MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Setelah beberapa waktu berjalan untuk proses verifikasi penerima, Pemkot Malang resmi menyerahkan bantuan seragam sekolah gratis, yang dibagikan secara simbolis, Kamis (23/7). Berbeda dari tahun sebelumnya, bantuan tahun ini diprioritaskan bagi keluarga prasejahtera atau kelompok desil 1 hingga desil 4, menyusul adanya efisiensi anggaran.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan, paket seragam gratis terdiri dari dua jenis seragam. Yakni seragam Pramuka dan seragam identitas sekolah, yaitu merah putih untuk jenjang SD dan putih biru untuk SMP, lengkap dengan atribut topi. Kesemuanya berupa bahan kain seragam.
“Perbedaan dengan yang tahun kemarin, karena memang terkait dengan efisiensi, kami memprioritaskan kepada mereka yang masuk dalam keluarga prasejahtera atau kelompok desil 1 sampai desil 4. Kami cek itu semua agar mereka tepat sasaran,” terang Wahyu.

Wahyu mengungkapkan, penyesuaian anggaran tahun ini untuk seragam gratis pun memang cukup signifikan, yakni dari Rp 6 Miliar pada 2025 menjadi Rp 1,5 Miliar di tahun ini. Hal ini membuat penyaluran tidak lagi bisa merata kepada semua siswa baru seperti tahun kemarin.
Secara rinci, untuk jenjang kelas 1 SD dibagikan sebanyak 2.013 stel seragam dan 1.500 stel untuk siswa kelas 7 SMP. Sehingga totalnya yakni 3.513 stel seragam gratis. Wahyu memastikan, semua siswa dari keluarga kurang mampu baik sekolah negeri maupun swasta, akan mendapatkannya.
“Yang sekarang ini kami pilah sesuai dengan data desil yang masuk, baik negeri maupun swasta ada. Kami pastikan agar tepat sasaran,” tegas Wahyu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan melalui pendataan wali murid. Para wali murid yang termasuk desil 1 sampai 4 sebelumnya telah diminta mengisi formulir pengajuan, yang selanjutnya dikonfirmasi bersama Dinas Sosial (Dinsos).
“Begitu dipastikan mereka memang butuh bantuan, baru kami dropping ke sekolah-sekolah. Sebenarnya barang sudah jadi sejak Juni, hanya saja kami menunggu proses pengumpulan data wali murid baru dan butuh penjelasan ke mereka terkait efisiensi,” jelas Suwarjana.
Ia juga menampik anggapan bahwa penyaluran bantuan terlambat dari momen tahun ajaran baru. Menurutnya, penyerahan seragam gratis ini masih relatif tepat waktu karena masih berlangsung masa orientasi siswa atau MPLS
“Kami juga tidak mematok kapan siswa harus sudah memakai seragam baru. Sampai sekarang pun saya memberi kebijakan kepada sekolah, baik negeri maupun swasta, tidak ada batasan waktu penggunaan seragam baru,” pungkasnya. (ian/aim)