Tag: ian

  • Percantik Monumen Pahlawan TRIP

    MALANG POSCO MEDIA– Ini sinergi luar biasa Pemkot Malang, Lanud  Abdulrachman Saleh dan Malang Tahes Club (MTC).  Sinergi itu diwujudkan dengan mengadakan kerja  bakti

    pengecatan tembok dan paving di Monumen Pahlawan TRIP, Jalan Pahlawan Trip,  Senin (20/7) kemarin.

    Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Bhakti TNI Angkatan Udara ke-79 pada 29 Juli mendatang.

    Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, lokasi monumen ini adalah tempat disemayamkannya para pejuang  pelajar yang gugur saat mempertahankan Kota Malang dari penjajahan. Ia menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya bakti sosial yang melibatkan unsur TNI, Polri, MTC, dan masyarakat tersebut. Sebab hal ini semata untuk menghormati jasa para pahlawan.

    “Kebetulan nanti tanggal 31 Juli juga ada peringatan gugurnya pahlawan-pahlawan TRIP, yang telah memberikan nyawanya untuk kepentingan Kota Malang, yang saat itu diduduki oleh penjajah. Bakti sosial ini untuk menghormati perjuangan dan pengorbanan jiwa raga para pahlawan pelajar yang mempertahankan kemerdekaan di Kota Malang,” tegas Wahyu.

    Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyampaikan bahwa cerita sejarah dan perjuangan para pahlawan asli dari Kota Malang ini segera masuk dalam kurikulum sekolah, yakni di tingkat SD maupun SMP. Hal ini setelah selesainya kajian dan simposium terkait sejarah lengkap dari perjuangan pahlawan TRIP. Materi kurikulum tersebut telah disusun bersama Universitas Negeri Malang (UM) dan tinggal menunggu proses masuk ke dalam mata pelajaran.

    “Kami ingin memberikan bukti bahwa ada satu pelajaran atau sejarah, yang tidak bisa terlupakan. Bahwa ada pelajar-pelajar yang saat itu tidak hanya belajar, tapi juga berjuang membawa senjata untuk menegakkan kemerdekaan di Kota Malang dan Indonesia,” tambahnya.

    Sementara itu, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang Marsma TNI Reza Ranesa Rasyid Sastranegara menjelaskan, Hari Bakti TNI Angkatan Udara mengusung nilai dan semangat perjuangan yang sama seperti yang ada pada nilai perjuangan para pahlawan TRIP pada 31 Juli 1947.

    “Nilai-nilai kejuangan, heroik, rela berkorban, ini memiliki kemiripan yang sama pada saat itu. Sehingga saya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang, didukung oleh Pak Wali Kota, oleh MTC, untuk mengadakan bakti sosial dalam rangka rangkaian kegiatan memperingati Hari Bakti Angkatan Udara,” ujar Reza.

    Ia menyampaikan, kegiatan bakti sosial tersebut juga merupakan bentuk kepedulian dalam merawat makam para pahlawan sekaligus wujud penghargaan atas jasa mereka. “Semangat rela berkorban dan pantang menyerah para pahlawan TRIP ini dapat menjadi teladan bagi generasi penerus, khususnya di Kota Malang,” tambahnya.

    Sementara itu, Presiden MTC Yusron Virmanza menambahkan, bakti sosial ini menjadi kesempatan berkumpul untuk bersatu mengenang para pahlawan TRIP sambil ajang untuk bersilaturahmi. “Selain dalam rangka Hari Bhakti TNI AU juga sekaligus menyambut momen 17 Agustus. Jadi kami memilih pahlawan pelajar ini menjadi sasaran (bakti sosial) kami,” tutupnya. (ian/van)

  • Ribuan Warga Padati MCC Nobar Final Piala Dunia

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Atmosfer final Piala Dunia 2026 benar-benar terasa di Kota Malang. Ribuan warga memadati Malang Creative Center (MCC), Senin (20/7) dini hari, untuk menyaksikan laga puncak antara Spanyol melawan Argentina dalam kegiatan Nobar Mbois yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

    Antusiasme masyarakat membuat lantai 2 dan lantai 7 MCC dipenuhi penonton sejak sebelum pertandingan dimulai. Layar lebar dan sistem suara berkualitas menghadirkan pengalaman menonton layaknya berada di stadion.

    Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut hadir dan membaur bersama masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut memang dibuka untuk umum agar seluruh warga dapat menikmati momen final Piala Dunia secara bersama-sama.

    “Ini memang terbuka untuk masyarakat umum. Kami juga menyediakan area UMKM dan tempat untuk ngopi,” ujar Wahyu.

    Sepanjang pertandingan, suasana di MCC berlangsung semarak. Sorak sorai penonton menggema setiap kali Spanyol maupun Argentina menciptakan peluang berbahaya. Ketegangan memuncak saat pertandingan memasuki babak tambahan waktu.

    Ledakan kegembiraan pecah ketika penyerang Spanyol Ferran Torres berhasil mencetak gol yang membawa timnya unggul atas Argentina. Ribuan penonton yang mendukung La Roja langsung bersorak, sementara pendukung Argentina hanya bisa terdiam menyaksikan tim kesayangannya gagal membalas.

    Meski tim yang didukungnya harus menelan kekalahan, Wahyu menilai kegiatan Nobar Mbois telah menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan warga.

    “Nobar ini kami tekankan bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan. Alhamdulillah animo masyarakat juga luar biasa,” pungkasnya. (ian/aim)

  • Kemenhaj Mulai Verifikasi Calon Haji Reguler 2027 Kota Malang

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Malang mulai melakukan proses verifikasi kepada para calon haji Kota Malang tahun 2027. Hal ini setelah sepekan sebelumnya pemerintah pusat mengeluarkan porsi haji di tiap daerah.

    Kendati begitu, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Malang Ahmad Subhan menyampaikan, pihaknya belum bisa mempublikasikan jumlah calon haji 2027 tersebut karena angkanya masih belum pasti, meski nama-namanya sudah dikantonginya.

    “Di Jawa Timur, itu angkanya sekitar 42 ribuan. Tapi, masih ada dari jumlah itu kan yang tidak berangkat dan sebagainya. Maka dari itu, saat ini kami mulai melakukan verifikasi,” terang Subhan, Senin (20/7).

    Dijelaskan Subhan, proses verifikasi ini untuk memastikan bahwa calon haji yang akan berangkat, datanya telah valid dan sesuai. Sebab, bisa saja ada yang tidak jadi berangkat, belum siap berangkat, sudah meninggal atau alasan lain. 

    “Jadi kalau hari ini (kemarin, red), kami belum bisa memberikan angka karena sifatnya masih belum merupakan konsumsi publik. Kalau sudah ada angka estimasinya, pasti akan kami sampaikan dan kami umumkan,” tambah dia.

    Lebih jauh ia menyebut, saat ini pihaknya tengah menerima arahan dan petunjuk lebih detail dari Kemenhaj RI untuk teknis verifikasinya. Hal ini agar saat proses verifikasi bisa berjalan sesuai dengan harapan.

    “Hari ini (kemarin, red) kami masih rapat koordinasi dengan Jawa Timur. Proses verifikasi ini menjadi salah satu yang dibahas oleh provinsi. Saat ini masih berlangsung pembahasannya. Secara umum, untuk verifikasi ini para calon haji kami kirimi surat dulu untuk daftar ulang istilahnya,” beber dia.

    “Jadi mohon bersabar dulu, kami perkirakan dua mingguan sudah ada angka estimasinya,” tutup Subhan. (ian/aim)

  • MCC Bergemuruh, Ribuan Orang Nobar Final Piala Dunia

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Euforia Piala Dunia pada laga final antara Spanyol melawan Argentina benar-benar terasa di Kota Malang. Salah satunya terlihat dalam kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di Malang Creative Center (MCC), Senin (20/7) dini hari. Ribuan orang memadati lantai 7 MCC untuk menyaksikan laga pamungkas tersebut.

