kata Tedros dalam konferensi pers, Kamis (16/7).
Ia menambahkan, pada kasus wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo sepanjang 2018–2019, diperlukan lebih dari 10 bulan hingga jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 2.000 kasus.
Pada 17 Mei lalu, WHO menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
WHO menilai risiko penyebaran wabah ke kawasan yang lebih luas masih tinggi sehingga diperlukan penguatan langkah-langkah penanganan dan pengawasan di negara-negara terdampak.(ntr/nug)
MALANGPOSCOMEDIA – Kabinet Thailand telah menyetujui revisi lebih lanjut terhadap kebijakan pembebasan visa dan hak istimewa visa Thailand guna mencegah penyalahgunaan fasilitas tersebut, demikian disampaikan juru bicara (jubir) pemerintah pada Selasa (14/7).
Wakil Jubir Pemerintah Thailand Ploytalay Laksameesangchan menyampaikan tujuannya adalah untuk memastikan bahwa fasilitas kemudahan perjalanan bagi wisatawan asing dapat menyesuaikan dengan kondisi saat ini dan mematuhi prinsip “satu negara, satu skema visa” (one country, one entitlement).
Di bawah kebijakan yang telah direvisi tersebut, Thailand akan mencabut pembebasan visa selama 60 hari yang saat ini berlaku bagi 93 negara dan wilayah, dengan mempertimbangkan faktor-faktor ekonomi dan keamanan, hubungan internasional, serta prinsip resiprositas.
Dia mengatakan warga asing dari 59 negara dan wilayah akan diberikan fasilitas bebas visa masuk untuk tujuan wisata dengan masa tinggal hingga 30 hari. Fasilitas tersebut akan diperluas ke enam negara yang baru ditambahkan, yaitu India, Kroasia, Bulgaria, Siprus, Malta, dan Maladewa.
Mauritius dan Seychelles akan diberikan pembebasan visa masuk untuk tujuan wisata dengan masa tinggal hingga 15 hari.
Sementara itu, layanan visa saat kedatangan (visa-on-arrival) di tempat pemeriksaan yang telah ditunjuk akan tersedia bagi warga negara Azerbaijan, Belarus, dan Serbia. Di sisi lain, layanan visa saat kedatangan bagi warga negara India akan dicabut guna menghapus tumpang tindih hak istimewa visa.
Setelah revisi tersebut, sebanyak 65 negara dan wilayah akan tercakup dalam berbagai kebijakan visa Thailand. Lima draf regulasi terkait akan mulai berlaku 15 hari setelah diterbitkan dalam Lembaran Negara (Royal Gazette) Thailand.
Wisatawan yang telah masuk ke Thailand sebelum kebijakan baru tersebut diberlakukan akan tetap diizinkan berada di negara tersebut selama sisa masa tinggal yang diperbolehkan berdasarkan regulasi sebelumnya.
“Revisi tersebut tidak dimaksudkan untuk menghambat perkembangan pariwisata, melainkan untuk mengoptimalkan sistem visa agar lebih terstandardisasi dan transparan. Revisi tersebut menyeimbangkan antara stimulus ekonomi, kemudahan wisatawan, hubungan diplomatik internasional, serta keamanan nasional, dan secara fundamental mencegah agar kebijakan visa dieksploitasi untuk aktivitas ilegal,” tutur Ploytalay. (ntr/van)
MALANGPOSCOMEDIA – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan saling baku tembak dengan pasukan Amerika Serikat di Selat Hormuz, menurut televisi pemerintah Iran pada Rabu.
Kantor berita semi resmi Iran Tasnim yang mengutip pihak berwenang provinsi Hormozgan melaporkan bahwa ledakkan terdengar di Bandar Abbas, kota-kota pesisir, dan pulau-pulau Iran yang disebabkan bentrokan di selat tersebut.
Kantor Berita Mehr juga mengatakan ledakan terdengar di sebelah timur Sirik terkait dengan baku tembak di perairan Teluk terdekat.
Laporan-laporan tersebut muncul di tengah gelombang ledakan baru di beberapa lokasi di Iran selatan seiring meningkatnya konfrontasi militer antara Iran dan AS.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Selain itu, CENTCOM juga mengatakan bahwa pasukan AS telah melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang melintas ke dan dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran.
AS juga mengerahkan lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer untuk beroperasi di seluruh Timur Tengah, dan menyatakan bahwa pasukan Amerika tetap “waspada, mematikan, dan siap.”