    Nobar yang diadakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kali ini menggunakan layar berukuran besar dengan didukung sistem suara (sound system) yang mumpuni. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga turut hadir dan membaur bersama ribuan warga yang menyaksikan laga final tersebut.

    “Ini memang terbuka untuk masyarakat umum. Kami juga sudah menyediakan tenant UMKM dan tempat untuk ngopi,” ujar Wahyu.

    Sepanjang pertandingan berlangsung, sorak-sorai dan teriakan dukungan terus terdengar dari para penonton setiap kali kedua tim menciptakan peluang. Serunya permainan yang ditampilkan Spanyol dan Argentina sukses membuat suasana di MCC bergemuruh. (ian)

  • Diwarnai Walkout, Bung Edi Nahkodai Lagi KORMI Kota Malang

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sofyan Edi Jarwoko resmi terpilih kembali untuk menjadi Ketua Kormi Kota Malang periode 2026-2031. Hal itu sesuai dengan hasil keputusan Musyawarah Kota (Muskot) Kormi Kota Malang yang digelar di Stadion Gajayana, Sabtu (18/7).

    Atas hasil keputusan tersebut, pria yang akrab disapa Bung Edi itu menyampaikan dirinya siap mengemban amanah itu dengan sebaik mungkin. Ia berterima kasih kepada semua pihak, mulai dari Pemkot Malang yang telah memberi dukungan penuh atas pelaksanaan Muskot maupun seluruh Induk Organisasi Olahraga (Inorga) sehingga musyawarah tersebut berjalan lancar, meski dalam prosesnya diwarnai aksi walkout.

    “Saya berterima kasih kepada Inorga yang merupakan anggota KORMI, baik yang penuh maupun yang sementara, karena kita sama-sama telah bersepakat. Ini adalah proses pembelajaran dalam kita berorganisasi dan nampak betul dinamika yang muncul adalah wujud rasa cinta seluruh inorga terhadap KORMI,” terang Bung Edi, usai mendapatkan SK.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu peserta Muskot, yakni Bambang Anjar dari Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) memilih meninggalkan jalannya Muskot (walkout) karena penyelenggara dinilai tidak transparan dan tidak terbuka dalam prosesnya.

    Ia menyebut, para peserta Muskot yakni perwakilan Inorga di Kota Malang belum mendapatkan sosialisasi AD/ART yang baru sebagai dasar pelaksanaan Muskot. Tidak hanya itu, anggota Tim Penjaringan juga dinilai kurang terbuka saat pendaftaran bakal calon ketua dan juga merangkap Steering Comittee atau penyelenggara Muskot hingga membuat Bambang Anjar menyampaikan protesnya.

    Meski adanya dinamika tersebut, Bung Edi menilai hal tersebut adalah bagian kritik maupun saran dan masukan yang tentu sangat ia hargai. Semua dinamika selama Muskot menjadi catatan yang akan diteruskan ke tingkat provinsi. Hal ini tentu akan berkontribusi untuk menjadikan Kormi lebih baik lagi.

    “Kormi ini secara nasional juga sedang menata mulai dari struktur yang paling atas untuk berbenah agar dapat menjadi sebuah organisasi yang benar-benar baik. Ini harus didukung dan diikuti oleh seluruh Kormi yang ada di daerah, terutama di Kota Malang,” tutup mantan Wakil Wali Kota Malang periode 2018-2023 tersebut. (ian/aim)

  • Warga Desa Mangliawan Gelar Kirab Syukuran Sambut Bulan Safar

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Ratusan warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, menggelar kegiatan kirab tasyakuran dalam rangka menyambut Bulan Safar dan kirim doa bagi leluhur, Sabtu (18/7) malam. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan tradisi budaya lokal.

    Koordinator kegiatan Malviado Rizzal Pratama menyampaikan, kirab ini melibatkan kurang lebih 150 hingga 200 warga yang terdiri dari perwakilan muda-mudi mulai dari RW 1 hingga RW 4.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerukunan dan keselamatan desa. Harapannya agar desa kita tetap aman, tenteram, dan ayem,” terang Edo, sapaan Malviado kepada Malang Posco Media.

    Disaksikan warga setempat di sepanjang jalan raya tersebut, para muda mudi dan warga memulai iring-iringan dengan berjalan kaki dari titik kumpul di Jembatan Kalisari, menuju lokasi utama di Punden Mbah Kabul yang terletak di area New Wisata Wendit.

    Edo menyebut, konsep tasyakuran dengan iring-iringan tumpeng dan dilengkapi seni Bantengan ini dipilih karena memiliki nilai budaya. Yakni meneruskan tradisi yang telah dilakukan sejak lama.

    “Kami tidak ingin melupakan peninggalan tradisi leluhur. Dengan kirab ini, kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga seni dan budaya agar tidak terlupakan,” tambahnya.

    Setelah tiba di lokasi utama, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan kirim doa untuk leluhur yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Edo berharap, kegiatan tahunan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas agar tetap menjaga eksistensi budaya dan kerukunan di tengah perkembangan zaman.

    “Pesan kami, jangan lupa untuk melestarikan dan menjaga tradisi nenek moyang. Seni dan budaya harus tetap dijaga,” pungkasnya. (ian/lim)

  • Sempat Panas, Aksi Protes dan Walkout Warnai Muskot Kormi Kota Malang

    MALANGPOSCOMEDIA, MALANG – Pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Malang yang digelar di Stadion Gajayana pada, Sabtu (18/7), menuai protes hingga diwarnai aksi walkout. Salah satu peserta dari unsur Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Bambang Anjar, memilih meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes karena panitia atau Steering Comittee (SC) tidak transparan atau terbuka dan justru terkesan menutupi.

    Aksi walkout itu terjadi ketika sidang baru di tahap sidang pertama, tepatnya saat membacakan AD/ART Muskot. Dengan nada yang cukup tinggi, Bambang memprotes penyelenggar karena AD/ART Muskot tidak disosialisasikan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, ia memprotes pihak SC ternyata merangkap Tim Penjaringan bakal calon ketua.

    “Saya keluar tadi karena Muskot sekarang tidak sesuai AD/ART. Melanggar pasal 21 ayat 1 huruf c. Pada Pra Muskot kemarin sudah saya sampaikan, tim penjaringan itu tolong dibuat sesuai AD/ART. Jangan SC merangkap Tim Penjaringan, saya memasukkan calon diangel angel (dipersulit, red). Makanya saya keluar muskot, ngapain ikut muskot yang calon ku sendiri diangel angel (dipersulit, red,” tegas Bambang, usai walkout.

    Proses pendaftaran bakal calon, juga dinilai Anjar kurang transparan. Ia juga merasa dipersulit karena lambatnya Tim Penjaringan ketika merespon pendaftaran.

    SC Muskot Kormi Kota Malang Sani Sinarsana Kisid

    “Kami masukkan formulir jam 3 sore, mereka periksanya jam 8 malam lalu bilang SKCK nya harus ada dan diminta mengurus. Kalau besoknya baru jadi, dianggap kurang persyaratan, diwarning kurang administrasi. Jadi pendaftaran tidak terbuka, tidak diumumkan. Disuruh mengambil formulir begitu saja. Ada kesan seperti itu (ditutupi),” tambah dia.

    Begitu juga dengan bakal calon yang mendaftar sebagai ketua, semestinya juga terbuka atau setidaknya bisa diumumkan lebih awal. Sampai Muskot berjalan, figur bakal calon yang mendaftar tidak diumumkan terlepas lolos atau tidaknya.

    “Harusnya diinformasikan ke Inorga calonnya siapa dan sekian. Kalau ada kampanye juga silahkan. Terbuka, demokratis begitu lho. Kenapa ditutup tutupi, disini kan jadi bingung,” keluhnya.