Ketegangan kembali meningkat antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.
Kedua pihak saling menyerang meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng. (ntr/nug)
Mengisi musim liburan sekolah, selama 10 hari, dari 1 Juli hingga 10 Juli 2026, wartawan Malang Posco Media, Jon Soeparijono beserta keluarga berlibur ke Tiongkok dan Thailand. Ini merupakan napak tilas sepuluh tahun lalu bagi wartawan asli Kota Arema ini. Sebelumnya tahun 2016, ia juga melakukan kunjungan ke Guangzhou dan Thailand.
MALANG POSCO MEDIA-Di awal tahun 2016 saya bersama istri dan anak pertama saya mengujungi tiga negara. Yakni Malaysia, Thailand dan Singapura. Di akhir tahun 2016 tepatnya di bulan Desember saya bersama Pemkot Malang dan Kampung Glintung Go Green mengikuti Guangzhou International Award for Urban Innovation di Kota Guangzhou.
Perjalanan kali ini, kami berangkat dari rumah (1/7) sekitar pukul 15 .00 WIB. Tiba di Sunny International Apt Beijing Road di Jinyuan International Residence, No. 147-149 Beijing Road, Yuexiu District, Guangzhou, tempat kami menginap sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Perjalanan keberangkatan total memerlukan waktu hampir 24 jam karena pesawat Scoot yang kami tumpangi harus transit di Bandara Changi, Singapura cukup lama. Yakni sekitar enam jam.
Kami menempati lantai 34 dari 35 lantai. Sehingga bisa melihat pemandangan Kota Guangzhou dari jendela kamar.
Masuk ke Negara Tiongkok kami menggunakan Visa-Free Transit. Yakni tanpa menggunakan visa karena akan melanjutkan perjalanan ke negara ketiga, yakni Thailand. Usai urusan visa di Imigrasi beres, melanjutkan perjalanan darat menggunakan kereta api cepat dan dilanjutkan kereta Metro untuk ke pusat kota yang jaraknya sekitar 35 kilometer dari Bandara Baiyun.
Di Guangzhou memiliki transportasi umum yang sangat terintegrasi, meliputi Metro (subway), Bus Rapid Transit (GBRT), dan taksi. Kami menggunakan aplikasi pembayaran digital lokal Alipay untuk naik Metro dan taksi. Sehingga kemana-mana selalu menggunakan taksi atau Metro.
Di hari pertama usai tiba, tujuan utama yakni mencari rumah makan halal yang berlokasi di Lanzhou Stretched Noodles 167 Guangzhouqiyi Rd, Yuexiu District. Makanan di tempat ini tidak terlalu mahal. Rumah makan inilah yang sehari-hari kami gunakan untuk makan. Selain itu juga ada distrik makanan halal Timur-Tengah di Xiaobei Road.
Hari ke dua mengunjungi salah satu ikon Kota Ghuangzhou, yakni Patung Lima Domba Jantan. Patung ini merupakan landmark ikonik kota Guangzhou yang terletak di puncak Gunung Yuexiu, di dalam kawasan Taman Yuexiu. Untuk menuju taman ini kami menggunakan Didi atau taksi. Masuk kawasan ini tanpa dipungut biaya alias gratis. Sepuluh tahun yang lalu, saya juga mengunjungi patung ini.
Wisatawan asing yang ke Guangzho selalu menyempatkan datang ke patung ini hanya sekadar foto di depannya atau membeli suvenir. Selain Patung Lima Domba Jantan, juga ada objek wisata Museum Guangzhou yang juga dikenal sebagai Menara Zhenhai. Museum ini memamerkan sejarah seribu tahun Kota Guangzhou.
Selain itu juga terdapat Tembok Kota Dinasti Ming yang masih terawat baik. Hanya saja, tembok yang tersisa hanya sekitar satu kilometer saja. Di puncak Gunung Yuexiu, juga terdapat Monumen Sun Yat-sen.
Usai mengunjungi lokasi tersebut, kami menuju ke Masjid Huaisheng atau Masjid Mercusuar untuk melaksanakan salat Jumat. Masjid ini salah satu masjid tertua di dunia yang dibangun pada tahun 627 M. Terletak di No.56 Guangta Road, Distrik Yuexiu. Masjid bersejarah ini menggabungkan gaya arsitektur Islam dan Tiongkok kuno. Jamaah tidak hanya dari masyarakat setempat namun juga dari Timur Tengah dan Asia Tenggara. Di depan masjid ada semacam Jumat Barokah dari orang-orang Timur Tengah.
Di hari ketiga yang tak kalah serunya adalah mengunjungi Canton Tower dengan tinggi 600 meter. Bangunan ini merupakan tertinggi di Guangzhou. Lokasinya di Distrik Haizhu. Menuju ke Canton Tower kami menggunakan kereta bawah tanah atau metro. Di dekat Canton Tower juga terdapat Guangzhou Library, tampat digelarnya Guangzhou Award yang kami hadiri sepuluh tahun lalu. Kami pun menyempatkan berfoto di depan perpustakaan yang cukup megah itu.
Usai dari Canton Tower dilanjut ke rumah leluhur Bruce Lee, di kawasan bersejarah Yongqing Fang, Distrik Liwan. Di tempat ini pengunjung bisa melihat pameran yang mendokumentasikan warisan keluarga Bruce Lee, filosofi seni bela diri Jeet Kune Do, serta poster-poster film legendarisnya.
Di Yongqingfang bisa sewa pakaian tradisional dan fotografer serta melihat museum opera secara gratis. Ada jadwal pertunjukannya serta melihat Jembatan Bulan.
Di hari terakhir, siangnya menghabiskan waktu di mal-mal yang super megah hanya sekadar beli oleh-oleh suvenir. Di malam terakhir di Negeri Tirai Bambu ini, kami menghabiskan waktu di Beijing Lu. Kawasan ini merupakan kawasan pejalan kaki dan distrik perbelanjaan paling ikonik di pusat Kota Guangzhou. Wisatawan asing banyak menghabiskan waktu untuk jalan-jalan di kawasan ini. Apalagi ada Kuil Dafo atau Kuil Buddha Raksasa yang merupakan salah satu kuil tertua berusia 1.200 tahun di jantung Distrik Yuexiu. Kuil ini gratis dikunjungi dan terkenal dengan pemandangan malamnya yang menakjubkan saat lampu kuil menyala mulai pukul 19.00 hingga 22.00.
Usai puas selama empat hari di Ibu Kota Provinsi Guangdong, kami melanjutkan ke Kota Bangkok di Thailand. (jon/van/bersambung)
MALANGPOSCOMEDIA – Iran memperingatkan bahwa lokasi mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara itu akan dianggap sebagai “target yang sah” untuk serangan balasan.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Iran hari Senin memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka digunakan oleh Amerika Serikat (AS) atau pihak lain untuk melakukan serangan terhadap Iran.
Disebutkan bahwa negara-negara tetangga berkewajiban berdasarkan hukum internasional untuk mencegah wilayah mereka digunakan untuk aksi militer terhadap Iran, dan memperingatkan bahwa “titik asal peluncuran” dari setiap serangan akan menjadi sasaran angkatan bersenjata Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan AS yang dilakukan selama 22 jam terakhir, dan menggambarkan hal itu sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam PBB dan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Kementerian Kuar Negeri Iran menuduh Washington melanggar hampir setiap ketentuan Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani 25 hari lalu dan melakukan “kejahatan perang” dengan menargetkan infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, dan fasilitas meteorologi.
Kementerian tersebut juga menuduh AS ikut campur dalam pengaturan Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut telah mengembalikan ketidakamanan ke jalur maritim strategis itu dan mengganggu pelayaran komersial internasional.
Ketegangan regional telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di tengah aksi baku serang antara pasukan AS dan Iran.
Pada Minggu (12/7), Iran mengatakan telah melancarkan serangan terhadap situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target Iran.(ntr/nug)
MALANGPOSCOMEDIA – Militer Iran mendesak Amerika Serikat agar mematuhi perjanjian perdamaian yang diteken Teheran dan Washington pada Juni lalu di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Juru bicara militer Iran Brigjen Mohammad Akraminia, kepada televisi nasional Iran IRIB pada Minggu, mengatakan bahwa intervensi AS untuk menciptakan apa yang ia sebut “rute ilegal” melintasi Selat Hormuz telah menimbulkan ketidakamanan di kawasan.
Ia menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran akan secara tegas mempertahankan hak-hak rakyat Iran di Selat Hormuz.
Akraminia juga menyampaikan bahwa militer Iran secara berkala memperbarui daftar sasaran tembaknya.