    Merespon aksi walkout tersebut, SC Muskot Kormi Kota Malang Sani Sinarsana Kisid menjelaskan, AD/ART baru yang digunakan ini merupakan produk Kormi Nasional yang telah disosialisasikan ke Kormi Provinsi lalu ke Inorga. Sani menyebut, sudah ada beberapa kali sosialisasi yang dilakukan sejak jauh hari, bahkan 31 hari sebelumnya sampai ketika Pra Muskot dilangsungkan.

    “Kami sudah memberikan, menyampaikan (sosialisasi) begitu, termasuk pada saat Pra Muskot. Jadi, tercatat yang hadir seluruh Inorga dan ada daftarnya inorga-inorga siapa saja yang hadir di dalam sosialisasi terkait,” tegasnya.

    Meski pihak SC merangkap tim penjaringan, Sani memastikan proses pendaftaran telah dilakukan secara transparan dan sebaik mungkin. Pihaknya telah menyampaikan berkas apa saja yang dibutuhkan, proses pendaftaran melalui email yang akan tercatat secara digital, hingga pihaknya pro aktif memberikan penjelasan apa saja yang kurang dan perlu dilengkapi.

    “Setelah itu ada fit and proper test, ada wawancara, di mana itu bagian dari proses penjaringan tersebut. Sehingga pada saat Muskot, itu baru disampaikan hasil penjaringan seperti apa, disampaikan siapa, berapa berkas yang masuk, berapa berkas yang kembali, akan disampaikan lengkap,” tandasnya. (ian/lim)

  • Muskot Kormi Kota Malang Resmi Dibuka, Apresiasi Jumlah Capai 60 Inorga

    MALANGPOSCOMEDIA, MALANG – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Malang resmi menyelenggarakan Musyawarah Kota (Muskot) yang bertempat di Stadion Gajayana, Sabtu (18/7). Muskot ini menjadi momentum strategis bagi pengurus Kormi Kota Malang untuk mengevaluasi kinerja serta merancang langkah strategis ke depan agar prestasi olahraga rekreasi di Kota Malang semakin meningkat.

    Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, yang hadir pada acara tersebut menyampaikan, Muskot ini merupakan agenda penting dalam perjalanan organisasi Kormi. Menurutnya, pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga forum untuk membahas kelanjutan kepengurusan organisasi.

    Ia menegaskan, segala dinamika, termasuk agenda pergantian pengurus nanti, akan diputuskan dengan baik melalui mekanisme musyawarah yang transparan.

    “Dengan pengurusan yang baru nanti, kami berharap Kormi tetap seiring sejalan dan terus berkoordinasi, memiliki target yang sama, yaitu menjadikan warga Kota Malang lebih tahes (sehat),” tegas Wahyu.

    Wahyu juga mengapresiasi capaian prestasi Kormi Kota Malang selama ini, termasuk prestasi membanggakan yang diraih pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) tahun 2022. Saat itu, Kormi Kota Malang dinilai menjadi salah satu yang terbaik dalam aspek penyelenggaraan.

    Sementara itu, Ketua Kormi Jawa Timur Debi Sisilia Samoa, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kormi Kota Malang. Ia menilai selama ini Kormi Kota Malang dikenal sangat patuh dan tertib dalam hal administrasi serta tata kelola organisasi. Hal ini dibuktikan dengan pesatnya pertumbuhan Inorga (Induk Organisasi Olahraga) di bawah naungan Kormi Kota Malang yang kini mencapai 60 Inorga.

    “Kota Malang ini luar biasa. Kami di provinsi membawahi 64 Inorga dan Kota Malang sendiri hari ini sudah memiliki 60 Inorga. Ini hampir menyamai jumlah yang ada di tingkat provinsi. Bagi kami, ini adalah prestasi yang sangat baik,” ungkap Debi.