Pernyataan tersebut disampaikan disampaikan setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan dan instalasi militer milik AS di sejumlah negara Teluk, sementara AS melancarkan babak ketiga serangan dengan mengincar instalasi radar, rudal, dan drone di Iran selatan.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan yang mereka lakukan tersebut untuk membalas Iran karena telah menembaki kapal dagang di Selat Hormuz dan menutup jalur laut strategis tersebut hingga waktu tidak ditentukan, dengan satu orang dilaporkan hilang. (Anadolu/ntr/jon)
MALANGPOSCOMEDIA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dan Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi bertukar pandangan tentang perkembangan situasi regional dan global.
“Kedua menteri bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional dan global serta menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog, diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan hukum internasional,” menurut Kemlu RI dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Sugiono melakukan kunjungan kerja ke Mashhad, Iran, dan bertemu Araghchi. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela kehadiran delegasi Indonesia dalam rangkaian prosesi pemakaman dan penghormatan terakhir bagi mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Pada pertemuan tersebut, kedua menlu menegaskan komitmen mereka untuk terus memperkuat hubungan bilateral melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas.
Selain itu, Sugiono juga mendorong optimalisasi mekanisme bilateral untuk memajukan implementasi berbagai kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Selain Sugiono, delegasi Indonesia diikuti juga oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama perwakilan dari dua organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, yakni Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah.
Kehadiran delegasi Indonesia itu mencerminkan misi perdamaian, solidaritas antarnegara, serta penghormatan bagi masyarakat Iran.
Delegasi Indonesia juga bertemu Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf untuk memperkuat diplomasi parlemen, pertukaran antarparlemen, serta mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
Pemerintah Iran menyampaikan undangan kepada Pemerintah Indonesia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad.
Delegasi Indonesia merupakan delegasi resmi pertama yang memberikan penghormatan di makam mendiang, demikian pernyataan Kemlu RI.
Kunjungan delegasi RI mencerminkan eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan Iran, sekaligus menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif dalam dalam mendorong perdamaian, stabilitas, dan kerja sama internasional. (ntr/van)
MALANGPOSCOMEDIA – Jumlah korban meninggal akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu kini telah mencapai 3.685 orang, sementara 17.907 lainnya kehilangan tempat tinggal, kata Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez. Pemerintah
“Sebanyak 3.685 orang meninggal, 16.740 terluka, dan 6.462 telah diselamatkan,” kata Rodriguez melalui ungggahan di Telegram, Senin (6/7).
Menurut data terkini, sebanyak 17.907 orang masih kehilangan tempat tinggal dan 86.794 keluarga telah menerima bantuan.
Total 87 kamp sementara telah didirikan di seluruh wilayah dan 9.603 ton makanan serta lebih dari 8,32 juta liter air telah didistribusikan. Sebanyak 25.970 orang juga telah menerima bantuan medis.
Pada Rabu, 24 Juni, dua gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara di pesisir utara Amerika Selatan itu dalam waktu yang berdekatan.
Guncangan awal (foreshock) dengan magnitudo 7,2 terjadi pada 18.04 waktu setempat (GMT–4/pukul 11:00 WIB) dan disusul dengan gempa bumi utama bermagnitudo 7,5 dengan selang waktu 39 detik setelahnya.(ntr/nug)
Malang Posco Media – Sebanyak 25 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang panas yang sepekan terakhir melanda Amerika Serikat, sementara 40 juta orang berada di bawah peringatan panas di seluruh wilayah pantai timur, tenggara, dan barat daya.
Seperti dilaporkan NBC News, Minggu (5/7), dengan mengutip pejabat setempat, kasus kematian akibat gelombang panas di New Jersey sebanyak 22 kasus, Illinois terdapat satu korban jiwa, dan Mississippi ada dua korban jiwa.
Badan Cuaca Nasional (NWS) AS memperingatkan badai petir berpotensi memicu angin kencang, hujan es, dan banjir bandang lokal di yang bisa merusak sejumlah wilayah di pantai timur hingga Senin.
Peringatan banjir masih berlaku bagi 34 juta penduduk Delaware hingga Connecticut, serta New York, di mana para peramal cuaca memperkirakan curah hujan terjadi hingga 3 inci (7,6 sentimeter).
Badai hebat tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik yang berpengaruh terhadap ratusan ribu pelanggan di beberapa negara bagian di wilayah timur.
NWS menyatakan peringatan panas berlanjut hingga Minggu malam di seluruh wilayah pantai timur.
Nilai indeks panas, yang mencerminkan seberapa panas dirasakan saat kelembapan digabungkan dengan suhu udara, diperkirakan mencapai 100F (37,7C) hingga 105F (40,5C) di Philadelphia, Washington D.C., Baltimore, Raleigh, Charleston, Carolina Selatan, dan Jacksonville, Florida.
Para peramal cuaca mengatakan suhu di sebagian besar wilayah pantai timur akan berangsur menurun pada pekan ini, dengan suhu tertinggi di siang hari umumnya berkisar antara 70-90 Fahrenheit atau 21-32 derajat Celsius.
Meski demikian, kondisi panas ekstrem diprediksi berlanjut hingga pertengahan pekan ini di beberapa bagian negara.
Peringatan panas ekstrem telah dikeluarkan untuk beberapa bagian California dan Arizona, termasuk Phoenix dan Tucson, mulai Selasa (7/7) hingga Kamis (9/7), dengan suhu siang hari diperkirakan mencapai 45,5 derajat Celcius.
Di New York, lebih dari 378 orang telah mendatangi instalasi gawat darurat (IGD) karena keluhan penyakit terkait gelombang panas, menurut departemen kesehatan kota setempat. (Sumber: Anadolu/ntr/nug)
Sudah tiga bulan kami sekeluarga tinggal di Cape Town – South Africa. Ini fase penyesuaian. Dalam kehidupan merantau, dari sebelumnya di benua Eropa lalu kini di benua Afrika, tiga bulan pertama adalah fase berat untuk beradaptasi di lingkungan baru. Apa yang diaspora rasakan saat pertama kali merantau keluar negeri???
MALANG POSCO MEDIA-Pindahan rumah merupakan salah satu pengalaman yang paling menggambarkan arti love and hate relationship. Di satu sisi, prosesnya melelahkan, penuh kekacauan. Sering kali menguji kesabaran. Mulai dari membongkar tumpukan barang yang tak lagi diingat asal-usulnya hingga berhadapan dengan kardus yang seolah tak pernah habis.
Namun di sisi lain, justru di tengah kerepotan itu tersimpan momen-momen yang begitu personal. Setiap benda yang kembali disentuh membawa kenangan, setiap sudut rumah baru perlahan menjadi ruang untuk membangun cerita yang berbeda. Bagi banyak ibu, pindahan bukan sekadar memindahkan isi rumah, melainkan juga menata kembali ritme kehidupan keluarga.
Di sisi lain, putra kami Zygmund langsung temu kangen dengan scooter kecilnya.
Itulah mengapa pengalaman ini terasa begitu spesial di hati. Prosesnya mungkin membuat ingin menyerah, tetapi hasil akhirnya selalu menghadirkan perasaan hangat yang membuat semua lelah terasa layak dijalani.
Ada satu hal yang hanya dipahami oleh mereka yang pernah pindahan rumah. Rumah ternyata tidak hanya berisi barang, tetapi juga waktu, tenaga, dan kenangan yang diam-diam menumpuk. Dari luar, pindahan terlihat sesederhana mengemas lalu memindahkan semuanya ke alamat baru. Padahal, setiap kardus menyimpan cerita, dan setiap keputusan untuk membawa atau melepaskan barang selalu melibatkan sedikit rasa sayang. Mungkin karena itu, kalimat, “Santai saja, paling juga sehari selesai,” hampir selalu diucapkan oleh mereka yang belum pernah benar-benar mengurus pindahan sendiri.
Alhamdulillah, perpindahan kami dari Portugal ke Afrika Selatan berjalan lancar. Mungkin karena ini bukan pertama kalinya kami pindahan benua. Hal pertama yang tidak membuat kami stres adalah “Bahasa”. Hampir semua orang di Cape Town bisa berbahasa Inggris. Jadi kami tidak perlu belajar bahasa baru selama penugasan di sini. Komunikasi dengan pihak sekolah dan landlord (si pemilik rumah) juga jadi simple. Hanya saja aksen English mereka memakai logat British. Jadi ya siap-siap seperti ujian listening aja setiap waktu, hihihi.