    Debi menambahkan, keberhasilan menjaga organisasi tetap berjalan dengan baik di tingkat kota/kabupaten, juga merupakan salah satu prestasi terbaik yang patut dibanggakan. “Sehingga kami berharap, melalui Muskot ini Kormi Kota Malang dapat melahirkan pimpinan yang inovatif dan amanah dalam menjalankan program-program kerja kedepan,” tutupnya. (ian/lim)

  • Dewan Desak Rakor Lintas OPD Atasi Polemik Toko Minol

    MALANGPOSCOMEDIA, MALANG – Polemik menjamurnya grosir toko minuman beralkohol (minol) di Kota Malang mendapat sorotan serius dari DPRD Kota Malang, meski saat ini sudah tidak sepanas beberapa waktu lalu. Ketua Fraksi Partai Gerindra sekaligus Anggota Komisi A DPRD Kota Malang Danny Agung Prasetyo mendesak digelarnya rapat koordinasi (rakor) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menuntaskan simpang siur aturan perizinan minol.

    Yakni mencakup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Disnaker PMPTSP dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag). Danny menjelaskan, selama ini sebenarnya sudah ada Perda terkait Minol tapi hanya mengatur pembelian, jenis usaha hingga jarak usaha. Namun untuk alur dan prosedurnya masih ambigu.

    “Biar ini gayung bersambut antara Satpol PP, Dinas Perizinan, dan Diskopindag, maka dari Fraksi Gerindra minta yang namanya rakor, biar ada pertanggungjawabannya antara satu sama lain,” tegas Danny, Sabtu (18/7).

    Usulan itu bukan tanpa sebab. Danny menyebut selama ini ketiga instansi terkait itu dinilainya kerap saling lempar tanggung jawab ketika dikonfirmasi soal prosedur perizinan hingga operasionalnya. Karena itu, Fraksi Gerindra meminta digelar rakor agar ada kejelasan tanggung jawab di antara Dinas Perizinan, Diskopindag, dan Satpol PP selaku penegak Perda.

    “Yang terjadi saat ini, kalau kami bertanya kepada Dinas Perizinan, mereka bilang; ‘Loh mas itu yang mengajukan awalnya adalah Diskopindag’. Lalu kami tanya Diskopindag, mereka bilang ‘Loh mas, itu semua awalnya juga dari perizinan’. Dan kami terakhir tanya ke Satpol PP selaku penegak Perda, Satpol PP bilang, ‘Loh, jangan semua disalahkan saya semuanya’, karena itu untuk pengeluaran izin semuanya ada di Diskopindag dan perizinan,” beber Danny.

    Persoalan itu jelas terlihat ketika mencuat persoalan berdirinya toko minol di sejumlah kawasan beberapa waktu lalu, seperti di Sawojajar hingga Gadingkasri.

    “Maka saya selaku Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kota Malang akan melakukan yang namanya rakor tiga unsur terkait, yaitu Dinas Perizinan, Satpol PP, dan Diskopindag,” sambungnya.

    Senada dengan itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Abu Bakar mengatakan persoalan minol ini memang sudah berlangsung lebih dari satu tahun tanpa titik terang. Ia menyoroti mekanisme Online Single Submission (OSS) dari pusat, semestinya OPD di daerah harus melakukan survei lokasi usahanya sebelum izin OSS terbit, apalagi terhadap jenis usaha tersebut.

    “Makanya, kalau seandainya ada rakor, itu memang penting. Harus segera dilaksanakan karena supaya kita tahu titik permasalahannya ini dimana. Yang mengeluarkan rekomendasi awal ini siapa kok tiba-tiba (toko Minol) buka,” ujarnya.

    Abu Bakar menegaskan, dorongan seperti ini bukan bertujuan menghambat investasi yang masuk ke Kota Malang, melainkan agar penataan usaha minol dan tempat hiburan lebih rapi. Ia mengungkapkan, dalam hearing bersama Diskopindag sebelumnya, pihaknya juga telah meminta moratorium perizinan toko minol baru, khususnya yang bersifat takeaway.

    “Jadi bukan cuma yang di klub, tapi yang takeaway juga. Jadi maksudnya, supaya ada perwalnya, tidak timbul yang namanya kafe-kafe atau toko-toko yang jualan miras di sana-sini,” katanya.

    Dengan kata lain, tidak hanya moratorium, pihaknya juga mendorong penyusunan Perwal yang tidak hanya mengatur minol, tetapi mencakup seluruh lingkup usaha hiburan, termasuk karaoke dan klub malam, agar penataannya lebih komprehensif.

    Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah izin minol atau Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (ITPMB) di Kota Malang tercatat ada 19 izin pada 2024, lalu ada delapan izin pada 2025, dan lima izin pada tahun 2026. Sehingga total 32 izin dalam tiga tahun terakhir.

    Abu Bakar menyebut, isu minol ini juga akan disampaikan kembali ketika bertemu dengan Pemkot Malang dalam forum paripurna.

    “Insya Allah ketika paripurna PA (Pandangan Akhir) Fraksi nanti, beberapa fraksi akan mengangkat lagi masalah minol ini. Sudah ada beberapa fraksi yang sepakat untuk mempertanyakan soal ini. Kami memang ingin tahu kejelasan terkait minol ini bagaimana,” tutupnya. (ian/lim)

  • DPRD Dorong MCC Jadi BLUD

    MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Wacana mengubah status pengelolaan Malang Creative Center (MCC) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kembali menguat. Komisi B DPRD Kota Malang menilai perubahan status tersebut menjadi solusi agar pengelolaan MCC lebih profesional sekaligus mampu mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor retribusi.

    Dorongan itu mengemuka dalam rapat hearing pertanggungjawaban APBD 2025 bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Kamis (16/7). Salah satu catatan yang disoroti legislatif adalah rendahnya realisasi pendapatan retribusi MCC sepanjang 2025.

    Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mengungkapkan, target retribusi MCC dipatok sebesar Rp 100 juta setiap bulan yang bersumber dari penyewaan ruang dan penjualan makanan di kawasan tersebut. Namun, selama lima bulan, realisasinya hanya mencapai sekitar Rp 300 juta.

    “Selama lima bulan, berarti mulai Agustus sampai Desember 2025 kemarin, itu hanya tercapai Rp 300-an juta. Sementara targetnya Rp 100 juta per bulan,” ujar Bayu usai hearing.

    Ia menjelaskan, minimnya capaian retribusi tersebut menjadi salah satu alasan Komisi B mendorong MCC dikelola melalui skema BLUD. Skema ini dinilai akan memberikan pengelolaan yang lebih independen, sebagaimana diterapkan pada fasilitas di daerah lain yang memiliki karakteristik serupa dengan MCC.

    Ia mencontohkan, Solo Technopark memiliki anggaran operasional sebesar Rp 24 Miliar per tahun, dengan kontribusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) cukup hanya sekitar satu persen saja sebagai syarat administratif.

    “Kalau BLUD kan pengelolaannya relatif lebih independen. Nanti kalau ada retribusi di situ, mungkin ada semacam pihak ketiga nyewa bangunan atau naming rights, enggak masalah,” katanya.

    Jika berstatus BLUD, pengelolaan MCC dapat dilakukan secara lebih profesional dengan pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara Diskopindag berperan sebagai koordinator.

    Skema ini juga disebut serupa dengan BLUD yang telah diterapkan pada Puskesmas dan rumah sakit di Kota Malang, di mana retribusi tetap dilaporkan kepada pemerintah kota meski pengelolaannya dilakukan secara mandiri.

    “Tetap ada laporannya buat ini, buat ini. Dan lebih profesional kalau BLUD menurut saya,” tambahnya.

    Lebih jauh, Bayu juga menyebut anggaran MCC tahun ini juga mengalami efisiensi, sehingga ada penurunan dari sekitar Rp 7,5 Miliar menjadi hanya Rp 3,5 Miliar pada tahun ini. Menurutnya kondisi ini hanya cukup untuk membayar gaji pegawai, bahkan telah dilakukan efisiensi hingga memangkas separuhnya.

    Jika hanya bergantung pada APBD, maka tentu tantangannya akan makin berat untuk pengelolaan kedepannya. Sehingga skema BLUD dinilai lebih baik.

    “Kalau sudah lima tahun ke atas kan butuh perawatan, ngecat, dan segala macam. Kalau hanya mengandalkan APBD terus itu kan berat,” pungkasnya. (ian/aim)