Hal kedua yang tak kalah penting saat pindahan adalah urusan perut. Bayangkan saja, seorang arek Surabaya yang tiba-tiba harus menetap di Jakarta, cepat atau lambat pasti akan merindukan sepiring tahu tek atau rujak cingur dengan petis yang khas. Apalagi jika perpindahannya lintas pulau, misalnya ke Sumatera. Meski sama-sama berada di Indonesia, cita rasanya bisa terasa begitu berbeda.
Pada akhirnya, pindahan bukan hanya soal beradaptasi dengan rumah dan lingkungan, tetapi juga belajar berdamai dengan lidah yang diam-diam ikut “pindah” paling belakangan.
Surprisingly, makanan di Afrika Selatan justru lebih cocok di lidah kami dibandingkan makanan di Portugal. Bukan berarti makanan di Portugal tidak enak yaa… Menurut kami makanan Portugal tuh enak-enak dibanding makanan di negara Eropa lainnya, khususnya di Swiss ya. Makanan Swiss itu hambar dan mahal pula. Hahahaha.
Hampir setiap restoran di Cape Town yang kami datangi selalu meninggalkan kesan yang menyenangkan. Entah itu hidangan lokal ala supermarket, order di ubereats, sajian bergaya Eropa, hingga kafe-kafe kecil yang tersebar di berbagai sudut kota, rasanya jarang sekali ada yang mengecewakan. Akibatnya, selama dua bulan pertama menetap di Cape Town, dapur di rumah nyaris tidak tersentuh.
Alih-alih sibuk menyusun menu harian, kami justru menikmati “petualangan” mencicipi tempat makan baru hampir setiap akhir pekan, bahkan sesekali di weekday. Rasanya seperti sedang berbulan madu dengan dunia kuliner. Tentu saja kebiasaan itu tidak berlangsung selamanya, tetapi untuk ukuran keluarga yang biasanya cukup sering memasak di rumah, pengalaman ini benar-benar di luar dugaan.
Daaan akhirnya kami menemukan toko Asia yang lokasinya dekat dari rumah. Harta karun yang kami temukan ada tempe, tahu putih, tahu pong, kecap ABC, dan aneka bumbu asia. Sedihnya, di Cape Town belum ada toko spesifik yang menjual produk Indonesia. Kalau stok tolak angin habis, bisa pusing niiihhh!!! Berbeda dengan di Portugal yang bisa mendapatkan pasokan barang Indonesia lebih mudah karena ada pusatnya di Belanda. Yuk kawan pembaca yang mau buka usaha di Cape Town bisa banget nih kayaknya. Hehehe.
Allahumma barik, Allah benar-benar menghadirkan pertolongan dengan cara yang tak disangka. Belum lama menetap di Cape Town, saya berkenalan dengan sesama orang Indonesia yang mengelola Java Kitchen, layanan open order makanan Indonesia setiap Jumat – Minggu. Sejak itu, hampir setiap pekan kami selalu memesan masakannya.
Kehangatan masakan rumahan memang mampu sedikit mengobati rindu kampung halaman. Yang lebih menyenangkan lagi, pemilik Java Kitchen ternyata seumuran dengan saya dan sudah lebih dari satu dekade tinggal di Cape Town. Hubungan kami pun berkembang, bukan lagi sekadar penjual dan pelanggan, melainkan teman berbagi cerita dan saling menguatkan di negeri yang jauh dari rumah.
Hal ketiga yang tak kalah menantang adalah beradaptasi dengan udara, kelembapan, dan kualitas air. Sekilas terdengar sepele, tetapi ketiganya sangat memengaruhi kenyamanan sehari-hari. Produk perawatan yang cocok digunakan di Indonesia belum tentu memberikan hasil yang sama di negara dengan udara yang lebih kering. Kulit menjadi lebih mudah kering, sementara kandungan mineral tinggi pada air dapat membuat rambut terasa lebih kasar atau rontok. Tak heran jika masa-masa awal pindah sering diwarnai dengan mencoba berbagai produk hingga menemukan yang paling sesuai.
Di balik proses adaptasi itu, ada satu hal yang sejak awal kami syukuri. Kualitas udara di Cape Town yang terasa jauh lebih bersih dan segar. Langit yang cerah, udara yang sejuk, dan minimnya polusi membuat aktivitas di luar ruangan terasa lebih menyenangkan. Setiap tempat memang memiliki tantangannya sendiri, tetapi juga menghadirkan nikmat yang layak disyukuri. Alhamdulillah. Mana yang paling kawan pembaca rasakan saat memutuskan untuk pindahan? (opp/van)